Tambah media pengabdian KPPD luncurkan blog

Sukajaya_Satu lagi aksi nyata pemuda di daerah,kali ini kreatifitas diperlihatkan oleh komunitas pemuda peduli desa (KPPD) dengan membuat blog.

Menggunakan fasilitas worpress.com komunitas pemuda yang berada di desa Kiarasari Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor mengasah kemampuan menulis dan mempublikasikan daerahnya di halaman blog https://komunitaspemudapd.wordpress.com/

Komunitas yang lahir pada 24 Juni 2016 ini juga telah menerbitkan majalah bernama CIREWED pada saat launching KPPD di pertengahan tahun 2016.

cianten rafting pilihan wisata kayak dan arum jeram di bogor barat

bascamp Cianten RaftingSatu lagi alternatif destinasi wisata di sekitar Bogor Barat,pilihan wisata adrenalin belakangan ini telah menyedot perhatian para pelancong. Peluang ini ditangkap oleh team cianten rafting yang berlokasi di jalan prasasti ciaruteun,desa Muara Jaya, ciaruteun ilir Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor.
Berada di tepat pertemuan antara sungai Cianten dan Sungai Ciliwung menjadi titik strategis yang mudah dijangkau dari kawasan Bogor maupun Jakarta. Pengunjung dari Jakarta cukup menuju jalan raya ciampea menuju prasasti Ciaruteun.
Wisata yang dikelola oleh PT. Alma Media Cakrawala ini menawarkan paket-paket pilihan rafting baik bagi komunitas profesional maupun bagi pemula bahkan keluarga yang ingin menantang adrenalinnya. Tak perlu khawatir karena Cianten Rafting memiliki team guide yang berpengalaman,bahkan untuk memberikan pelayanan terbaik,salah seorang teamnya yang juga merupakan putra daerah sekitar kawasan wisata dilatih di New Zealand untuk melatih kemampuan olahraga kayak.
paket pilihan cianten raftingWisatawan yang ingin berkunjung dimudahkan dengan tersedianya website http://www.ciantenrafting.com. Dijamin setiap pengunjung akan mendapatkan pengalaman tersendiri saat mengikuti pilihan paket rafting di Cianten Rafting.(sul)

salak pondoh samidi oleh-oleh sukajaya yang mulai langka

Salak pondoh khas sukajaya
Salak pondoh khas sukajaya

Bagi warga sukajaya terutama para pegawai,popularitas salak pondoh pa haji samidi tentu bukan hal yang baru, tanaman yang mulai ditanam tahun 1995 ini telah menjadi buah yang diburu saat panen tiba. Rasa manis yang khas dari salak pondoh Pa Haji Samidi ini kini mulai langka,selain faktor alam yang panas,di dua tahun terakhir ini,juga faktor keamanan terhadap buah ini mulai terganggu bukan saja oleh hewan seperti tikus dan babi hutan,juga disebabkan oleh manusia-manusia para pencuri tak bertanggung jawab.

Buah salah dari kebun pa haji samidi memang berbeda dari salak pondoh lainnya,bahkan dengan indukan bibitnya dari jawa pun kerenyahan dan rasa manis buah salak pondok pa haji samidi ini sangat berbeda dan memiliki rasa yang khas. Itu sebabnya para penduduk sukajaya banyak yang menjadikannya sebagai oleh-oleh bagi tamu dan pengunjung dari luar sukajaya.

Pengunjung dapat membeli langsung ke kebun salak,sembari melihat secara langsung kebun salak yang berada di Kp. Warung Jongos Desa Jayaraharja Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor ini. Cukup dengan mengeluarkan biaya sepuluh ribu untuk setiap satu kilogram salak yang dipetik langsung dari pohonnya.

Kebun Salak Pa H. Samidi

CAMAT SUKAJAYA YAKINKAN KEMAJUAN SUKAJAYA DI DEPAN MATA

Camat Sukajaya Tengah Mempresentasikan Program Pembangunan Sukajaya
Camat Sukajaya Tengah Mempresentasikan Program Pembangunan Sukajaya ke Depan

Kemustahilan itu sudah menjadi KENYATAAN,nyatanya kita telah bergerak ke arah perubahan untuk Pembangunan Sukajaya. Mari jadikan kita bagian SEJARAH dari proses pembangunan itu. Kita yakini MISTERI SUKAJAYA ke depan sebagai MOTIVASI untuk berpikir dan berbuat  bahwa SUKAJAYA akan menjadi Wilayah Terkenal sebagai Tujuan Wisata dan SEMOGA BERDAMPAK POSITIF untuk Kemakmuran dan Kesejahteraan Masyarakatnya.

Semoga Allah Meridhoinya.

Semua lapisan masyarakat Sukajaya disemua tingkatan harus berbuat untuk PEMBANGUNAN SUKAJAYA. Berbuat Membangunan SUKAJAYA bisa melalui Pemikiran dan Pemahaman, Sosialisasi dan Ajakan, serta KERJA NYATA yang telah dilakukan oleh Pemerintah Desa Se-SUKAJAYA.

Ucapan Terimakasih disampaikan kepada :

Yth. Segenap Unsur Muspika Kec. Sukajaya, Para Kepala Desa, Sekdes dan Perangkat, BPD, LPM, RW/RT, MUI, Pemuda, Ketua TP.PKK dan Kader-kadernya, Kelompok Tani, Para Guru, Bidan Desa dan civitas kesehatan, Para Ustadz, Guru ngaji, Jamaah Majlis Taklim serta segenap Lapisan Masyarakat yg punya perhatian terhadap Perubahan dan Pembangunan SUKAJAYA ke Arah yg lebih baik.

Drs. Nana Mulyana,M.Si
(Camat Sukajaya)

Baca juga

HARUS BANYAK YANG DATANG KE SUKAJAYA

PERAN PEMUDA DALAM PEMBANGUNAN SUKAJAYA

CAMAT SUKAJAYA MEMANDANG PEMBANGUNAN

Hakikat manusia itu baik

Hakikat manusia itu baik,
Nyata kalam-Nya
Manusia dicipta
Paling baik atas penciptaannya
Kemudian arogansi menjadi raja
Keangkuhan mengalahkan logika
Akal nurani tak lagi terasah
Tapi manusia tetap manusia
Lahir dengan kedua potensinya
Memilih menjadi pemuja
Atau angkara murka
Mengharap syurga
Atau siap memasuki neraka
Semua ada jawabannya d dalam jiwa
Saat nurani berkata
Bahwa biarlah buruk seluruh dunia
Kebaikan akan tetap terjaga
Dan atasnya Tuhan
Janjikan balasan
Syurga bagi setiap hamba-Nya
Yang mampu berguna
Bagi lingkungannya

Aamiin..semoga

Baca juga Mutiara Motivasi

Cukup mudah Berkunjung ke Sukajaya

Perkembangan dan kemajuan teknologi informasi menepis batas teritorial. Semua terhubung dalam satu pergaulan global. Hal ini pun disadari oleh pemuda yang ada di Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor. Dengan tujuan mempublikasikan Sukajaya, Komunitas aksi sosial FMKS membuat blog VISIT SUKAJAYA Satu Aksi Membangun Sukajaya bukan sekedar memberikan informasi tentang Sukajaya, blog ini menjadi jalan interaksi bagi siapa saja yang ingin berkunjung ke Sukajaya. Buat yang baru pertama berkunjung mudah saja cukup mengisi daftar rencana kunjungan di blog VISIT SUKAJAYA dengan mengunjungi menu RENCANA BERKUNJUNG.

Mudah kan?

Selamat berkunjung ke Sukajaya!

FMKS buka blog Visit Sukajaya

visit-sukajaya

Satu lagi karya pemuda Sukajaya. demi wujudkan Sukajaya yang maju, segala upaya percepatan pembangunan daerah dilakukan, mulai pengembangan pembangunan inprastruktur, penggalian potensi sumber daya alam dan pengembangan potensi sumber daya manusianya. Peluang dan potensi modernisasi dan globalisasi dengan perkembangan IT disadari oleh team untuk membuka blog khusus sebagai media informasi sukajaya mulai dari reportase kegiatan, program, destinasi wisata dan pengembangan sumber daya lainnya demi terwujudnya percepatan pembangunan di sukajaya.

Blog bernama VISIT SUKAJAYA Satu Aksi Membangun Sukajaya itu dikelola oleh komunitas aksi sosial FMKS dalam naungan Yayasan Amal Bhakti Forum Muda Kreatif Sukajaya (YAB-FMKS) dengan alamat web  https://sukajayaweb.wordpress.com

RAYAKAN HUT KEMERDEKAAN RI MIN 1 BOGOR GELAR PERLOMBAAN

IMG_20160824_110220 IMG_20160824_095516 IMG_20160824_095545 IMG_20160824_101105 IMG_20160824_102013 IMG_20160824_102823Ajizsulaeman_Berbagai cara dalam rangka memupuk rasa nasionalisme dan semangat kebangsaan terhadap generasi penerus bangsa. Seperti yang dilakukan oleh Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Bogor (MIN 1 Bogor.red) rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-71 diisi dengan berbagai kegiatan perlombaan dan karnaval kebangsaan. Kegiatan yang dihelat selama dua hari mulai Rabu, 24 Agustus 2016 ini diikuti oleh seluruh siswa MIN 1 Bogor, seluruh staf akademika dan orang tua siswa.

Semangat lahirkan perubahan

Semangat..
Sederhana saat diucapkan,
Ringan saat dituliskan,
Sepertinya mudah untuk dilakukan,

Betapa,sesuatu yang sederhana,ringan dan mudah itu menjadi sebuah kekuatan maha dahsyat yang mampu merobohkan dinding-dinding tembok kemustahilan.

Telah banyak fakta membuktikan,bahwa ketiadaan,kekurangan,bahkan hal apapun yang menyatakan kemustahilan akan menjadi tersisih saat semangat lahir menjawab kenyataan yang kadang tak berpihak.

Lalu bagaimana melahirkan semangat?
Kata yang sederhana,ringan untuk ditulis dan seakan mudah untuk dilakukan itu,akan lahir saat sanubari tersadarkan akan pentingnya sebuah perubahan.

Sebagaimana kita telah diajarkan oleh goresan tinta emas sejarah perjuangan para leluhur yang dengan semangat,nyata melahirkan kekuatan maha dahsyat untuk mampu keluar dari tirani penjajahan yang seolah berat untuk dirobohkan.

#bamburuncingmengalahkanserbuanmesiudancanggihnyapersenjataan

#menebarkebaikanmengingatkankebaikanmendorongsemangatbersama

Ajiz Sulaeman
Yayasan Amal Bhakti Forum Muda Kreatif Sukajaya (FMKS)

https://ajizsulaeman.wordpress.com

MIN 1 BOGOR KEMBALI IKUTI PEMBINAAN DOKCIL PUSKESMAS LEUWISADENG

IMG_20160804_115133Kamis, 04 Agustus 2016 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Negeri 1 Bogor kembali mengikuti kegiatan pembinaan dokter kecil (dokcil) yang diselenggarakan oleh UPT Puskesmas Leuwisadeng. Bersama tiga SD lainnya. 14 siswa dokcil MIN 1 Bogor sejak pukul 08.00 sampai pukul 12.00 WIB mengikuti rangkaian pembinaan berupa penyampaian materi kesehatan dan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan latihan simulasi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) dengan dibimbing langsung oleh dua orang dokter dan dua orang tenaga kesehatan lainnya dari Puskesmas Leuwisadeng.

Selain mendapatkan materi dan latihan simulasi P3K, para dokter kecil MIN 1 Bogor yang tergabung dalam kelas pembinaan sebanyak 43 orang dokcil juga mendapatkan banyak pengalaman baru terutama kegiatan tersebut dapat menjadi ajang perkenalan para dokci dari empat sekolah. Kegiatan yang dilaksanakan di SD Negeri Sadeng 01 juga menjadi ajang seleksi pencarian dokcil terbaik tingkat Kecamatan Leuwisadeng.

Dalam kegiatan pembinaan dokcil MIN 1 Bogor juga menampilkan mars UKS dan mars Cuci tangan sebagai sosialisasi kegiatan dokcil yang dilaksanakan di Tim Pelaksana Usaha Kesehatan Sekolah (TP. UKS) MIN 1 Bogor dalam binaan guru pembina UKS Ajiz Sulaeman, S.Pd.

Berikut dokumentasi kegiatan yang telah dilaksanakan :

IMG_20160804_115127 IMG_20160804_115133 IMG_20160804_083534 IMG_20160804_085447 IMG_20160804_111159 IMG_20160804_111218 IMG_20160804_111528 IMG_20160804_111828 IMG_20160804_111834 IMG_20160804_111911 IMG_20160804_111925 IMG_20160804_112021 IMG_20160804_112124 IMG_20160804_115023

Desa Sipayung Juara Umum MTQ Sukajaya

Kades Sipayung beserta ibu saat menerima trophy Juara umum dari Camat Sukajaya
Kades Sipayung beserta ibu saat menerima trophy Juara umum dari Camat Sukajaya

Ajizsulaeman_Sukajaya_Sorak sorai penghadir bergemuruh saat satu persatu pemenang Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kecamatan Sukajaya diumumkan pada malam penutupan MTQ Rabu malam, 27 Juli 2016 di Lapangan desa Sipayung. Sukacita nampak dalam gelaran syiar dan dakwah yang menjadi agenda tahunan tersebut.

Desa Sipayung yang merupakan tuan rumah pelaksanaan MTQ patut berbangga hati atas kesuksesan yang diraih oleh kafilah utusan peserta MTQ dan Festival Qosidah dan Marawisnya yang mampu meraih enam trophy penghargaan juara satu dari sepuluh cabang yang dilombakan. 

Ukat Sukatma, Kepala Desa Sipayung saat dimintai komentarnya mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh peserta kafilah desanya dan umumnya seluruh warga Desa Sipayung yang mampu menciptakan suasana kondusif sehingga sukses melaksanakan kegiatan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) yang untuk pertama kalinya digelar di luar area kantor kecamatan Sukajaya.

“Saya sangat terharu dan bersyukur bukan saja karena kafilah desa kami menjadi juara umum,namun lebih dari itu telah sukses menyelenggarakan kegiatan MTQ yang dilaksanakan di desa Sipayung untuk tingkat Kecamatan Sukajaya. Keberhasilan dan kebahagiaan ini merupakan hasil kerjasama semua pihak dan warga secara umum se-Kecamatan Sukajaya. Untuk itu ucapan terima kasih tak terhingga kami haturkan kepada segenap pihak yang telah menjadi bagian atas kesuksesan penyelengaraan acara ini.” ungkapnya.

Saat ditanya terkait agenda ke depan, Kades Sipayung menyatakan akan mendorong pembinaan para utusan yang telah menjadi juara satu untuk siap menjadi utusan peserta MTQ di tingkat kabupaten. Selain itu pembinaan pendidikan Al-Qur’an merupakan prioritas dalam membina dan mewujudkan masyarakat yang cinta al-qur’an.

“Kedepan pembinaan tilawah al-qur’an akan terus digalakkan,dan pemerintahan desa akan senantiasa mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan terutama pembinaan pendidikan al-qur’an. Hal ini mengingat saat ini banyak generasi muda yang sudah mulai enggan memperdalam ilmu agama terutama mengaji dan mengkaji al-qur’an.” pungkasnya.

Sementara ke-enam trophy juara satu yang diraih kafilah Desa Sipayung diantaranya; juara satu cabang Festival marawis yang diwakili oleh team marawis APIS Al-Barokah, Murotal putra atas nama Gugun, tilawah anak-anak putra atas nama Lukmanul Hakim, tilawah anak-anak putri atas nama Milawati, tilawah remaja putra atas nama M. Hendar Asyifa, tilawah dewasa putra atas nama Andriansyah. xule.

MTQ Sukajaya Sedot Antusias Warga

camat Sukajaya saat memberikan arahanAjizsulaeman_Sukajaya-Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an membahana di Sukajaya. Gelaran Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kecamatan Sukajaya yang di selenggarakan di Lapangan Desa Sipayung berhasil menyedot antusias masyarakat untuk hadir dalam gelaran tiap tahunan ini. Kegiatan yang dihelat selama dua hari mulai tanggal 26-27 Juli 2016 menjadi berbeda karena untuk pertama kalinya dilaksanakan diluar lingkungan kantor Kecamatan. Hal ini diharapkan dapat mendekatkan gelaran MTQ dengan masyarakat.
Abdurrahman,S.Hi.,Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) mengungkapkan dengan diadakannya kegiatan MTQ di lingkungan masyarakat diharapkan mampu memasyarakatkan syiar agama terutama nilai-nilai Al-Qur’an dengan masyarakat umum.
“Tahun ini berbeda karena kegiatan dilaksanakan di luar area kantor Kecamatan Sukajaya,antusias masyarakat sangat membahagiakan karena sejak hari pertama masyarakat Sukajaya yang hadir sangat membludak. Hal ini bukti masyarakat Sukajaya memegang teguh nilai-nilai ajaran agama Islam dan syiar agama.” Ungkap Kepala KUA yang juga Qori dan juga langganan peserta MTQ di waktu muda terutama saat di PTIQ Jakarta.
Drs.H.Nana Mulyana,M.Si. Camat Sukajaya menyambut gembira dengan terlaksananya acara MTQ Tingkat Kecamatan. Kegiatan yang dilaksanakan dengan kerjasama semua pihak mulai pemerintah dan masyarakat terutama para ulama di Kecamatan Sukajaya sebagai bukti Sukajaya terus menata diri menuju percepatan pembangunan disegala aspek kehidupan.
“Alhamdulillah selama kegiatan berlangsung cuaca mendukung karena kegiatan dilaksanakan di lapangan. Dari kegiatan ini akan lahir cikal bakal qori dan qoriah yang akan mewakili Kecamatan Sukajaya di MTQ tingkat Kabupaten Bogor mendatang.” ungkapnya.
Dalam sambutannya camat Sukajaya mengucapkan banyak terima kasih atas segala kerjasama semua pihak yang terlibat dalam suksesnya acara. Di tahun depan kegiatan akan dilaksanakan di Desa Kiarapandak sebagai wujud menggugah semangat syiar dan dakwah di seluruh wilayah Kecamatan Sukajaya.
Selanjutnya para qori dan qoriah yang menjadi juara dalam MTQ tingkat Kecamatan Sukajaya selain mendapat trophy penghargaan dan uang pembinaan, juga berkesempatan mengikuti pembinaan menjelang perlombaan MTQ di tingkat kabupaten.
Selain memperlombakan tilawatil qur’an kegiatan ini juga memperlombakan cabang marawis dan qosidah dalam rangkaian festival seni Islami.
Malam terakhir pelaksanaan MTQ menjadi tambah meriah dengan selingan penampilan team marawis dari Pondok Pesantren APIS Al-Barokah, team marawis utusan Desa Sipayung dalam bimbingan langsung Ustadz Habibi yang juga menjadi juara dalam festival marawis itu mampu menambah semarak kegiatan dan menghipnotis seluruh penghadir.xule

Mahasiswa Pascasarjana UNPAK belajar SIM di Sekolah Al-Madinah


IMG_20160723_151616Ajizsulaeman_Sabtu, 23 Juli 2016 sebanyak 59 mahasiswa pascasarjana Universitas Pakuan program studi Administrasi Pendidikan semester 2 mengikuti kuliah lapangan di Sekolah Al-Madinah Cibinong. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk upaya aplikatif dalam memahami mata kuliah Sistem Informasi Manajemen.

Dr. Sumardi, Ketua Program Studi Administrasi Pendidikan Universita Pakuan mengungkapkan kegiatan kuliah lapangan ini dilaksanakan agar para mahasiswa mendapatkan pengetahuan dan pengalaman riil dalam pengelolaan SIM dalam dunia pendidikan.

“Mahasiswa pascasarjana Unpak harus dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk melihat secara langsung penggunaan SIM dalam dunia pendidikan, selanjutnya dapat diaplikasikan di sekolah masing-masing.” Ungkapnya.

Dalam sambutannya Drs. R.Agus Sriyanto, M.Pd. Ketua yayasan Al-Madinah memaparkan pengelolaan SIM di sekolah Al-Madinah digunakan untuk menjawab tantangan dunia masa kini yang semakin modern.

“SIM di Al-Madinah mengelola semua aktifitas sekolah, baik yang berhubungan dengan guru, siswa maupun orang tua/wali murid. Database semua siswa yang tercatat sebanyak 2.000 siswa menjadi media komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua yang hampir seluruhnya berpendidikan minimal S1.” paparnya.

Contoh riil dalam pelaksanaan SIM, sekolah Al-Madinah menggunakan finger print multymedia yang secara langsung terkoneksi dengan orang tua/wali murid baik kehadiran maupun saat anak-anak pulang. Program ini telah dilaksanakan selama 6 tahun dan telah menginspirasi sekolah-sekolah lainnya mengikuti kreatifitas yang dilaksanakan sekolah Al-Madinah Cibinong.

IMG_20160723_134105IMG_20160723_134211

IMG_20160723_122217


FMKS ajarkan konsep cooperative strategies Pemuda Kiarasari

Kiarasari, Jum’at, 15 Juli 2016. Yayasan amal bhakti Forum Muda Kreatif Sukajaya (FMKS) diundang untuk mengikuti dan memberi presentasi materi motivasi organisasi dalam acara lounching Komunitas Pemuda Peduli DSC_0032Desa (KPPD) di aula kantor desa Kiarasari Kecamatan Sukajaya Kab. Bogor.

Dalam sambutan dan presentasi motivasi organisasinya, Ajiz Sulaeman ketua umum Yayasan Amal Bhakti Forum Muda Kreatif Sukajaya mengajak para pemuda Kiarasari untuk bangun menjadi inspirasi bagi pemuda lainnya untuk bersama membangun daerahnya. Melalui simulasi konsep cooperative strategies ketua umum FMKS yang juga mahasiswa pasca sarjana Universitas Pakuan mengingatkan semua peserta untuk menjadi mitra yang baik yang mendukung dan mendorong kemajuan dan kesuksesan atas setiap upaya positif yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun lembaga masyarakat lainnya.

Berikut dokumentasi kegiatan yang dilaksanakan :

DSC_0005 DSC_0009 DSC_0015 DSC_0021 DSC_0027 DSC_0029 DSC_0036 DSC_0037 DSC_0038 DSC_0042 DSC_0043 DSC_0044 DSC_0047 DSC_0052 DSC_0054 DSC_0061 DSC_0072 DSC_0075 DSC_0098 DSC_0100

Dokumentasi Kegiatan Program Peduli Pendidikan

Rabu, 13 Juli 2016 Yayasan Amal Bhakti Forum Muda Kreatif Sukajaya (YAB-FMKS) bekerja sama dengan program peduli kasih Indosiar menyerahkan paket bantuan program peduli pendidikan dalam agenda acara halal bihalal bersama sembilan puluh target sasaran yang merupakan siswa tidak mampu, yatim dan anak korban perceraian di aula serba guna Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor. Hadir dalam acara Camat Sukajaya Drs. H. Nana Mulyana, M.Si. Kepala UPT Puskesmas Sukajaya, Kepala UPT Pendidikan, Kepala KUA SUkajaya, Kapospol Sukajaya, Danramil Cigudeg dan para Kepala Desa se-Kecamatan Sukajaya.

Berikut photo-photo dokumentasi kegiatan yang telah dilaksanakan.

DSC_0021 DSC_0040 DSC_0041 DSC_0044 DSC_0046 DSC_0050 DSC_0051 DSC_0054 DSC_0065 DSC_0071 DSC_0076 DSC_0080 DSC_0097 DSC_0102 DSC_0103 DSC_0104 DSC_0105 DSC_0112 DSC_0113 DSC_0115 DSC_0116 DSC_0127 DSC_0132

MIN 1 Bogor Gelar Halal bihalal awali Tahun Ajaran Baru


AjizSulaeman_Mengawali tahun pelajaran baru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Negeri 1 Bogor menggelar halal bihalal. Acara yang dilaksanakan di halaman madrasah diikuti oleh semua guru berseragam korpri, seluruh siswa dan para orang tua. Semarak halal bihalal semakin ramai dengan hadirnya hampir seluruh orang tua siswa baru tahun pelajaran 2016/2017 yang tahun ini menerima tiga kelas dengan rasio per kelas maksimal 35 siswa baru.

Halaman madrasah yang tepat berada di pinggir jalan raya Sadeng penuh dengan para siswa, orang tua siswa dan guru. Semua semangat menyongsong awal tahun pelajaran baru. Semangat ini nampak dari antusias siswa dan para orang tua yang sejak pukul enam pagi telah datang ke madrasah.

Pelayanan prima menjadi prioritas bagi para tenaga pendidik di MI N 1 Bogor yang sebelumnya bernama MI Negeri Sadeng. Hal ini diperlihatkan dengan tidak nampaknya orang tua siswa baru berebut meja kursi bagi anak-anaknya yang ditahun ini menjadi siswa madrasah.

“Semua telah disusun rapih, baik pengelompokkan kelas, pengaturan ruang kelas dan pengadaan meja kursi bagi seluruh siswa terutama bagi siswa baru telah disediakan satu set moubeler baru dan menyusul satu set lagi telah dipesan. Sebagai bentuk peningkatan pelayanan bagi siswa dan orang tua.” Ujar Ajiz Sulaeman, Ketua penerimaan peserta didik baru (PPDB).

M. Darum,S.Ag.,M.Pd.I, kepala MI Negeri 1 Bogor mengingatkan kepada seluruh siswa dan guru untuk terus mengoptimalkan kinerja meningkatkan prestasi madrasah yang telah diraih ditahun pelajaran sebelumnya. Dalam sambutannya kepala madrasah menghimbau seluruh siswa dan guru terus menampilkan kerapihan dalam berpakaian dan menjadikan madrasah mampu menjadi madrasah model di masa yang akan datang.

“MI Negeri Sadeng memiliki sumber daya manusia sebagai tenaga pengajar yang handal. Tahun depan delapan puluh persen gurunya akan bertitel magister (S.2). Para orang tua akan mendapatkan pelayanan terbaik dari para guru terutama dalam pelayanan pendidikan agama sebagai ciri khas dan keunggulan madrasah.” Ujarnya.

Selain mengajarkan tentang arti silaturrahim, halal bihalal ini sekaligus melatih anak-anak untuk membiasakan hidup teratur, sabar dan yang paling utama menanamkan rasa hormat terhadap guru dan orang tua juga menanamkan budaya antri bagi siswa.

Setelah mendapatkan wejangan dan perkenalan dengan semua guru yang ada di MIN 1 Bogor oleh kepala madrasah, seluruh siswa diawali dari siswa baru dan para orang tua wali murid dengan tertib bersalaman dengan para guru dan kepala madrasah. Suasana haru terpancar dari wajah seluruh keluarga besar MIN 1 Bogor diiringi lantunan sholawat dari para guru.IMG_20160718_081226 IMG_20160718_080345 IMG_20160718_075149

Meraih Sukses Menebar Kebaikan

Sukses, satu kata dengan banyak penafsiran. Sukses dipersepsikan sebagai satu kondisi ketika seseorang mampu meraih apa yang dicita-citakan. Sukses juga diartikan saat seseorang mampu merasakan nikmatnya hidup dalam nuansa kebahagiaan. Tak sedikit pula sukses diartikan sebagai ketercukupan materi sebagai hasil atas usaha yang dilakukan.

Seorang pelajar yang selama pendidikannya berupaya meraih cita-cita dengan tekun dan rajin belajar,memaksimalkan usaha yang dilakuan hingga selesai dalam pendidikan, bekerja dan meraih fasilitas dan ketercukupan materi tak sedikit diartikan sebagai buah daripada kesuksesan.

Seandainya saja sukses diukur dalam takaran materi,tentu manusia akan merasakan kebahagiaan,kenyamanan atau ketentraman. Tapi nyatanya tak sedikit pula saat sukses dengan takaran ketercukupan materi, seseorang tak mendapatkan kebahagiaan, dan kenyamanan.

Seandainya saja kadar sukses seseorang diukur daripada kepopuleran diri di lingkungan masyarakatnya, tentu para selebritis dikategorikan sebagai orang-orang sukses. Tapi lagi-lagi tak sedikit yang tidak menampakkan kebahagiaan dan ketentraman dalam hidupnya.

Lalu, takaran seperti apa seseorang dikatakan sukses? Semua pastinya kembali akan memberikan banyak argumen untuk pertanyaan tersebut. Namun, bagi penulis, cukuplah kata sukses itu diartikan sebagai sebuah tingkat kebahagiaan yang menentramkan. Ketentraman tentunya tak selalu diukur dengan materi atau kepopuleran, kebahagianpun tak selalu harus dilihat dari seberapa banyak materi yang dimiliki untuk memuaskan segala keinginan.

Kebahagiaan dan ketentraman dalam kadar kesuksesan dapat diraih saat diri kita mampu berbahagia saat mampu memberikan kebahagiaan bagi orang lain. Bukankah konsep sukses tercermin dalam setiap do’a yang setiap saat mungkin kita sampaikan “selamat di dunia, dan selamat di akhirat.”

Kadar kesuksesan seseorang saat hidupnya mampu menjadi jalan manfaat bagi lingkungannya. “Sebaik-baiknya manusia adalah saat bisa bermanfaat bagi lingkungannya.”

Kemudian apakah memberikan kebahagiaan itu kita lakukan saat kita sudah mencapai titik kesuksesan? Kalo kondisinya seperti demikian maka kita harus menguras setiap potensi untuk sukses baru membahagiakan orang lain. Namun terkadang kita tak mudah meraih itu, atau bahkan tak sedikit orang yang gagal meraihnya. Lalu apakah kewajiban untuk bisa bermanfaat bagi lingkungan gugur saat kita gagal meraih sukses.?

Yakinilah saat segala potensi diri kita dioptimalkan untuk menebar kebaikan bagi sesama dengan harapan menggali manfaat diri atas lingkungan,maka kebahagiaan dan ketentraman itu akan menyapa,mendekat bahkan melekat dalam sanubari. Dengannya sukses dapat kita rasakan dengan terus berupaya menebar kebaikan bagi sesama.

Bahagia tak selalu hadir dengan materi, ketercukupan harta benda, jabatan atau kepopuleran. Namun ketentraman diri yang lahir atas kemampuan kita memaksimalkan potensi diri untuk menebar kebaikan.

Menebar kebaikan mendekatkan jalan menuju kebahagiaan dan ketentraman, kebahagiaan dan ketentraman satu hal yang urgent dalam sebuah kata kesuksesan.

Ajiz Sulaeman,S.Pd.

Ketua dan pendiri Yayasan Amal Bhakti Forum Muda Kreatif Sukajaya (FMKS)

“Menggugah nurani, beraksi bersama memberi arti”

Menerjang Jalan Berlumpur FMKS Kunjungi Kiarasari

Ajizsulaeman_Sebagai wujud kecintaan akan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh kaum muda, Jum’at, 15 Juli 2016 Yayasan Amal Bhakti Forum Muda Kreatif Sukajaya (YAB-FMKS) menghadiri deklarasi Komunitas Pemuda Peduli Desa (KPPD) di Desa Kiarasari. Hujan lebat ditambah dengan jalanan licin karena tengah dilakukan pelebaran tidak menyurutkan niat FMKS untuk bisa hadir sekaligus memberi dukungan moril keberadaan dan aksi KPPD. Hadir tepat waktu sesuai undangan, acara baru dimulai pukul 21.00 wib karena hujan yang lebat menjadi kendala hadirnya beberapa pihak yang diundang. Namun walau demikian acara tetap dilaksanakan dan dihadiri oleh Kepala Desa Kiarasari dan staff, juga para pemuda Kiarasari.

Dalam presentasi materi yang disampaikan FMKS merasa bangga melihat aktifitas KPPD yang secara latar belakang memiliki kesamaan visi yaitu menjadikan pemuda bukan lagi pendulang masalah sosial tetapi tampil menjadi pemberi solusi atas problematika di masyarakat.

Dalam diskusi pemuda hinggal larut malam, FMKS memberi gambaran dokumentasi aksi FMKS yang telah dilakukan, harapannya agar bisa memberi inspirasi untuk semua pemuda agar bisa beraksi nyata bukan sekedar berkata-kata.

Dalam presentasinya FMKS juga memberikan simulasi terkait bagaimana mencari dan memilih mitra yang baik. Melalui simulasi dengan pola permainan berpasangan, semua pemuda disadarkan untuk menjadi mitra kesuksesan pembangunan yang baik, yang memberikan peluang dan dukungan atas setiap aksi yang dilakukan oleh pihak lain. Tidak kemudian menjegal aktifitas pihak lain yang nyata dilakukan untuk melakukan pembangunan.

Diakhir presentasi materi FMKS mengucapkan selamat atas dibentuknya Komunitas Pemuda Peduli Desa (KPPD) dan FMKS siap membantu dalam kegiatan-kegiatan pemberdayaan pembangunan pemuda.DSC_0038

Lounching KPPD luncurkan Majalah

IMG_20160715_222724Ajizsulaeman_Problematika pemuda di lingkungan masyarakat dewasa ini seperti  maraknya aksi tawuran dan lainnya menggugah beberapa pemuda Kiarasari untuk membuat Komunitas Pemuda Peduli Desa (KPPD). Jum’at, 15 Juli 2016 di aula Kantor Kepala Desa Kiarasari. Pemuda yang tergabung dalam KPPD mendeklarasikan diri sebagai komunitas yang peduli atas problematika pemuda dan upaya mendorong pembangunan di Desa Kiarasari.

Kepala Desa Kiarasari Nurodin,SH. menyambut baik keinginan pemuda untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah. Menurutnya semua pihak sedianya menjadi bagian dalam keberlangsungan pembangunan daerah.

“Dalam menjalankan pemerintahan, semua elemen harus diberdayakan, masing-masing memiliki fungsi dan peran.” Ungkapnya.

Sementara dalam kesempatan yang sama, Haris ketua Komunitas Pemuda Peduli Desa (KPPD) mengungkapkan latar belakang dibentuknya KPPD adalah untuk menjawab realita terhadap problematika pemuda sebagai titik kerawanan permasalahan sosial.

“Pemuda rawan dalam permasalahan sosial seperti tawuran,maka harus ada kegiatan yang menyatukan pemuda.” Ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama KPPD juga menerbitkan sebuah buletin dengan nama “Cirewed” sebagai media informasi tentang publikasi kegiatan dan mengangkat isu-isu seputar desa.

“Masyarakat harus tahu apa saja yang dilakukan dan diprogramkan oleh pemerintahan desa, melalui buletin ini informasi desa bisa diterima oleh masyarakat.” Ungkap Suhendar, ketua direksi buletin yang kini masih pelajar di yayasan Ummul Quro Al-Islami Leuwiliang.

Halal bihalal FMKS serahkan Bantuan Peduli Pendidikan

Ajizsuleman_Sebagai wujud kepekaan sosial terhadap dunia pendidikan, Yayasan Amal Bhakti Forum Muda Kreatif Sukajaya (YAB_FMKS) Rabu, 13 Juli 2016 menyerahkan 90 paket bantuan alat tulis kepada anak-anak di Kecamatan Sukajaya. Kegiatan yang diharapkan dapat meringankan beban masyarakat terutama menjelang awal tahun ajaran baru ini dilaksanakan FMKS dalam acara halal bihalal bersama Muspika Kecamatan Sukajaya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula serba guna Kecamatan Sukajaya dengan dihadiri seluruh unsur Muspika, diantaranya Camat Sukajaya, Kepala UPT Pendidikan, Kepala UPT Puskesmas, Kepala KUA, Kapospol Sukajaya, Danramil Cigudeg, dan Kepala Desa se-Kecamatan Sukajaya.

Kegiatan Program peduli pendidikan FMKS juga mendapat dukungan bantuan dari program Peduli Kasih Indosiar. Hal ini menambah antusias warga sehingga masyarakat yang hadir merasa terbantu dengan aktifitas penyerahan bantuan berupa alat tulis. Sinergitas semua pihak nampak dengan antusias hadirin untuk mengikuti acara sampai selesai.

Kegiatan halal bihalal juga sekaligus mensosialisasikan pengembangan Komunitas Aksi Sosial Forum Muda Kreatif Sukajaya (FMKS) menjadi Yayasan Amal Bhakti. DSC_0044

Yayasan Amal Bhakti FMKS Siapkan bantuan untuk anak Sekolah

Sukajaya_Komunitas aksi sosial Forum Muda Kreatif Sukajaya (FMKS) kini telah mengembangkan diri menjadi Yayasan Amal Bhakti FMKS. Dengan terus membawa semangat pengabdian “menggugah nurani, beraksi bersama memberi arti” bertajuk Program Peduli Pendidikan Anak Keluarga Tidak Mampu, Rabu, 13 Juli 2016 FMKS siapkan agenda halal bilhalal dan penyerahan bantuan kepada sekitar tujuh puluh siswa di Sukajaya. Kegiatan yang direncanakan digelar di aula serba guna kantor Kecamatan Sukajaya selain bekerja sama dengan Muspika Kecamatan Sukajaya juga bekerja sama dengan Jalinan Kasih Indosiar. Paket BAntuan berupa alat tulis disiapkan untuk membantu para siswa menjelang awal tahun ajaran baru.

Untuk mensukseskan kegiatan tersebut, Yayasan Amal Bhkati FMKS juga mengajak semua pihak terkait yang memiliki kepekaan dan kepedulian sosial terhadap permasalahan di tengah-tengah masyarakat untuk turut mengambil bagian dengan menjadi donatur kegiatan bahkan lebih jauh dapat menjadi orang tua asuh daripada anak-anak dari keluarag tidak mampu.

Info terkait donasi dapat menghubungi layanan di nomor handphone dan whatapps 085697314238.

Jalin kebersamaan Alumni Smanell 2002 padati Galuga 1

IMG-20160702-WA005Leuwiliang-Demi jalin silaturahim, hampir seratus orang alumni SMA Negeri 1 Leuwiliang lulusan tahun 2002 padati RM. Galuga 1. Bertajuk Silaturrahim dan buka puasa bersama para alumnus SMA Negeri terkemuka di Bogor dari berbagai jurusan itu berkumpul dalam kegiatan yang rutin diadakan setiap bulan Ramadhan.

Ajiz Sulaeman, koordinator keluarga besar alumni smanell47-2002 mengungkapkan kegiatan buka bersama menjadi media silaturahim para alumni yang telah tersebar di berbagai daerah dengan berbagai profesi dan aktifitas.

“Buka puasa bersama merupakan kegiatan rutin setiap bulan Ramadhan, agar tali kekeluargaan tetap terjalin antar alumni. Aktifitas dan profesi yang beragam dari para alumni menjadi potensi dalam menunjang kegiatan baik yang bergerak dibidang ekonomi maupun sosial.” ungkapnya.

Kegiatan bukber tahun ini merupakan yang ke-enam kalinya setelah lulus pada tahun 2002. Selain menjadi momentum silaturahim alumni senantiasa memanfaatkan moment ini untuk menjalin komunikasi terutama dalam kegiatan-kegiatan sosial yang telah dan akan dilaksanakan.

Alvin Sopian, lulusan SMANELL yang kini bekerja di Qatar menyatakan kegiatan buka bersama sangat bermanfaat terutama dapat mengenalkan masing-masing keluarga.

“Penuh hikmah dalam hangatnya kebersamaan, semoga di tahun depan saya bisa kembali hadir di acara bukber sekaligus reuni dengan rekan-rekan yang sudah hampir empat belas tahun tidak bertemu.” ungkapnya.

Kedepan keluarga besar alumni smanell47-2002 berharap dapat meningkatkan perannya terutama dalam kegiatan yang bermanfaat baik untuk alumni itu sendiri,almamater maupun para siswa yang kini tengah belajar di SMA Negeri 1 Leuwiliang. Alumni sedianya tetap bisa menjalin komunikasi dengan almamaternya sehingga dapat menunjang ketercapaian visi sekolah. Sule.

Pedoman Media Cyber

Kemerdekaan berpendapat, kemerdekaan berekspresi, dan kemerdekaan pers adalah hak asasi manusia yang dilindungi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB. Keberadaan media siber di Indonesia juga merupakan bagian dari kemerdekaan berpendapat, kemerdekaan berekspresi, dan kemerdekaan pers.

Media siber memiliki karakter khusus sehingga memerlukan pedoman agar pengelolaannya dapat dilaksanakan secara profesional, memenuhi fungsi, hak, dan kewajibannya sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Untuk itu Dewan Pers bersama organisasi pers, pengelola media siber, dan masyarakat menyusun Pedoman Pemberitaan Media Siber sebagai berikut:

  • Ruang Lingkup
    Media Siber adalah segala bentuk media yang menggunakan wahana internet dan melaksanakan kegiatan jurnalistik, serta memenuhi persyaratan Undang-Undang Pers dan Standar Perusahaan Pers yang ditetapkan Dewan Pers. Isi Buatan Pengguna (User Generated Content) adalah segala isi yang dibuat dan atau dipublikasikan oleh pengguna media siber, antara lain, artikel, gambar, komentar, suara, video dan berbagai bentuk unggahan yang melekat pada media siber, seperti blog, forum, komentar pembaca atau pemirsa, dan bentuk lain.
  • Verifikasi dan keberimbangan berita
    • Pada prinsipnya setiap berita harus melalui verifikasi.
    • Berita yang dapat merugikan pihak lain memerlukan verifikasi pada berita yang sama untuk memenuhi prinsip akurasi dan keberimbangan.
    • Ketentuan dalam butir (a) di atas dikecualikan, dengan syarat:
      • Berita benar-benar mengandung kepentingan publik yang bersifat mendesak;
      • Sumber berita yang pertama adalah sumber yang jelas disebutkan identitasnya, kredibel dan kompeten;
      • Subyek berita yang harus dikonfirmasi tidak diketahui keberadaannya dan atau tidak dapat diwawancarai;
      • Media memberikan penjelasan kepada pembaca bahwa berita tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut
        yang diupayakan dalam waktu secepatnya. Penjelasan dimuat pada bagian akhir dari berita yang sama, di dalam kurung
        dan menggunakan huruf miring.
    • Setelah memuat berita sesuai dengan butir (c), media wajib meneruskan upaya verifikasi, dan setelah verifikasi didapatkan, hasil verifikasi dicantumkan pada berita pemutakhiran (update) dengan tautan pada berita yang belum terverifikasi.
  • Isi Buatan Pengguna (User Generated Content)
    • Media siber wajib mencantumkan syarat dan ketentuan mengenai Isi Buatan Pengguna yang tidak bertentangan dengan Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, yang ditempatkan secara terang dan jelas.
    • Media siber mewajibkan setiap pengguna untuk melakukan registrasi keanggotaan dan melakukan proses log-in terlebih dahulu untuk dapat mempublikasikan semua bentuk Isi Buatan Pengguna. Ketentuan mengenai log-in akan diatur lebih lanjut.
    • Dalam registrasi tersebut, media siber mewajibkan pengguna memberi persetujuan tertulis bahwa Isi Buatan Pengguna yang dipublikasikan:
      • Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul;
      • Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan;
      • Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
      • Media siber memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus Isi Buatan Pengguna yang bertentangan dengan butir (c). Media siber wajib menyediakan mekanisme pengaduan Isi Buatan Pengguna yang dinilai melanggar ketentuan pada butir (c). Mekanisme tersebut harus disediakan di tempat yang dengan mudah dapat diakses pengguna.
      • Media siber wajib menyunting, menghapus, dan melakukan tindakan koreksi setiap Isi Buatan Pengguna yang dilaporkan dan melanggar ketentuan butir (c), sesegera mungkin secara proporsional selambat-lambatnya 2 x 24 jam setelah pengaduan diterima.
      • Media siber yang telah memenuhi ketentuan pada butir (a), (b), (c), dan (f) tidak dibebani tanggung jawab atas masalah yang ditimbulkan akibat pemuatan isi yang melanggar ketentuan pada butir (c).
      • Media siber bertanggung jawab atas Isi Buatan Pengguna yang dilaporkan bila tidak mengambil tindakan koreksi setelah batas waktu sebagaimana tersebut pada butir (f).
  • Ralat, Koreksi, dan Hak Jawab
    • Ralat, koreksi, dan hak jawab mengacu pada Undang-Undang Pers, Kode Etik Jurnalistik, dan Pedoman Hak Jawab yang ditetapkan Dewan Pers.
    • Ralat, koreksi dan atau hak jawab wajib ditautkan pada berita yang diralat, dikoreksi atau yang diberi hak jawab.
    • Di setiap berita ralat, koreksi, dan hak jawab wajib dicantumkan waktu pemuatan ralat, koreksi, dan atau hak jawab tersebut.
    • Bila suatu berita media siber tertentu disebarluaskan media siber lain, maka:
      • Tanggung jawab media siber pembuat berita terbatas pada berita yang dipublikasikan di media siber tersebut atau media siber yang berada di bawah otoritas teknisnya;
      • Koreksi berita yang dilakukan oleh sebuah media siber, juga harus dilakukan oleh media siber lain yang mengutip berita dari media siber yang dikoreksi itu;
      • Media yang menyebarluaskan berita dari sebuah media siber dan tidak melakukan koreksi atas berita sesuai yang dilakukan oleh media siber pemilik dan atau pembuat berita tersebut, bertanggung jawab penuh atas semua akibat hukum dari berita yang tidak dikoreksinya itu.
      • Sesuai dengan Undang-Undang Pers, media siber yang tidak melayani hak jawab dapat dijatuhi sanksi hukum pidana denda paling banyak Rp500.000.000 (Lima ratus juta rupiah).
  • Pencabutan Berita
    • Berita yang sudah dipublikasikan tidak dapat dicabut karena alasan penyensoran dari pihak luar redaksi, kecuali terkait masalah SARA, kesusilaan, masa depan anak, pengalaman traumatik korban atau berdasarkan pertimbangan khusus lain yang ditetapkan Dewan Pers.
    • Media siber lain wajib mengikuti pencabutan kutipan berita dari media asal yang telah dicabut.
    • Pencabutan berita wajib disertai dengan alasan pencabutan dan diumumkan kepada publik.
  • Iklan
    • Media siber wajib membedakan dengan tegas antara produk berita dan iklan.
    • Setiap berita/artikel/isi yang merupakan iklan dan atau isi berbayar wajib mencantumkan keterangan ‘advertorial’, ‘iklan’, ‘ads’, ‘sponsored’, atau kata lain yang menjelaskan bahwa berita/artikel/isi tersebut adalah iklan.
  • Hak Cipta
    Media siber wajib menghormati hak cipta sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  • Pencantuman Pedoman
    Media siber wajib mencantumkan Pedoman Pemberitaan Media Siber ini di medianya secara terang dan jelas.
  • Sengketa
    Penilaian akhir atas sengketa mengenai pelaksanaan Pedoman Pemberitaan Media Siber ini diselesaikan oleh Dewan Pers.

Jakarta, 3 Februari 2012

(Pedoman ini ditandatangani oleh Dewan Pers dan komunitas pers di Jakarta, 3 Februari 2012).

 

Sumber : http://aktual24.com/pedoman-media-cyber/

Budaya Menulis di Kalangan Guru

BUDAYA MENULIS DI KALANGAN GURU, CERMIN SEBUAH KEPRIHATINAN

Nama & E-mail (Penulis): Untung Sutikno, S.Pd (Guru di Kec. Losari- BREBES)
Topik: Peningkatan Profesionalisme Guru Tanggal: 7 September 2008

Tanggal 8 September adalah Hari Aksara, hari yang mestinya identik dengan aktivitas membaca dan menulis. Berkaitan dengan peringatan hari aksara tersebut, saya ingin mencurahkan uneg-uneg yang membuat saya merasa prihatin dengan kompetensi guru saat ini.

Kompetensi adalah kemampuan yang dimiliki seseorang yang kemudian menjadikannya unggul dalam bidang tertentu dan sangat siap untuk bersaing (Hernowo, 2005:279). Kompetensi yang saya soroti dalam tulisan ini adalah kompetensi menulis yang belum menjadi budaya di kalangan guru. Bahwa kompetensi menulis di kalangan guru sampai saat ini masih sangat memprihatinkan.

Tabrani Yunis – Peminat masalah sosial dan Pendidikan,/Director Center for Community Development and Education (CCDE) -mengkritik para guru, bahwa budaya menulis di kalangan guru masih sangat rendah. Diakui atau tidak, kritikan tersebut patut kita renungkan untuk menemukan akar permasalahannya. Kita tidak perlu membuat indikator terlalu banyak. Cobalah amati rekan-rekan guru di sekeliling kita. Berapa banyak di antara mereka yang membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sendiri sebagai tugas utama guru. Cobalah amati buku-buku di perpustakaan atau di toko-toko buku. Hitunglah, berapa banyak buku yang ditulis oleh para guru. Anda membaca surat kabar ? Hitunglah berapa banyak artikel yang ditulis oleh para guru. Pasti jarang sekali, bukan?

Benarkah guru tidak mampu menulis atau tidak terbiasa menulis? Jawabannya pasti bermacam ragam. Namun dalam kenyataannya, memang sangat sedikit guru yang menulis. Jangankan untuk menulis di media massa, jurnal atau yang lainnya, untuk membuat karya tulis yang diajukan dalam pengurusan kenaikan pangkat saja, banyak yang tidak bisa. Ironisnya lagi, untuk membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran saja banyak yang angkat tangan. Kondisi seperti ini tentu merupakan sesuatu yang memprihatinkan bagi kita. Padahal, guru harus membuat karya tulis – salah satu unsur pengembangan profesi- kalau mau cepat naik pangkat.

Menurut kabar yang saya terima sewaktu mengikuti Workshop Guru Pemandu KKG SD di LPMP Jawa Tengah pada tanggal 13-16 Agustus 2008 akan ada peraturan baru tentang kenaikan pangkat melalui angka kredit. Guru dari golongan III/b diwajibkan membuat karya pengembangan profesi minimal 2 untuk bisa naik pangkat ke golongan III/c. Dari golongan III/c ke III/d minimal 4 angka kredit pengembangan profesi. Golongan III/d ke IV/a = 6, Golongan IV/a ke IV/b = 8, IV/b ke IV/c = 10, IV/c ke IV/d = 12, dan IVd ke IV/e =14. Jika peraturan tersebut telah benar-benar diberlakukan, maka sudah saatnya bagi guru golongan III untuk memulai melakukan pengembangan profesi, yang salah satunya dapat dilakukan dengan membuat karya tulis ilmiah.

Menulis karya tulis sendiri, adalah sebuah upaya pengembangan profesi dan pengembangan diri guru dalam mengekspresikan diri. Namun sekali lagi, budaya menulis di kalangan guru itu sangat rendah. Idealnya, seorang guru harus mau dan pintar menulis. Mengapa demikian? Guru sebagai subjek pendidik dan praktisi pendidikan tentu memiliki potensi menulis yang sangat besar. Ya, guru sebenarnya memiliki segudang bahan berupa pengalaman pribadi tentang sistem dan model pembelajaran yang dijalankan. Guru bisa menulis tentang indahnya menjadi guru, atau bisa juga menuliskan soal duka cita menjadi guru. Bisa pula memaparkan tentang sisi-sisi kehidupan guru dan sebagainya. Selama ini banyak orang menjadikan guru sebagai bahan perbincangan, sebagai bahan tulisan. Berbagai sorotan dan kritik dilemparkan orang dalam tulisan mengenai profesi guru yang semakin marginal ini. Berbagai keprihatinan terhadap profesi guru yang semakin langka ini, menjadi sejuta bahan untuk ditulis. Sayangnya, tulisan-tulisan mengenai guru, kebanyakan tidak ditulis oleh para guru. Padahal, kalau semua ini ditulis oleh guru, maka penulisan sang guru itu akan menjadi sebuah proses pembelajaran bagi semua orang.

Banyak kendala yang mengahadang aktivitas menulis di kalangan guru. Pertama, dari sisi guru, mereka banyak yang tidak mempunyai budaya membaca yang baik. Mereka umumnya miskin bahan bacaan atau referensi. Ada ungkapan yang mengatakan, penulis yang baik berawal dari pembaca yang baik. Coba saja amati di sekeliling anda. Berapa banyak guru yang mempunyai perpustakaan pribadi. Berapa banyak guru yang sering mengunjungi perpustakaan umum untuk mencari referensi. Berapa banyak guru yang berlangganan koran atau majalah? Berapa banyak guru yang bisa dan biasa berselancar di internet? Jawaban atas pertanyaan-tertanyaan tersebut dapat mencerminkan apakah guru mempunyai budaya membaca yang baik atau sebaliknya.

Kedua, motivasi yang rendah di kalangan guru untuk menulis. Tidak sedikit guru yang walapun telah banyak memiliki pengalaman dan pengetahuan yang luas, namun enggan untuk menulis. Dalam kaitan ini Agus Irkham- penulis artikel kondang yang ratusan tulisannya terserak di Koran Suara Merdeka, Wawasan, Kaltim Pos, Solo Post dan sebagainya,-menegaskan bahwa kegagalan seorang untuk menjadi penulis, minimal menulis, justru lebih banyak disebabkan oleh lemahnya motivasi. Termasuk habit atau kebiasaan hidup yang dapat mendukung keprigelan dan tradisi menulis yang kuat.

Kendala ketiga, guru yang miskin gagasan. Andaikan para guru di seluruh Indonesia dapat menulis buku untuk para muridnya. Andaikan para guru dapat memperkaya para muridnya dengan cerita-cerita yang mengasyikkan, ditulis oleh mereka di karya-karya tulis mereka. Andaikan artikel-artikel, opini dan celoteh guru banyak mengisi lembaran surat kabar dan majalah. Namun, mengapa tidak banyak guru yang mau menulis. Kurangnya gagasan dalam menulis membuat guru tidak tahu apa yang akan ditulis. Bahkan untuk memulai menulis kata pertama dalam karangannya sering membuatnya berkali-kali membuang kertas akibat salah memilih kata.

Keempat, kurangnya keberanian dalam menulis. Menjadi guru dituntut mempunyai loyalitas yang tinggi. Loyalityas tersebut harus ditujukan kepada Negara sesuai dengan aturan perundangan. Namun yang terjadi, loyalitas sering disalah artikan. Pandangan bahwa guru yang loyal adalah mereka yang taat pada atasannya atau pimpinan organisasi, menurut saya adalah pandangan yang keliru. Loyalitas seperti ini akan membuatnya kehilangan keberanian dalam mengungkapkan gagasan yang mungkin dianggapnya menyimpang dari kebijakan atasan. Pandangan bahwa guru yang loyal adalah guru yang menaati semua kemauan dan perintah atasannya telah berperan besar dalam membuat guru kurang berani menunjukkan otoritas pribadinya. Ia lebih terbawa pada arus pemikiran atasannya, ketimbang menuruti gagasannya sendiri, ia tidak produktif dan tidak kreatif. Ia terjebak dalam budaya ABS-asal bapak senang. sumber tulisan :http://re-searchengines.com/untung0709.html

Sumber : http://www.kompasiana.com/untungsutikno/budaya-menulis-di-kalangan-guru-cermin-sebuah-keprihatinan_552b7e696ea83466688b45c1

Pendaftaran Penyelenggara Sistem Elektronik

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) memastikan setiap perusahaan yang melakukan transaksi elektronik untuk melakukan pendaftaran. Hal ini sesuai dengan ketentuan  Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tata Cara Pendaftaran Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PSTE)

Dasar hukum:

  • Undang Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
  • Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik.
  • Peraturan Menteri Kominfo Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tata Cara Pendaftaran Penyelenggara SIstem Elektronik.

Proses permohonan pendaftaran, pengesahan, dan seluruh proses administrasi dilaksanakan secara online melalui portal

https://pste.kominfo.go.id

Pendaftaran Tidak dipungut Biaya 

Sumber : https://www.kominfo.go.id

Apa pengertian sistem elektronik, transaksi elektronik dan penyelenggara sistem elektronik ? pada Peraturan Pemerintah RI Nomor 82 Tahun 2012 tentang PENYELENGGARAAN SISTEM DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK pasal 1 disebutkan bahwa :

Ayat 1 : Sistem Elektronik adalah serangkaian perangkat dan prosedur elektronik yang berfungsi mempersiapkan, mengumpulkan, mengolah, menganalisis, menyimpan, menampilkan, mengumumkan, mengirimkan, dan/atau menyebarkan Informasi Elektronik.

Ayat 2 : Transaksi Elektronik adalah perbuatan hukum yang dilakukan dengan menggunakan Komputer, jaringan Komputer, dan/atau media elektronik lainnya.

Ayat 3 :Agen Elektronik adalah perangkat dari suatu Sistem Elektronik yang dibuat untuk melakukan suatu tindakan terhadap suatu Informasi Elektronik tertentu secara otomatis yang diselenggarakan oleh Orang.

Ayat 4 :Penyelenggara Sistem Elektronik adalah setiap Orang, penyelenggara negara, Badan Usaha, dan masyarakat yang menyediakan, mengelola, dan/atau mengoperasikan Sistem Elektronik secara sendiri-sendiri maupun bersamasama kepada Pengguna Sistem Elektronik untuk keperluan dirinya dan/atau keperluan pihak lain.

Ayat 6 : Informasi Elektronik adalah satu atau sekumpulan data elektronik, termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto, electronic data interchange (EDI), surat elektronik (electronic mail),
telegram, teleks, telecopy atau sejenisnya, huruf, tanda, angka, kode akses, simbol, atau perforasi yang telah diolah yang memiliki arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya.

Ayat 7 : Dokumen Elektronik adalah setiap Informasi Elektronik yang dibuat, diteruskan, dikirimkan, diterima, atau
disimpan dalam bentuk analog, digital, elektromagnetik, optikal, atau sejenisnya, yang dapat dilihat, ditampilkan, dan/atau didengar melalui komputer atau Sistem Elektronik, termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto atau sejenisnya, huruf, tanda, angka, kode akses, simbol atau perforasi yang memiliki makna atau arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya.

Pengguna Internet Indonesia Nomor Enam Dunia

Ajizsulaeman_Internet telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat dewasa ini, seolah tidak terbatas usia, penggunaan internet sudah menjadi lifestyle bahkan penunjang semua kegiatan. Hampir semua kegiatan maupun transaksi dapat dilakukan dengan fasilitas internet. Sebagai negara berkembang Indonesia menjadi pasar dengan potensi perkembangan teknologi informasi yang potensial. Lalu bagaimana dunia mencatat penggunaan internet di Indonesia ? Berikut penulis sajikan informasi yang di copy dari situs https://www.kominfo.go.id

KOMPAS.com – Berapa jumlah pengguna internet di Indonesia? Menurut lembaga riset pasar e-Marketer,  populasi netter Tanah Air mencapai 83,7 juta orang pada 2014.

Angka yang berlaku untuk setiap orang yang mengakses internet setidaknya satu kali setiap bulan itu mendudukkan Indonesia di peringkat ke-6 terbesar di dunia dalam hal jumlah pengguna internet.

Pada 2017, eMarketer memperkirakan netter Indonesia bakal mencapai 112 juta orang, mengalahkan Jepang di peringkat ke-5 yang pertumbuhan jumlah pengguna internetnya lebih lamban.

Secara keseluruhan, jumlah pengguna internet di seluruh dunia diproyeksikan bakal mencapai 3 miliar orang pada 2015. Tiga tahun setelahnya, pada 2018, diperkirakan sebanyak 3,6 miliar manusia di bumi bakal mengakses internet setidaknya sekali tiap satu bulan.

Pengguna Internet Indonesia Nomor Enam Dunia

“Ponsel dan koneksi broadband mobile terjangkau mendorong pertumbuhan akses internet di negara-negara yang tidak bisa mengandalkan fixed line, entah karena masalah infrastruktur atau biaya,” ujar analis senior eMarketer Monica Peart. 

Peart menyebutkan bahwa negara berkembang seperti Indonesia dan India masih memiliki ruang pertumbuhan jumlah pengguna internet yang besarnya bisa mencapai dua digit setiap tahun.

Di atas Indonesia, untuk saat ini lima besar negara pengguna internet di dunia secara berurutan diduduki oleh Tiongkok, Amerika  Serikat, India, Brazil, dan Jepang.

Jumlah pengguna internet di Tiongkok saat ini tercatat sebanyak 643 juta, lebih dari dua kali lipat populasi netter di Amerika Serikat sebesar 252 juta.

Sumber: eMarketer 
Editor: Wicak Hidayat
Sumber : http://tekno.kompas.com/read/2014/11/24/07430087/Pengguna.Internet.Indonesia.Nomor.Enam.Dunia

PPDB Online terobosan SIM di dunia Pendidikan

link ppdb online kab bogor

Ajizsulaeman_Awal tahun pelajaran menjadi hari sibuk buat semua orang tua, siswa bahkan guru. kesadaran akan pendidikan yang terus meningkat membuat deretan panjang para orang tua dan siswa untuk mendaftarkan diri ke jenjang sekolah yang menjadi pilihannya. Namun Deretan panjang itu mulai jarang ditemui (jenjang sekolah menengah atas.red)  semua seperti mulai dapat dilakukan dengan genggaman tangan. Perkembangan teknologi informasi merambah ke semua lini kehidupan, tak terkecuali Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang merupakan sistem yang mengintegrasikan manusia, perangkat IT, dan data, juga memberi manfaat besar dalam dunia pendidikan.

Pola penerimaan peserta didik baru (PPDB) kini dapat diakses melalui https://siap-ppdb.com/. SIAP PPDB Online, adalah sebuah sistem yang dirancang untuk melakukan otomasi seleksi penerimaan siswa baru (PSB), mulai dari proses pendaftaran, proses seleksi hingga pengumuman hasil seleksi, yang dilakukan secara online dan berbasis waktu nyata (realtime). Menggunakan aplikasi ini orang tua dan siswa akan dengan mudah memantau perkembangan pendaftaran peserta didik baru.

Khusus buat yang berdomisili di Kabupaten Bogor dapat meng klik https://kabbogor.siap-ppdb.com/

Bagi pengguna smartphone dapat pula mendownload aplikasi di https://play.google.com/store/apps/details?id=id.siap.ppdb

Alur Pelaksanaan

Berikut adalah penjelasan dari alur pelaksanaan PPDB SMA Jalur Reguler di Kabupaten Bogorperiode 2016/2017.

Bagan Alur Pendaftaran Reguler Siswa

Kuatkan Aksi Sosial FMKS berbadan hukum menjadi Yayasan Amal Bhakti

Ajizsulaeman_Sukajaya-Demi meneguhkan pengabdian dan aksi sosial yang dilakukan, serta harapan mewujudkan visi yang lebih besar di waktu yang akan datang, Forum Muda Kreatif Sukajaya (FMKS) sebagai komunitas aksi sosial dengan membawa semangat pengabdian “menggugah nurani, beraksi bersama memberi arti” kini telah memiliki payung hukum. Komunitas aksi sosial yang didirikan pada tangal 01 Maret 2014 oleh sekelompok pemuda di Sukajaya yang mendapat dorongan dan dukungan Camat Sukajaya Drs, Nana Mulyana, M.Si. pada tanggal 17 Juni 2016 atau bertepatan dengan  tanggal   12 Ramadhan 1437 Hijriah tercatat sebagai lembaga berbadan hukum bernama Yayasan Amal Bhakti Forum Muda Kreatif Sukajaya melalui akta notaris Nomor 3 Tanggal 17 Juni 2016 pada notaris Sukarda, SH.,M.KN dan telah mendapatkan pengesahan pendirian badan hukum melalui Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor. AHU-0027892.AH.01.04.Tahun 2016.

Banyak agenda yang telah disiapkan terutama terus memelihara semangat awal sebagai komunitas aksi sosial pemuda Sukajaya yang aktif berperan dalam mendorong percepatan pembangunan di wilayah Kecamatan Sukajaya, menjaga sinergitas dengan semua pihak terutama muspika dan pemerintahan desa yang berada di Kecamatan Sukajaya.

Dengan memiliki payung hukum yang menaungi, Forum Muda Kreatif Sukajaya akan lebih berusaha menjadi komunitas aksi sosial yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. FMKS yang kini menjadi Yayasan Amal Bhakti akan fokus pada sektor pendidikan baik formal maupun non formal umum dan keagamaan, pemberdayaan ekonomi dan sumber daya manusia (SDM) pemuda, bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat dan kegiatan-kegiatan sosial lain yang mampu menjawab keterbatasan dan permasalahan yang ada di masyarakat.

Pesan Syaidina Ali Untuk Pemuda

Pesan untuk para pemuda
Sering di usia produktif, dorongan kuat untuk beramal saleh berbanding lurus dengan dorongan melanggar

SEMUA manusia di dunia ini secara fisik tunduk kepada fenomena penciptaan-Nya. Ia akan meniti fase shobi (bayi), thifl (balita), murahiq (pemuda), kuhulah (dewasa), dan syaikh (tua). Makhluk-makhluk-Nya itu selalu bertasbih kepada Allah Swt dengan bahasanya sendiri. Tetapi, usia paling menentukan arah kehidupan seseorang adalah fase murahaqa (puber) dan kuhulah (produktif) antara usia 15-35 tahun.

Ada sebuah ungkapan ahli hikmah: “Siapa yang tumbuh, berkembang pada masa mudanya di atas, akhlak, orientasi (ittijah), kepribadian (syakhshiyyah), karakter, bakat (syakilah) khusus, maka rambutnya akan memutih (al masyiibu) dalam keadaan ia memiliki tradisi (daabu), akhlak seperti itu.”

Ahli sastra Arab dahulu pernah menjelaskan impian orang tua yang ingin kembali pada masa muda. Tetapi, itu suatu kemustahilan.
اَلاَ لَيْتَ الشَّباَب يَعْود يَوماً . سأُخْبِره بِماَ فَعَلَ الْمَشيْب

“Alangkah indahnya jika masa muda kembali lagi hari ini. Aku akan memberitahukan kepada khalayak (ramai) tentang apa yang dilakukan oleh orang yang sudah pikun dan beruban”.

Marilah kita hitung usia produktif dalam logika kehidupan manusia.

Umumnya umat Rasulullah Saw berusia antara 60-70 tahun (HR. Ahmad). Seumpama kita ditakdirkan berumur 63 tahun seperti uswah, qudwah (panutan) kita, 13 tahun pertama tentu tidak masuk perhitungan, berarti tidak bisa kita nilai. Kita belum baligh. Jadi, usia kita yang bisa dihitung 47 tahun.

Jika dalam sehari tidur belasan jam. Yang tersisa setiap hari 2/3. Tinggallah seputar 16 jam. Dalam aktivitas tidur tersebut tidak ada catatan amal. Untuk ukuran ini saja, dari 47 tahun, yang tertinggal 2/3-nya.

Lantas, sebagian besar ke mana? Orang itu produktif pada usia puber atau pada usia tua? Pertanyaan itu perlu kita jawab secara serius. Supaya aktivitas kita bisa dihisab oleh Allah Swt.

Semakin sering kita berhasil menghadapi godaan pada usia muda, seperti itulah ending kita pada masa tua (syaikhukhah). Sebaliknya, semakin sering kita kalah dalam mengantisipasi ujian, seperti itulah akhir kehidupan kita. Pertarungan yang paling berat dan keras adalah pada usia muda. Kalau diibaratkan seperti matahari, maka usia muda adalah ketika sinar matahari berada persis di tengah-tengah kita. Betapa teriknya pada siang bolong itu.

Itulah sebabnya Allah Swt memberikan penghargaan kepada pemuda yang tumbuh dalam keadaan beribadah kepada Allah Swt (syaabun nasya-a fi ‘ibadatillah). Bahkan Allah Swt memberikan perlindungan di padang Mahsyar, ketika tiada naungan kecuali naungan-Nya. Karena pada usia produktif tersebut dorongan kuat untuk beramal saleh berbanding lurus dengan dorongan melanggar. Maka, mengelola masa muda agar tunduk kepada karakter keagamaan merupakan perjuangan yang berliku, licin, dan mendaki. Hanya pemuda yang mendapat rahmat dari-Nya yang berhasil melewati godaan.

أَللَّهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ عُمْرِيْ أَخِرَهُ وَ خَيْرَ عَمَلِيْ خَوَاتِيْمَهُ وَ خَيْرَ أَيَّامِيْ يَوْمَ أَلْقاَكَ فِيْهِ

“Ya Allah, jadikanlah usiaku yang paling baik adalah pada penghujungnya, dan amalku yang terbaik adalah pungkasannya, dan hari-hariku yang terbaik adalah hari-hari saya bertemu dengan-MU.” [al Hadits].

Secara sunnatullah keberhasilan masa tua kita ditentukan oleh perjuangan yang tak kenal menyerah di masa muda. Keberhasilan mustahil diperoleh dengan gratis (majjanan), tanpa melewati proses ujian. Ibarat anak sekolah, untuk naik kelas harus mengikuti ujian. Jika kita kurang terampil mengelola masa muda dengan menggali potensi thalabul ‘ilmi (ijtihad), taqarrub ilallah (mujahadah), jihad fii sabilillah (jihad), secara maksimal kelak akan kita pertanggungjawabkan di Mahkamah Ilahi (‘an syabaabihi fiimaa ablaahu).

Ali bin Abi Thalib mengatakan:

مَنْ ساَءَ خُلُقُهُ عَذَّبَ نَفْسَهُ

“Barangsiapa jelek akhlaknya (ketika pemuda), ia akan tersiksa ketika tua.”

Mengikuti Siklus Ibadah

Mengapa kita perlu shalat lima waktu sehari semalam. Kita ibarat membuat kolam renang di depan rumah, setiap kali azan berkumandang kita segera membersihkan lumpur yang menempel dalam diri kita. Sehingga tidak tersisa sisi gelap dalam pikiran dan hati kita, demikianlah sabda Rasulullah Saw.
demikian sabda Nabi.

Allah Swt membuat perencanaan ibadah, agar kita selalu terjaga. Ibadah yaumiyyah, harian (shalat lima waktu), usbuiyyah, mingguan (shalat Jum’at, puasa Senin Kamis, puasa tiga hari dalam sebulan), syahriyyah, bulanan (puasa Ramadan), sanawiyyah, tahunan (shalat idul fithr dan idul qurban), marrotan fil umr, sekali seumur hidup (ibadah haji ke Baitullah).

Maka, kita perlu membuat standarisasi dalam beribadah. Ada empat kegiatan ubudiyah yang perlu kita lakukan dengan istiqomah (konsisten) dan mudawamah wal istimror (secara berkesinambungan).

Pertama : Shalat fardhu secara berjamaah di masjid

Kedua : Shalat sunnah rawatib ba’diyah dan qabliyah

Ketiga : Membaca al Quran satu juz sehari

Keempat : Ditambah dengan ibadah bulanan

Muhasabah : Seminggu sekali

Ibadah harian yang perlu dipertahankan untuk menjaga stamina ritme spiritual. Ibadah wajib kita lakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt (taqarrub). Ibadah sunnah kita lakukan, untuk membangun kecintaan secara timbal balik antara kita dengan Allah Swt. Jika kita sudah dicintai, aktifitas kita merupakan jelmaan dari kehendak-kehendak-Nya.

Supaya kita dekat dengan diri kita sendiri, kita perlu muhasabah usbuiyyah (intropeksi mingguan). Hati kita mengalami gerakan yang tidak berhenti. Dan itu harus selalu dikontrol. Jika kita sudah mencapai kenaikan grafik amal, dan kekurangan kita bisa kita hitung. Berarti kita dalam posisi ideal. Terjaga dari dosa, hanya Rasulullah Saw.

Bangkit Dari Keterpurukan

Jika kita terjatuh melakukan dosa, kita segera bangkit. Setiap langkah menuju dosa harus kita persempit ruangnya. Karena, dosa kecil yang kita remehkan, akan mengajak kepada dosa-dosa kecil berikutnya. Dosa itu beranak pinak, berkembang biak.

Langkah-langkah untuk bangkit, sebagai berikut:
Pertama: Istighfar (memohon ampun kepada Allah Swt). Bukan sekedar memperbanyak istighfar, sekalipun itu berpahala. Yang paling penting adalah dengan istighfar kita selalu menyadari seharusnya makin hari kekurangan, bau tidak sedap dalam diri kita semakin tertutupi (hilang).

Kedua, beramal. Setiap kali melakukan kejahatan, susullah dengan amal saleh. (ittaqillah haitsumaa kunta wa atbi’issayyiata al hasanata tamhuhaa). Kebaikan itu bisa menghapus dosa. Jika kita senang melakukan satu kebaikan, akan mengajak kepada kebaikan berikutnya. Misalnya, jika kita suka ke masjid, maka dengan sendirinya kita akan termotivasi untuk melakukan berbagai amal saleh di situ. Sholat fardhu, sholat sunnah, membaca Al-Quran, zikir dll.

Rasulullah Saw bersabda : “Jika engkau melihat seorang laki-laki terbiasa ke masjid, saksikanlah sesungguhnya ia seorang beriman.” [al Hadits].

Demikian pula jika kita senang melangkahkan kaki menuju ke tempat maksiat, maka akan mengerakkan untuk berbuat dosa berikutnya.

Jika kita sedang bersemangat dalam beribadah, lakukanlah sebanyak mungkin yang Anda mampu. Jika grafik ibadah menurun, minimal pertahankan yang wajib. Hati kita elastis, fluktuatif. Kita memiliki saat maju dan saat mundur. Dengan cara di atas kita bisa mengelola naik turunnya hati kita dengan baik.

Terakhir: Berdoa kepada Allah Saw, semoga kita tetap teguh dalam agama-Nya. Ya muqollibal qulub tsabbit qolbii ‘alaa diinik (Wahai Yang Membolak Balikkan hati, tetapkanlah hatiku diatas agama-MU).

Penutup, wahai para pemuda, ingatlah falsafah pohon pisang. “Janganlah mati sebelum berbuah.” [Abu Hilyatil Auliyah Hadziqoh/www.hidayatullah.com]

Sumber : http://taufiq-akbar-w.blogspot.co.id/2010/03/pesan-untuk-para-pemuda.html?m=1

Sejarah Program Peduli Kasih Indosiar

Dibentuk pada September 2000, Peduli Kasih adalah kelompok kerja yang memiliki tujuan khusus mengetuk hati pemirsa untuk ikut membantu masyarakat kurang mampu yang membutuhkan uluran tangan dalam biaya operasi dan pengobatan berbagai penyakit.

Dengan dana yang berasal dari Perseroan dan kedermawanan sosial masyarakat (filantropi) yang digalang oleh Perseroan sebagai wujud kepedulian sosial serta bagian dari fungsi dan peran sosial media massa,Peduli Kasih membiayai antara lain: operasi jantung, hernia, kolostomi, hipospadia, atresia ani, gondok, katarak, dan bibir sumbing.

Seluruh kegiatan Peduli Kasih dapat berjalan lancar berkat terjalinnya kerjasama yang baik dengan banyak rumah sakit, dokter dan sejumlah lembaga pemerintah maupun non-pemerintah di seluruh Indonesia. Biaya kegiatan operasional Peduli Kasih tidak diambil dari dana yang terhimpun, namun ditanggung sepenuhnya oleh Perseroan.

Persyaratan Pemohon:

  1. Mengisi 3 lembar formulir yaitu: Permohonan Bantuan PembiayaanSurat Pernyataan, dan Data Pribadi Calon Tertanggungyang dapat di download pada Menu Formulir atau dapat diambil di Sekretariat Peduli Kasih Indosiar;
  2. Melampirkan surat keterangan dokteryang telah ditandatangani dokter yang bersangkutan pada pemeriksaan awal, baik di puskesmas, klinik maupun rumah sakit, yang isinya menjelaskan: Jenis penyakit yang diderita, Tindakan medis yang perlu dilakukan, Perkiraan biaya;
  3. Melampirkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM)dari RT/RW/Kepala Desa;
  4. Melampirkan Surat Keterangan Tidak Memiliki BPJS/ JAMKESMAS/ JAMKESDAdari RT/RW/Kepala Desa;
  5. Melampirkanfotokopi KTP & Kartu Keluarga;
  6. Melampirkan fotokopi Surat Keterangan Lahir/Akte Lahiruntuk anak-anak yang belum tercatat di dalam Kartu Keluarga;
  7. Melampirkanfoto ukuran 3R (berwarna) kondisi keadaan terakhir pasien.

Jenis penyakit yang diderita pasien harus dapat disembuhkan berdasarkan rekomendasi dokter dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Peduli Kasih mendapatkan jaminan dari Dokter, bahwa jenis penyakit yang diderita calon pasien dapat disembuhkan;
  2. Pasien yang mendapat jaminan dari Peduli Kasih, benar-benar menderita penyakit yang dapat dipertanggungjawabkan baik kepada donatur dan keluarga pasien itu sendiri.
  3. Pembatasan jenis penyakit yang ditanggung Peduli Kasih sbb:
    • Bukan penyakit yang membutuhkan penanganan berkelanjutan, seperti Anemia, Thalasemia, Tumor, Kanker, Hydrocephalus, dll;
    • Bukan penyakit yang disebabkan gaya hidup seseorang, seperti paru-paru (perokok), hati dan ginjal;
    • Program Alat Bantu Dengar, ortotik prostetik, kaki/tangan palsu dan alat penyangga lainnya, Tahun 2015 sementara dihentikan.

Sumber : http://indosiar.com:8080/pedulikasih

Info lebih lanjut Klik di sini

 

15 Games Berbahaya Bagi Anak Versi Kemdikbud

15 Games Berbahaya Bagi Anak Versi Kemdikbud

15 Games Berbahaya Bagi Anak Versi Kemdikbud. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah merilis 15 game berisikan kekerasan dan berbahaya untuk anak-anak. Oleh karena itu, orang tua diminta agar untuk selalu mengawasi atau memantau kegiatan main game anak-anak mereka.

15 game yang berbahaya bagi anak karena mengandung kekerasan ketidakpantasan tersebut adalah:

  1. Call of Duty
  2. Conflict Vietnam
  3. Carmageddon
  4. Counter Strike
  5. Shelshock
  6. Cross Fire
  7. Raising Force
  8. Mortal Combat
  9. World of Warcraft
  10. War Rock
  11. Bully
  12. Point Blank
  13. Atlantica
  14. Future Cop
  15. Grand Theft Auto (GTA).

Sesungguhnya pada cover game-game tersebut telah tercantum rating atau batas usia. Misalnya saja game GTA yang tertuang rating M yang berarti mature/17+. Artinya game yang berisi adegan perkelahian, balapan dan godaan wanita nakal tersebut hanya boleh dimainkan orang yang telah berusia lebih dari 17 tahun. Begitupun dengan game perang Call of Duty berkode rating M. Adapun game mistik World of Warcraft berkode rating T (teen/12+).

Mengingat bahaya dari dampak 15 Games tersebut, Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD-Dikmas) Kemdikbud, Harris Iskandar, meminta kepada orang tua supaya mengawasi dan mendampingi anak-anaknya ketika main game.

“Saya akui hal itu susah. Saya sendiri memiliki anak SMA, juga sulit mengontrol main gamenya,’’ katanya, seperti dikutip dari Jawa Pos, Kamis (14/4).

tips untuk menangani anak-anak yang kecanduan game

Wahyu Farrah Dina, Direktur Indonesia Herritage Foundation (IHF), mengatakan bahwa terdapat banyak tips untuk menangani anak-anak yang terlanjur kecanduan game. Sebagai contoh, orang tua membuat sununan jadwal kegiatan sebagai pengganti main game. Olahraga dan seni dapat dijadikan alternatif.

Tips selanjutnya, secara bertahap menjauhkan konsol dan software game dari anak-anak. Letakkan konsol game di ruang terbuka, seperti ruang keluarga dan ruang tamu. Jangan mengenalkan game ke anak-anak saat di bawah usia delapan tahun. Kecuali jika game tersebut merupakan edukatif.

Demikian info tentang 15 Games Berbahaya Bagi Anak Versi Kemdikbud dari Situs Pendidikan dan Berita Madrasah.

Sumber : http://www.inimadrasah.com/

Dibayar Jutaan, Ternyata Guru Gaptek

Dibayar Jutaan, Ternyata Guru Gaptek. Kritikan dan sindiran pedas tentang kualitas guru di Indonesia kembali disampaikan oleh pengamat pendidikan Indra Charismiadji. Menurutnya, guru-guru di Indonesia kebanyakan masih berkualitas rendah. Hanya terdapat kurang lebih 10 persen yang memiliki level kualitas menengah hingga tinggi.

“Bagaimana bisa pendidikan di Indonesia bagus jika kompetensi tenaga pendidiknya masih rendah. Lembaga-lembaga internasional memposisikan kualitas pendidikan di Indonesia rata-rata rangking dua dari bawah,” kata Indra pada sebuah seminar nasional pendidikan, Selasa (26/4).

Yang mengherankan, sambung In‎dra, semua guru bersama-sama minta kenaikan gaji serta tunjangan dengan alasan memuliakan tenaga pendidik. Sejumlah wilayah malah sudah memberikan tunjangan yang fantastis. Contohnya di DKI Jakarta, gaji dan tunjangan guru menembus angka Rp 18 juta.

“Guru di DKI dibayar Rp 18 juta, angka yang lumayan tinggi. Yang jadi pertanyaan adalah, layakkah mereka para guru memperoleh gaji setinggi itu? Sementara dari data yang ada masih banyak guru di DKI yang tidak tahu tentang komputer,” jelasnya.

Lebih lanjut Indra mengatakan, jika gurunya masih gagap teknologi alias gaptek, bagai‎mana mereka dapat mengajarkan peserta didik yang merupakan generasi abad 21. Hal itu berarti, pemerintah sia-sia telah mengeluarkan dana ratusan juta guna membayar gaji dan tunjangan guru.

“Saya sebagai pembayar pajak, sangat tidak rela karena dana yang saya bayarkan diplotkan ‎untuk guru-guru yang tidak berkualitas. Kalau guru-guru di Indonesia memiliki kompetensi tinggi, saya akan mencarikan sekolah internasional bagi mereka dan dibayar tinggi,” punkasnya.

Demikian info tentang Dibayar Jutaan, Ternyata Guru Gaptek dari Situs Pendidikan dan Berita Madrasah.

Sumber : http://www.inimadrasah.com/

FMKS luncurkan Program Peduli Pendidikan Anak Keluarga Tidak Mampu dan Korban Perceraian (P3AKTMKP)

Ajizsulaeman_Sukajaya-Menjelang tahun ajaran baru dilatarbelakangi atas keprihatinan akan keberadaan anak-anak dari keluarga tidak mampu dan korban perceraian, lewat forum diskusi dan pemantauan kondisi masyarakat dewasa ini yang tengah dihimpit kesulitan ekonomi, Forum Muda Kreatif Sukajaya (FMKS) terpanggil untuk bergerak membantu kebutuhan akan sarana dan sumbangan biaya pendidikan bagi anak-anak.

Bertajuk Program Peduli Pendidikan Anak Keluarga Tidak Mampu dan Korban Perceraian (P3AKTMKP), FMKS mengajak para donatur untuk kembali membantu kegiatan dimaksud searah dengan semangat FMKS menggugah nurani beraksi bersama memberi arti. Direncanakan dalam satu bulan ke depan menjelang awal masuk sekolah, IMG_20160612_103036 mmFMKS berencana membuat paket-paket bantuan alat tulis. Semoga melalui gerakan ini akan banyak pihak-pihak yang terketuk hatinya untuk membantu anak-anak sehingga setiap anak akan mempunyai kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan layaknya anak lainnya.

Walaupun pada dasarnya sekolah telah digratiskan atas pungutan bagi seluruh siswa tapi kenyataan terutama menjelang awal tahun pelajaran baru siswa memerlukan buku tulis dan sarana pendidikan lainnya seperti tas, sepatu dan seragam sekolah. Lebih-lebih bagi anak-anak yang akan melanjutkan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi.

Dalam pemantauan langsung  ke lokasi target sasaran program ditemui dua anak yang ibu bapaknya bercerai dan kini tinggal di gubug bambu yang jauh dari kata layak disebut sebagai tempat tinggal. Dua anak diantaranya Jaenal siswa yang kini naik ke kelas 4 SD dan Erum kakaknya yang kini berniat melanjutkan sekolah ke jenjang sekolah menengah pertama (SMP) ini tinggal di kampung Sibedil Desa Sukaraksa Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor. Kondisi keluarga nampak memprihatinkan dengan gubug bambu ukuran 3×5 meter persegi ini didiami oleh tujuh jiwa diantaranya ibu dan kedua anaknya yang bercerai, seorang nenek jompo dan satu keluarga adik dari ibu anak-anak yang bercerai tersebut. Selain dari keluarga Jaenal masih juga ditemui dua anak yang ibu bapaknya bercerai dengan kondisi rumah dan kehidupan yang juga sudah sangat memperihatinkan.

Bantuan yang diberikan dapat berupa donasi atau bantuan tunai maupun sumbangan berupa barang kebutuhan siswa sekolah yang kemudian akan disalurkan langsung kepada anak-anak yang membutuhkan. Kepedulian kita merupakan berkah bagi anak-anak yang sangat membutuhkan dan menjadi aksi nyata sebagai makhluk sosial yang peka akan problematika sosial di masyarakat.

Bagi para donatur yang berkeinginan membantu dalam kegiatan ini dapat menghubungi Contak Person : Call/WA 085697314238 – PIN BB 2B373C64.

10 Tahapan Gerakan Wakaf Al-Qur’an FMKS Jilid II Tahun 2016

Ajizssulaeman_Sukajaya-Gerakan wakaf al-qur’an merupakan kegiatan penggalangan donasi dan wakaf qur’an dalam Program Peduli Pendidikan Al-Qur’an (P3A) yang digalang oleh komunitas sosial di Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor bernama Forum Muda Kreatif Sukajaya (FMKS). FMKS sebagai kesatuan aksi sosial para pemuda di daerah ujung Bogor sebelah barat dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kekurangan sarana di pengajian-pengajian baik yang dilaksanakan di majlis taklim, pondok pesantren, madrasah, mushola dan mesjid. Program peduli pendidikan al-qur’an yang dilaksanakan FMKS telah dilaksanakan untuk pertama kali di tahun 2014 dan di tahun 2016 menjadi gerakan wakaf qur’an edisi ke 2.

10 Tahapan 10 Tahapan Gerakan Wakaf Qur'an FMKSPenggalangan Gerakan Wakaf Al-Qur’an

  1. Publikasi Kegiatan melalui sosial media dan surat kabar
  2. Penerimaan Donasi dari para donatur (muwakif)
  3. Penerimaan Bantuan Langsung Qur’an
  4. Pemesanan dan Belanja Al-Quran
  5. Pendataan target lokasi penyebaran
  6. Pembubuhan Stempel Kegiatan
  7. Pembagian Qur’an untuk didistribusikan (packaging)
  8. Distribusi ke lokasi target penyebaran
  9. Sosialisasi sekaligus penyampaian wakaf qur’an
  10. Qur’an diterima oleh penerima manfaat.

 

 

Laporan Kegiatan Gerakan Wakaf Qur’an FMKS Jilid II Tahun 2016

LAPORAN KEGIATAN GERAKAN WAKAF QUR’AN
PROGRAM PEDULI PENDIDIKAN AL-QUR’AN (P3A) JILID II TAHUN 2016
FORUM MUDA KREATIF SUKAJAYA (FMKS)

Laporan Kegiatan Wakaf Al-Qur’an yang diselenggarakan oleh Forum MUda Kreatif Sukajaya (FMKS) edisi kedua tahun 2016 per tanggal 09 Juni 2016.

Alur Kegiatan Gerakan Wakaf Al-Qur’an Forum Muda Kreatif Sukajaya (FMKS) Jilid II Tahun 2016

  1. Publikasi Kegiatan
  2. Penerimaan Donasi
  3. Penerimaan Bantuan Langsung Qur’an
  4. Pemesanan dan Belanja Al-Quran
  5. Pendataan target lokasi penyebaran
  6. Pembubuhan Stempel Kegiatan
  7. Pembagian Qur’an untuk didistribusikan (packaging)
  8. Distribusi ke lokasi target penyebaran
  9. Sosialisasi sekaligus penyampaian wakaf qur’an
  10. Qur’an diterima

LAP KAS DONASI WAKAF QUR'AN 2016

LAPORAN REALISASI WAKAF QUR'AN

 

Penyebaran Wakaf Qur’an FMKS Jilid 2

Penyebaran Wakaf Qur'anAjizsulaeman-Sukajaya, Bulan suci Ramadhan 1437 H tahun 2016 ini menjadi momentum Forum Muda Kreatif Sukajaya (FMKS) untuk kembali menggalakkan Program Peduli Pendidikan Al-Qur’an (P3A) melalui Gerakan Wakaf Al-Qur’an. Kegiatan yang untuk pertama kali digelar di tahun 2014 mendapat apresiasi dan antusias dari berbagai pihak terutama para guru ngaji (Ustadz dan Ustadzah.red) di Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor.

Di Tahun 2016 ini Gerakan Wakaf Qur’an dilaksanakan untuk kedua kalinya dengan waktu pengumpulan donasi mulai tanggal 01 April sampai 31 Mei 2016. Terkumpul 660 Mushaf Qur’an, 22 mushaf per juz, 300 juz amma terjemah, 320 IQRO, 250 juz amma (tuturutan.red), 100 majmu syarif, dan 100 buku do’a-do’a untuk anak-anak. Keseluruhan telah disebarkan mulai tanggal 06 Juni 2016 menjelang bulan suci Ramadhan. Qur’an disebarkan di 34 Mesjid dan mushola dan 80 pengajian dan majlis taklim dengan rata-rata tiap masjid memperoleh lima mushaf qur’an dan diharapkan melengkapi ketersediaan qur’an dalam kegiatan tadarus selama bulan Ramadhan.

sebar qur'anUntuk penyebaran di pengajian dan majlis taklim langsung diterima oleh para ustadz dan ustadzah para guru ngaji dan digunakan dalam kegiatan pendidikan al-qur’an yang diselenggarakan di masing-masing lembaga pengajian. Ketersediaan mushaf qur’an, juz amma dan IQRO yang terbatas belum mencukupi kebutuhan di masing-masing pengajian.

Ust. Kholil pengasuh pengajian di Kp. Cijambu Desa Kiarapandak Kecamatan Sukajaya menuturkan kegiatan gerakan wakaf qur’an yang diselenggarakan oleh FMKS menjadi solusi bagi kurangnya sarana belajar para santri yang tengah belajar agama. Harapan ustadz muda itu kegiatan ini dapat terus dilanjutkan dan semakin banyak para donatur kaum muslimin dan muslimat untuk membantu kegiatan pengajian di majlis taklim.

Selain donasi dari para donatur di Indonesia, gerakan wakaf qur’an edisi kedua ini juga mendapat bantuan dari relawan para tenaga kerja Indonesia di Qatar. FMKS juga mendapat sumbangan sebanyak 150 mushaf Al-Qur’an dan 300 Juz Amma terjemah dari Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI di Jakarta.

Selain mushaf qur’an, juz amma dan IQRO melalui pantauan langsung di pengajian-pengajian yang dikunjungi oleh para relawan FMKS dalam penyebaran wakaf qur’an, pengajian yang dikelola oleh para ustadz dan ustadzah juga masih sangat minim ketersediaan sarana alas lantai berupa karpet. Hal ini kemudian menjadi pemikiran para relawan FMKS untuk mencari solusi atas minimnya ketersediaan sarana pendidikan agama yang tidak sedikit kondisi bangunannya memprihatinkan. Sesuai dengan semangat Forum Muda Kreatif Sukajaya (FMKS) yang merupakan komunitas sosial yang berada di Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor yaitu menggugah nurani beraksi bersama memberi arti. Xule

Dongkrak PPDB MIN Sadeng gelar Festival


IMG_20160427_091259Ajizsulaeman-Sadeng_Dalam upaya mendorong partisipasi masyarakat dan kepercayaan para calon orang tua peserta didik baru di Tahun Pelajaran 2016_2017, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Sadeng Rabu, 27 April 2016 menggelar festival. Kegiatan juga dijadikan media sosialisasi perubahan nama MIN Sadeng menjadi MIN 1 Bogor kepada masyarakat terutama penerima manfaat pelayanan pendidikan di madrasah tertua di Jawa Barat ini.

IMG_20160427_131154

Hadir dalam pembukaan acara festival sekaligus meresmikan launching MIN 1 Bogor H. Deden Efendi Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor. Dalam sambutannya Kasubag TU mengapresiasi kegiatan yang pertama dilakukan di tingkat Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Bogor ini.

“Madrasah harus mampu mengoptimalkan  kinerjanya dalam rangka meningkatkan pelayanan pendidikan terhadap masyarakat” tandasnya.

M.Darum Kepala MIN Sadeng memberikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan festival.

“Kegiatan Festival adalah kegiatan inspiratif bagi madrasah yang perlu dikembangkan dan menjadi agenda tahunan di madrasah, ke depan kualitas kegiatan akan sangat lebih baik.” ungkapnya.

Dikesempatan yang sama kepala MIN Sadeng mengucapkan terima kasih kepada seluruh sponsor dan donatur kegiatan yang telah mendukung terlaksananya kegiatan. (sule)

Bahan Presentasi Kelompok 2 Desain Pembelajaran

Silahkan diunduh bahan materi presentasi Model-model Desain Pembelajaran buah karya kelompok 2 Mata Kuliah Desain Pembelajaran semester 2 Program pascasarjana UNPAK Jurusan Administrasi Pendidikan Kelas AP.1.2

Unduh file pdf

2 MAKALAH KELOMPOK MODEL-MODEL PEMBELAJARAN AP.1.2 UNPAK (Format PDF)

Unduh file ppsx

1 PRESENTASI MODEL-MODEL PEMBELAJARAN_DesainPembelajaran KELOMPOK 2 (Format ppsx bahan tampil presentasi)

Terima kasih untuk kelompok 2 Ibu Eka, Pa Miftah, Bu Yayah dan Bu Hilmi,atas bantuannya. Mohon maklum adanya kalo masih banyak kekurangan.

AjizSulaeman-NPM 072115020 AP.1.2 pascasarjana Universitas Pakuan – Bogor

 

Potret madrasah dalam pergaulan peradaban dunia

Ajizsulaeman_Masih melekat dalam ingatan kita betapa beberapa waktu silam kita disajikan sebuah potret madrasah di pedalaman Pulau Belitung yang secara apik disusun dalam sebuah karya inspiratif dari seorang Andrea Hirata. Sebuah potret lembaga pendidikan Islam yang telah mengetuk banyak nurani anak bangsa di negeri yang mayoritas umat muslim ini. Bagaimana sebuah buku yang mengisahkan sebelas anak pedalaman dari sebuah sekolah Islam (SD Muhammadiyah.red) telah menggetarkan jiwa betapa keterbatasan mampu melahirkan semangat untuk meraih dan memberikan pendidikan. Kisah yang kemudian diangkat menjadi sebuah film berjudul Laskar Pelangi secara nyata mampu mengharubiru penonton seantero negeri sekaligus membuka mata dunia betapa potret madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam yang dengan keterbatasannya tetap berusaha menyajikan dan meyakinkan akan proses pendidikan sebagai bekal bagi generasinya dalam pergaulan peradaban dunia.

Secara harfiah, kata madrasah dalam bahasa Arab berarti tempat belajar. Dalam bahasa Indonesia pengertiannya sepadan dengan makna sekolah. Dalam Shorter Encyclopedia of Islam, istilah madrasah diartikan sebagai sebuah nama dari lembaga pendidikan yang mengajarkan pengetahuan Islam. Madrasah mengandung arti tempat atau wahana anak didik mengenyam proses pembelajaran. Secara teknis madrasah menggambarkan proses pembelajaran yang secara formal tidak berbeda dengan sekolah. Dalam lingkup kultural, madrasah memiliki konotasi spesifik. Dalam lembaga ini diajarkan hal ihwal pengetahuan agama. Sehingga dalam pemakaiannya, kata madrasah lebih dikenal sebagai sekolah agama. (Tedi Priatna, 2008).

Pada dataran historis, madrasah pada dasarnya lahir dari modernisasi lembaga-lembaga pendidikan tradisional sebagai upaya merespon kecenderungan masyarakat dalam mengantisipasi perubahan zaman. (Aan Hasanah, 2008).

Lahir dengan semangat pendidikan bernuansa kekhasan masyarakat Indonesia dan nilai-nilai agama Islam, madrasah terus mempertahankan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan yang dilahirkan dan berkembang di tengah masyarakat yang semakin modern dan terus berkembang. Perkembangan pergaulan peradaban dunia telah menuntut madrasah menjadi lembaga pendidikan modern dengan tetap mengedepankan nilai-nilai agama yang masih diyakini masyarakat sebagai unsur pundamental dalam membentuk insan generasi bangsa yang agamis dan berakhlak mulia ditengah perkembangan zaman yang semakin modern dengan perilaku individualis dan hedonis yang semakin nampak dalam kehidupan bermasyarakat. Perkembangan teknologi dan komunikasi menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan manusia masa kini, tentu dengan segala pengaruh positif dan negatif yang dilahirkan bersamaan dengan semakin terbukanya jaringan teknologi dan komunikasi global.

Sepertinya tak seorangpun mampu membendung kemajuan teknologi dan komunikasi dalam pergaulan peradaban dunia. Seperti tidak ada batas yang mengekang pergaulan masyarakat di era globalisasi ini. Perkembangan teknologi telah berada dalam genggaman manusia masa kini, bukan hanya dikalangan orang dewasa namun semakin dekat dengan anak-anak. Belum lagi globalisasi telah menyatukan manusia dalam sebuah peradaban dunia yang membuka celah batas-batas teritorial untuk berhubungan satu dengan masyarakat dunia lainnya. Kesepakatan tentang zona ekonomi bebas, masyarakat ekonomi ASEAN (MEA), pembebasan visa bagi beberapa negara termasuk Indonesia seolah menyadarkan kita akan tantangan dan peluang dalam peradaban manusia global yang semakin modern dan terbuka.

Perkembangan pergaulan dunia yang semakin bebas tentu harus dicermati pula oleh madrasah sebagai penyedia layanan pendidikan bagi masyarakat secara luas. Bagaimana madrasah mampu memberikan layanan dengan kompetensi yang diperlukan oleh generasi masa kini namun dengan tetap mengedepankan nilai-nilai luhur yang diajarkan agama menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perkembangan madrasah ke depan.

Disadari atau tidak modernisasi dan globalisasi dewasa ini telah jauh lebih dahulu dilakukan oleh madrasah. Formalisasi pendidikan sekolah agama yang semula berpusat di masjid, langgar dan mushalla kemudian berkembang lebih jauh menjadi lembaga-lembaga pendidikan formal seperti madrasah saat ini.

Tak kurang fenomenalnya adalah modernisasi madrasah yang dilakukan Menteri Agama, Profesor Mukti Ali, sejak awal 1970an dengan langkah awal mengubah muatan kurikulum madrasah dari 100 persen agama menjadi 70 persen umum, dan 30 persen agama. Kebijakan inilah yang kemudian mengantarkan madrasah menjadi setara dengan sekolah umum sebagaimana diakui dalam UU Sisdiknas No 2/1989, yang kemudian disempurnakan dalam UU Sisdiknas No 20/2003. Dengan begitu lulusan madrasah dapat melanjutkan pendidikannya ke lembaga-lembaga pendidikan umum jika mereka menginginkan demikian. (Azyumardi Azra,2010).

Namun lebih jauh dari itu, madrasah telah lebih dulu mempersiapkan generasinya melalui pendidikan agama. Mata pelajaran akidah akhlak yang merupakan kekhasan pendidikan di madrasah yang lebih awal mengajarkan peserta didiknya untuk menjadi pribadi berkarakter berakhlak mulia dilandasi atas suri tauladan daripada pribadi Nabi Muhammad SAW. Kemapanan karakter melalui akhlak mulia dengan nilai-nilai kejujuran secara nyata menjadi nilai yang disepakati layaknya mata uang yang berlaku di belahan dunia manapun. Kenyataan banyak membuktikan bagaimana nilai kejujuran mampu melahirkan iklim positif dalam tatanan masyarakat dan dunia kerja.

Peran bahasa Arab dalam pergaulan masyarakat dunia sebagai salah satu bahasa pengantar pergaulan menjadi satu potensi bagi madrasah dalam menjaga eksistensinya guna mempersiapkan generasinya dalam pergaulan masyarakat dunia. Pembelajaran bahasa Arab yang sejak dini diajarkan di madrasah tentu menjadi sebuah nilai tambah dalam pelayanan pendidikan bagi masyarakat.

Dua hal di atas tentu hanya sebagian dari kecakapan hidup (life skill) yang dibutuhkan generasi kita pada tatanan masyarakat dunia. Namun dengannya madrasah bisa mulai menata potensi dan peluang yang dimiliki madrasah. Menjadi hal yang maklum apabila kini madrasah mulai dituntut segera melakukan intropeksi dan inventarisasi potensi akan kualitas pelayan pendidikannya. Sudahkah setiap mata pelajaran unggulan di madrasah sebagai kekhasannya menjadi sebuah jati diri yang terwujud dalam pola prilaku dan kompetensi peserta didiknya, atau hanya sekedar muatan beban materi yang selesai saat ditulis dan dimengerti oleh peserta didik tanpa mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Menjadi PR besar bagi semua kalangan mulai dari pemerintah, masyarakat, terutama madrasah itu sendiri untuk mulai merestrukturisasi semua elemen madrasah mulai dari kualitas manajemen penyelenggaraan pendidikan, kualitas sumber daya pendidik dan tenaga kependidikan dan peningkatan kualitas sarana prasarana dan metode pendidikan yang mendorong terbentuknya penguatan kemapanan karakter, serta terwujudnya transparansi kelembagaan dan anggaran sebagai ciri modernisasi institusi. Sehingga madrasah mampu mempersiapkan generasinya untuk bersaing dalam pergaulan peradaban dunia. Layaknya laskar pelangi yang menginspirasi bagaimana seorang generasi bangsa dari sekolah agama yang mampu mendunia.

mentimun bagi penderita asam urat

Ajizsulaeman, beberapa hari ini saya begitu terganggu dengan rasa sakit di sendi-sendi kaki dan tangan. Penasaran dengan kondisi tubuh saya-pun memutuskan untuk memeriksakan diri ke puskesmas di kecamatan saya (UPT.Puskesmas Sukajaya.red). Setelah melewati tahapan pemeriksaan, akhirnya saya disarankan untuk ke laboratorium untuk check darah. Dan akhirnya diketahui, penyakit tipes saya kambuh. Mungkin karena kecapean dengan aktivitas yang padat. Hal yang mengagetkan pula kadar asam urat saya mendekati angka 6, batas maksimal kadar asam urat, dan hal ini yang kemudian menyebabkan saya mulai memilah makanan-makanan yang dapat meningkatkan kadar asam urat. Saya masih ingat betapa sakit persendian begitu menyiksa setelah makan toge, kacang panjang,kol,dan jeroan.

Penasaran beberapa hal yang dapat menyebabkan kadar asam urat meningkat sekaligus makanan yang dapat menurunkan kadar asam urat, seperti biasa saya mulai search di http://www.google.com dan ditemukannya artikel di bawah ini,yang saya copas dari blog sebagaimana tertulis d akhir tulisan ini.

Buah Mentimun Sangat Bagus untuk penderita Asam Urat dan juga bisa melangsingkan badan
Manfaat mentimun : Kebanyakan orang indonesia mengetahui bahwa manfaat mentimun utama dari mentimun adalah menurunkan panas dalam dan demam serta mampu mendinginkan kulit. Sebenarnya manfaat mentimun lebih dari itu,di sarankan memotong dulu bagian atas dan bawahnya serta memutarnya dan menggosok terlebih dahulu untuk menghilangkan rasa pahit pada bagian ujung tersebut.
Kandungan airnya yang cukup tinggi sekitar 80-90% sangat membantu menyiram bakteri usus dan dinding kemih. Selain itu, kandungan air yang tinggi juga mampu menghilangkan toksik dan asam urat. Sifat diuretiknya juga mampu meringankan retensi ginjal.
Kukurbitasin C yang terdapat dalam mentimun juga mampu meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah hepatitis. Mereka yang menderita darah tinggi juga diharapkan mencoba mentimun (dalam bentuk jus ataupun rebusan) karena menurut beberapa penelitian, mentimun mampu menurunkan tekanan darah seseorang
Mengkonsumsi buah yang satu ini sebaiknya semuahnya(daging buah,kulit dan biji). Karena,dalam biji terkandung alkoloid yang mampu menyembuhkan cacingan pada anak. Selain itu tidak perlu takut mengkonsumsi mentimun dalam jumlah banyak. Sebab mitos yang mengatakan mengkonsumsi banyak mentimun tidak benar. Justru sebaliknya,mentimun itu rendah kalori dan mempunyai efek mengenyangkan.
Mentimun juga mengandung asam malonat yang mempunyai fungsi menekan gula, sehingga tidak berubah menjadi lemak. Kandungan seratnya yang tinggi juga berguna untuk menetralkan racun, melancarkan buang air hingga menurunkan kolesterol.
Untuk kecantikan : Tidak hanya untuk kesehatan, mentimun juga cocok di gunakan untuk perawatan tubuh yang ada kaitannya dengan kecantikan atau penampilan. Kandungan vitamin-vitamin dalam mentimun mampu mencegah terjadinya proses oksidasi karena mengandung zat anti oksidan, sehingga mencegah ataupun memperlambat terjadinya proses penuaan. Hal tersebut di karenakan zat-zat yang terdapat dalam mentimun mampu mencegah datangnya radikal bebas yang dapat merusak sel dan program genetic tubuh.
Tak hanya dimakan, mentimun juga dapat dipergunakan dalam bentuk masker atau scrub. Seperti yang sering di lakukan kebanyakan orang yang menempelkan irisan mentimun pada mata, ataupun pada wajah karena mampu menyegarkan dan kulit terasa halus.

Sumber : http://amerita03setiaone.blogspot.co.id/2011/01/buah-mentimun-sangat-bagus-untuk.html?m=1

HIMA Teknik Arsitektur UMJ rehab madrasah di kaki gunung halimun

Adi pengelola MI bersama Ahmad syarif
Ajizsulaeman_Sukajaya_Asa untuk memiliki gedung madrasah yang aman dan nyaman bagi terlaksananya kegiatan pembelajaran di MI Nurul Huda 02 yang berlokasi di Kp. Gunung Leutik RT. 02 RW. 06 Ds Kiarasari Kec. Sukajaya Kab. Bogor segera terwujud. Kali ini untuk kali kedua, Himpunan Mahasiswa jurusan Teknik Arsitektur Universitas Muhammadiyah Jakarta melaksanakan kegiatan bhakti sosial dengan merehabilitasi 1 ruang kelas yang kondisinya rusak berat.
Kegiatan yang bertajuk Gerakan Patharista Membangun ini lahir dari keprihatinan rekan-rekan mahasiswa yang melihat begitu nampak ketimpangan sarana prasarana pendidikan termasuk bangunan madrasah di pelosok dibanding di kota besar. Tandas Ahmad Syarif, mahasiswa tingkat akhir UMJ sebagai ketua pelaksana.
Kegiatan yang direncanakan dilaksanakan mulai tanggal 25/03/2016 sampai 03/04/2016 diikuti oleh sekitar 70 mahasiswa dan 25 dosen. Selain merehabilitasi gedung madrasah, selama kegiatan berlangsung para mahasiswa dan dosen melakukan workshop keterampilan berbasis masyarakat, kursus kilat bagi pemuda dari rekan-rekan mahasiswa teknik elektro, sekaligus mahasiswa juga akan mengajar di madrasah.
Sebagai tindak lanjut kegiatan, lokasi baksos akan menjadi daerah binaan dalam penataan kampung selama 3 tahun ke depan. Untuk itu selama kegiatan berlangsung mahasiswa akan dikelompokkan dan tinggal bersama masyarakat. Harapannya mahasiswa dapat melihat secara real kondisi masyarakat dalam kesehariannya, yang dengannya mahasiswa mampu melihat potret kondisi dan potensi daerah. Sebagaimana amanat Ir. Ashadi,M.Si ketua jurusan teknik arsitektur UMJ yang disampaikan ketua pelaksana kegiatan.
Selain merehab bangunan, pada hari Senin,28/03/2016 akan dilaksanakan pula penyuluhan kesehatan dari BKKBN pusat. Dalam kegiatan yang sama akan hadir pula para dosen dan ketua jurusan teknik arsitektur yang akan melihat secara langsung aktifitas mahasiswanya.
Sementara itu, Adi Priyayi Lira, pengelola MI Nurul Huda 02, mengucap syukur atas kepedulian mahasiswa UMJ. Alhamdulillah berkat kepedulian para mahasiswa dan para komunitas dari berbagai lintas komunitas, gedung madrasah yang awalnya sangat memprihatinkan sudah mulai tertata dan aman. Sebelumnya setiap kondisi hujan dan angin kegiatan belajar mengajar siswa terpaksa dipindahkan ke rumah penduduk, karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Sebelumnya, demi mewujudkan gedung madrasah yang refresentatif dilaksanakan pula baksos dari lintas komunitas yang dikoordinir oleh teman-teman komunitas Keong Hutan Advanture dan Forum Muda Kreatif Sukajaya (FMKS). Saya sangat bersyukur dengan upaya rekan-rekan mahasiswa dan komunitas sosial yang selalu peduli dengan kondisi madrasah kami, semoga Allah SWT membalas atas setiap amal bhakti rekan-rekan dengan pahala yang berlipat ganda. Tandas, Adi Priyayi Lira.

Program Wakaf Al-Qur’an Sesion 2

Ajizsulaeman_Sukses dengan program 1.000 wakaf Al-qur’an di tahun 2014, Forum Muda Kreatif Sukajaya (FMKS) melalui program peduli pendidikan al-qur’an segera kembali melakukan aksi yang sama di tahun 2016 terutama menjelang bulan suci Ramadhan.

Bertajuk Program wakaf al-qur’an sesion 2, komunitas aksi sosial FMKS. Kembali mengajak semua pihak yang tergerak nuraninya untuk menyisihkan sebagian rizkinya untuk turut bergabung dalam aksi wakaf al-qur’an untuk masjid dan pengajian-pengajian di wilayah Kecamatan Sukajaya Kab. Bogor.

Hal ini mengingat, banyak permintaan dari masjid dan pengajian yang pernah dikunjungi dan menjadi lokasi penyebaran al-qur’an, juz amma dan IQRO di tahun 2014. Sebagai komunitas aksi sosial, gerakan yang dilakukan dengan menerima wakaf al-qur’an dari perseorangan maupun komunitas yang secara sukarela dengan tulus ikhlas membantu mengumpulkan dan menyerahkan wakaf al-qur’an kepada FMKS. Selanjutnya FMKS menyampaikan secara langsung wakaf al-qur’an dari para muakif ke masjid dan pengajian-pengajian juga pesantren yang ada di Kecamatan Sukajaya.

Dengan semangat yang terus ditanamkan di komunitas aksi sosial Forum Muda Kreatif Sukajaya (FMKS) Menggugah nurani,beraksi bersama memberi arti.

ribuan umat Islam akan padati pembukaan TMMD

Ajizsulaeman_Sukajaya, Pembangunan taman miniatur masjid dunia (TMMD) di Pasirgocap Desa Pasirmadang Kec. Sukajaya Kab. Bogor yang digagas oleh Bapak Hartono Limin ketua yayasan Amanah Kita segera akan terealisasi.
Pembukaan dimulai dengan digelarnya Manakib Syaikh Abdul Qodir Jailani. Diperkirakan 2.000 umat Islam akan hadir di pintu gerbang TMMD yang berlokasi di Kp. Pasirwalang Desa Kiarapandak Kec. Sukajaya.
“Direncanakan akan hadir diacara manakib akbar, bapak Dedi Mizwar wakil gubernur Jawa Barat, bapak Susilo Bambang Yudhoyono dan rombongan habib Luthfi pimpinan Manakib Nasional, Buya Dimyati Muhtadi dari Banten, M.H.Ainun Najib dan rombongan habib,unsur MUI se-Bogor Barat,seryta ribuan umat Islam dari kecamatan Sukajaya dan sekitarnya.” ungkap Hidayatullah, pengurus MUI Sukajaya.
Perhelatan akbar ini menjadi tonggak awal pembukaan pembangunan taman miniatur masjid yang kelak diharapkan menjadi berkah bagi masyarakat Kecamatan Sukajaya. Selain menjadi destinasi wisata religi akan membuka peluang pengembangan sektor perekonomian masyarakat.
Persiapan acara dilakukan sejak awal tahun 2016. Kegiatan yang seyogyanya dilaksanakan pada bulan Februari 2016. Mengingat berbagai persiapan pendukung yang panjang baru dapat dilaksanakan pada Sabtu,19 Maret 2016.
Dikesempatan yang sama Hidayatullah berharap semua elemen masyarakat dapat mendukung dan hadir pada pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Khusus untuk warga masyarakat Sukajaya diharapkan dapat menciptakan kondusifitas dan menjadi tuan rumah yang ramah. Hal ini penting sebagai persiapan tatanan masyarakat yang kelak daerahnya menjadi lokasi kunjungan wisatawan baik lokal maupun internasional.” pungkas Hidayatullah.

Merambahnya lembaga pendidikan bagai jamur dimusim hujan

Ajizsulaeman_Merambahnya lembaga pendidikan formal mungkin bisa dikategorikan sebagai bentuk perkembangan sebuah peradaban mengarah pada kemajuan. Tapi jangan dilupakan bagaimana fungsi lembaga pendidikan sebagai manivestasi keluhuran budi dalam itikad menjadikan manusia sebagai manusia seutuhnya yang beriman dan bertaqwa terhadap tuhan yang maha esa Allah SWT,memiliki pengetahuan,keterampilan dan budi pekerti yang diharapkan sesuai dengan satu tatanan kehidupan masyarakat pada jamannya. Bagai jamur di musim hujan,lembaga pendidikanpun merambah ke semua pelosok negeri. Namun tanpa mengurangi apresiasi terhadap upaya setiap insan mewujudkan taraf pendidikan masyarakat,perlulah kiranya kita menelaah beberapa hal, sebagai berikut :

1. Lembaga pendidikan formal tentu harus dibentuk secara formal pula, legalitas lembaga dengan berbagai analisa potensi perlu diperhatikan sebelum mendirikan lembaga pendidikan.

2. Sekali lembaga pendidikan didirikan,maka tak mampu mundur kembali. Perencanaan yang matang dengan analisa konsekuensi dan resiko haruslah diperhatikan.

3. Kesesuaian lembaga pendidikan dengan kebutuhan masyarakat. Lembaga pendidikan yang berada di pedesaan dengan potensi pertanian misalnya, diharapkan sebuah lembaga pendidikan yang didirikan mampu mendukung pengembangan potensi yang ada. Lembaga pendidikan yang tidak sesuai dengan ketersediaan potensi dan peluang hanya akan menggiring output dari lembaga pendidikan itu untuk berduyun-duyun pergi ke daerah yang sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya. Sehingga daerah akan ditinggalkan, sawah ladang kelak akan terbengkalai karena tak ada generasi yang siap mengolah tanah kelahirannya.

4. Tersedianya pengajar yang memiliki kompetensi yang sesuai dengan visi dan program lembaga pendidikan. Masing-masing lembaga pendidikan tentu memiliki visi yang ingin dicapai,ketersediaan guru dengan kompetensi yang sesuai menjadi tonggak awal dalam pendirian sebuah lembaga pendidikan. Guru menjadi faktor terpenting dari faktor penting yang harus dimiliki lembaga pendidikan,bagaimana guru begitulah kemudian tolak ukur kualitas sebuah lembaga pendidikan. Sungguh menjadi ironi ketika pengajar memiliki tingkat pendidikan yang sama dengan mereka yang diajarnya. Kemampuan didaktik metodik dengan tingkat penguasaan materi dengan nilai-nilai keilmuan dan pemahaman kedewasaan sangat dibutuhkan tatkala seseorang diharapkan menjadi seorang guru.

5. Lembaga pendidikan dibangun bukan sekedar merekrut siswa dan menemani mereka menyelesaikan masa belajarnya sampai memiliki ijazah. Namun jauh dari itu lembaga pendidikan harus mampu mewujudkan sebuah generasi melalui siswa-siswa yang ada dengan kompetensi yang dimilikinya. Bahasa,keterampilan dan pengetahuan dengan attitude yang baik menjadi tolak ukur penting dalam menilai kualitas lembaga pendidikan.

6. Leader atau pimpinan yang memahami dan mampu menyusun dan mengelola lembaga pendidikan dengan kualitas berpikir,berencana,menganalisa setiap permasalahan. Kepala sekolah merupakan sosok yang menjadi faktor penentu kualitas sebuah lembaga pendidikan,pemimpin yang memiliki intelektualitas dan inspirasi yang inovatif akan menentukan arah pendidikan ke depan.

Karena pendidikan adalah sebuah tanggung jawab bersama. Maka pelaksanaannya menjadi hal yang penting untuk masing-masing lembaga pendidikan baik yang sudah sejak lama dibangun atau yang baru didirikan untuk kembali menelaah visi dan itikad dibangunnya lembaga pendidikan. Semoga itikad baik menjadi suatu bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan generasi bangsa. Tanggung jawab moril menjadi itikad awal dalam mewujudkan sebuah tatanan masyarakat ke depan yang beradab,berilmu pengetahuan,terampil dengan akhlak yang menjadi rahmat bagi sebuah peradaban kehidupan manusia.

#iniopiniku ajizsulaeman.wordpress.com

@RAJAFATIH47

Liburan Murah ala Keluarga Ajizs

berwisata di taman bunga nusantara cipanas-cianjurAjizsulaeman_Banyak pandangan akan kebutuhan untuk berlibur apalagi bagi orang-orang yang telah berkeluarga. Sebagian orang menyebutnya sebagai kebutuhan tertier maupun sekunder yang dilakukan hanya ketika ada dana keuangan berlebih. Namun, ada sebagaian keluarga juga yang menyatakan sebagai kebutuhan primer yang mengalokasikan dana khusus untuk kegiatan berlibur dalam waktu-waktu tertentu. Terutama pada weekend (sabtu-minggu.red) atau dihari-hari libur tanggal merah, bahkan ada yang mengagendakan kegiatan berlibur dengan sengaja mengajukan cuti bagi karyawan.

Berlibur tentu membutuhkan anggaranberlibur tetap memperhatikan hikmah belajar untuk anak, namun besaran dana yang dibutuhkan tentu dapat kita sesuaikan. Kita bisa menyepakati bahwa hikmah utama dari tujuan kegiatan berlibur adalah refreshing, rehat dari kesibukan rutinitas pekerjaan yang dilakukan. Bagi penulis kinerja dalam rutinitas bagaikan komputer yang bila diporsir secara terus menerus akan mengakibatkan hang yang kemudian mengakibatkan kinerja menjadi terganggu. Tentu karenanya kegiatan berlibur adalah sebuah hal yang perlu diagendakan setiap bulannya.

Untuk sebagian orang yang menyatakan kegiatan berlibur itu buang-buang uang atau membutuhkan dana yang besar, berikut penulis sajikan beberapa tips berlibur murah ala keluarga Ajizs :

  1. Berlibur harus disepakati untuk refreshing dari rutinitas pekerjaan maupun kegiatan lainnya seperti belajar bagi anak-anak. Sehingga semua anggota keluarga akan menjalani liburannya dengan senang tanpa memikirkan besaran biaya yang dikeluarkan setelah selesai liburan.
  2. Menentukan lokasi tujuan yang akan dikunjungi yang multy manfaat. Hal ini penting karena setiap destinasi wisata memiliki keunikan berbeda. Lokasi wisata yang menyajikan pemandangan alam pedesaan misalnya akan melahirkan sensasi bermacam rasa. Pemandangan alam yang sejuk tentu bermanfaat akan kesehatan, alam yang asri bisa jadi media belajar anak-anak, kesederhanaan masyarakat desa bisa dijadikan media untuk refleksi diri dan refleksi hati yang akan meningkatkan kualitas bersyukur kita.
  3. Liburan tidak harus selalu ke luar daerah. Banyak destinasi wisata yang dapat kita kunjungi dari daerah kita sendiri. Hal yang perlu dilakukan dengan membuka searching online lokasi wisata di daerah kita. Selain tidak memerlukan biaya besar, mengunjungi lokasi wisata daerah sendiri juga dapat meningkatkan pergerakan perekonomian daerah.
  4. Liburan ke luar daerah bisa jadi pilihan ketika keuangan mencukupi. Namun sesuai judul tulisan saya, beberapa hal yang harus diperhatikan agara kegiatan berlibur kita murah, diantaranya :
  • Untuk berlibur ke luar daerah tentu membutuhkan alat transfortasi. Bagi yang menggunakan sarana transfortasi umum, pemilihan waktu berlibur menentukan berapa biaya yang dibutuhkan untuk biaya transfortasi. Untuk menekan biaya kita dapat memanfaatkan paket tiket promo yang banyak ditawarkan (hati-hati saat memilih paket,pastikan kita menggunakan prosedur yang benar).
  • Periksa kelayakan kendaraan kita. Berlibur dengan menggunakan kendaraan pribadi memang banyak memberi kemudahan, misalnya kita tidak perlu repot dengan barang-barang bawaan. Perlu diperhatikan kondisi kendaraan jangan sampai menambah biayadi tengah perjalanan misalnya kondisi mesin dan ban kendaraan yang harus dipastikan prima.
  • Teman sangat membantu. Lihat kembali beberapa kontak di telepon seluler atau buku kenangan kegiatan kita. Beberapa teman di daerah tujuan wisata yang akan kita kunjungi sangat membantu, misalnya memberikan gambaran jalur transfortasi yang akan kita lewati (pastikan pulsa handphone kita mencukupi).
  • Cari penginapan di media online dan catat nomor teleponnya. Berkunjung ke luar daerah yang jauh membutuhkan pertimbangan untuk menginap, terutama yang membawa anak kecil atau bayi. Nomor telepon penginapan sangat membantu untuk pemesanan. Untuk menghemat kita dapat memilih paket villa yang lokasinya tidak tepat dipinggir jalan, biasanya sewanya lebih murah. Pemilihan paket diskon yang diberikan beberapa hotel juga bisa menekan biaya liburan kita.
  • Memastilkan bahan bakar full. Pembelian bahan bakar di SPBU tentu akan lebih murah dibandingkan terpaksa harus membeli secara eceran.
  • Memilih jalur yang bebas macet. Jalur macet selain akan membuat anak-anak jenuh, juga membuat kerja mesin kendaraan menjadi lama. Akibatnya konsumsi bahan bakar menjadi membengkak. Memilih jalur-jalur alternatif dapat dipilih dengan tetap memperhatikan keamanannya (bisa bertanya kepada petugas atau warga sekitar daerah). Jangan memaksakan perjalanan apabila telah larut dan harus melewati kawasan yang baru yang tidak memahami jalur dan keamanannya.
  • Membawa makanan ringan dari rumah. Selama perjalanan anak-anak biasanya melewatinya dengan ngemil. Hal ini bisa kita lakukan dengan membawa makanan ringan dari rumah dan persediaan air minumnya. Ini akan menekan biaya liburan kita.

Demikian beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan untuk melakukan kegiatan liburan. Liburan sangat dibutuhkan bagi setiap keluarga. Menjalin keharmonisan keluarga selain akan meningkatkan kualitas hubungan keluarga, juga akan menjadi jalan datangnya semangat baru dalam melakukan aktifitas keseharian keluarga. Orang tua akan kembali giat bekerja karena kondisi otak sudah refresh, begitupun anak-anak memiliki kepercayaan diri diantara teman-temannya dan mampu bercerita tentang kegiatan liburannya. Berlibur sebagai hadiah atas prestasi anak akan meningkatkan motivasi berprestasi bagi anak.

Masing-masing keluarga biasanya memiliki trik dan tips berlibur agar dengan biaya murah keluarga bisa melakukan liburan. Bagi teman-teman bisa mengirimkan artikelnya ke e-mail ajizxule@gmail.com

Kutipu diriku

Kutipu diriku

Karya :Ajiz Sulaeman

 

Aku bermain-main dengan-Mu

Berlindung pada kesholehan palsuku

Atas kemunafikkan diri dalam akal bulusku

Menampik akidah keyakinan akan Kuasa-Mu

 

Aku menipu diriku

Meyakinkan kebohongan sujudku pada-Mu

Maha penebar kasih tanpa perlu sekutu

Dengan berani kugadaikan sholatku hanya demi gapai hasrat napsuku

 

Aku tak pernah merasa malu

Menegakkan kesombongan akan hal yang bukan hakku

Kututup hati dengan keangkuhan akan ibadahku

Kuanggap Karunia-Mu hakku untuk setiap kesholehan palsuku

Kugadaikan keridhoan-Mu untuk setiap hal yang hanya Kau titipkan padaku

 

Aku yang menipu diri

Bermain-main dengan-Mu

Seolah bersandiwara dalam setiap sujudku

Kuterus selingkuhi akidah keyakinanku

Akan Keesaan dan kebesaran Kuasa-Mu

 

Aku yang terus selingkuhi keyakinanku

Bermain-main dengan-Mu

Menduakan-Mu dalam sujud-sujud palsuku

Demi dunia yang telah menutup kalbuku

 

Tuhanku…

Malu bila-ku masih mengharap akan syurga-Mu

Dengan pakaian kesombongan dan penipuanku atas Kuasa-Mu

Kugadaikan penghambaan akan harap keridhoan-Mu

Dengan napsu dunia yang membutakanku

Menjeratku dalam kesombonganku

Atas apa yang sebenarnya bukan milikku

 

Tuhanku..

Ampunilah aku

Aku bermain-main dengan-Mu

Berlindung pada kesholehan palsuku

Atas kemunafikkan diri dalam akal bulusku

Menampik akidah keyakinan akan Kuasa-Mu

 

Aku menipu diriku

Meyakinkan kebohongan sujudku pada-Mu

Maha penebar kasih tanpa perlu sekutu

Dengan berani kugadaikan sholatku hanya demi gapai hasrat napsuku

 

Aku tak pernah merasa malu

Menegakkan kesombongan akan hal yang bukan hakku

Kututup hati dengan keangkuhan akan ibadahku

Kuanggap Karunia-Mu hakku untuk setiap kesholehan palsuku

Kugadaikan keridhoan-Mu untuk setiap hal yang hanya Kau titipkan padaku

 

Aku yang menipu diri

Bermain-main dengan-Mu

Seolah bersandiwara dalam setiap sujudku

Kuterus selingkuhi akidah keyakinanku

Akan Keesaan dan kebesaran Kuasa-Mu

 

Aku yang terus selingkuhi keyakinanku

Bermain-main kepda-Mu

Menduakan-Mu dalam sujud-sujud palsuku

Demi dunia yang telah menutup kalbuku

 

Tuhanku…

Malu bila-ku masih mengharap akan syurga-Mu

Dengan pakaian kesombongan dan penipuanku atas Kuasa-Mu

Kugadaikan penghambaan akan harap keridhoan-Mu

Dengan napsu dunia yang membutakanku

Menjeratku dalam kesombonganku

Atas apa yang sebenarnya bukan milikku

 

Tuhanku..

Ampunilah aku

 

pemuda jangan sekedar jadi penonton

Ajizsulaeman-Sukajaya_Taman Miniatur Mesjid Dunia (TMMD) semakin nyata terwujud menjadi destinasi wisata religi di Kecamatan Sukajaya,setelah jalur lintas menuju lokasi di Desa Pasirmadang tengah dipersiapkan pemerintah setempat. Publikasi melalui pemasangan baliho besar terpampang di beberapa persimpangan jalan.

Taman miniatur mesjid dunia bukan sekedar impian,kini destinasi wisata religi yang kelak akan membuka multy potensi Sukajaya itu menjadi harapan besar masyarakat Sukajaya.

“Akan banyak potensi yang bisa dikembangkan guna mendukung pengembangan wisata religi melalui taman miniatur mesjid dunia,ini akan mendorong percepatan pembangunan di Sukajaya.” Ungkap Nana Mulyana,Camat Sukajaya yang bersemangat mewujudkan pembangunan di kecamatan di ujung barat Kabupaten Bogor.

Setelah persiapan inprastruktur dan publikasi yang terus dilaksanakan, beberapa pengembangan sumber daya manusia menjadi hal urgent untuk menunjang terwujudnya cita-cita besar para pelopor rencana besar tersebut. Pemuda menjadi bagian yang sangat diharapkan menjadi aktor pada saat proyek itu terwujud,karena selain dibangun 99 miniatur mesjid dunia, kelak proyek itu juga akan membangun Rumah Sakit,bahkan Perguruan Tinggi. Akan banyak lahan pekerjaan yang terbuka, tentunya harus didukung oleh kualitas dan kompetensi keterampilan dari masyarakt Sukajaya itu sendiri.

“Pemuda harus menjadi pelaku bukan penonton tatkala TMMD terwujud.” Ungkap Nana Mulyana.

Ada beberapa potensi pemuda yang sejak dini harus dipersiapkan. Pemuda dituntut dipersiapkan menjadi generasi yang paham ilmu agama, mana mungkin 99 masjid tidak diisi oleh imam masjid dan pengelola pendidikan agamanya. Penguasaan bahasa asing, keterampilan kewirausahaan, pemuda penggerak pariwisata, merupakan sedikit dari banyak hal yang harus dipersiapkan sejak saat ini oleh para pemuda di Sukajaya dan sekitarnya.

Tidak ada alasan dan kesempatan untuk masih berpikir sederhana dan menjalani hidup terutama mereka yang tengah menjalankan aktivitas belajar dengan leha-leha,baik di lembaga formal seperti sekolah maupun di lembaga pendidikan agama seperti pondok pesantren. Semua potensi pemuda kelak akan bermanfaat dalam pengembangan destinasi wisata religi melalui pembangunan TMMD.

FMKS sebagai komunitas aksi sosial pemuda yang bergerak untuk menjadi bagian dari upaya pemerintah dan tokoh Sukajaya untuk mewujudkan Sukajaya yang lebih maju sejak dini mempersiapkan diri dan terus mengajak para pemuda Sukajaya untuk benar-benar memahami proses percepatan pembangunan dan membantu mengembangkan potensi dirinya. Salah satunya pembangunan jaringan pemuda melalui pemuda penggerak pariwisata yang menyiapkan paket-paket kunjungan pariwisata Sukajaya yang kemudian secara aktif mempublikasikan karya-karya nyatanya melalui media-media online dan blog pribadi agar publikasi potensi Sukajaya bisa lebih cepat dan mendunia. (Sule)

belajar upaya sadar untuk meningkatkan kualitas kehidupan

Ajizsulaeman-Terima kasih kawan telah diingatkan kembali lewat diskusi kecil kita.

Sepakat sebagian pelajar saat ini besar dalam hedonisme yang menyatakan sukses dalam takaran materiil, mereka seperti ingin gapai sukses mereka secara instan,bahkan saat mereka duduk di bangku sekolah. Sekolah tak hebat jika tanpa kendaraan pribadi, gak gaul kalau masih ngangkot. Apa yang sebagian pelajar kita lakukan memenuhi hedonisme mereka memaksa para orang tua mereka untuk bersusah payah bekerja, berpikir memutar kepala bukan saja untuk membekali biaya pendidikan anak-anaknya (sebagian padahal biaya pendidikan sudah digratiskan), namun dipusingkan untuk menuruti nafsu hedonisme anak-anak mereka yang disilaukan dengan materialistis,tak sedikit sawah,kebun,ternak,tanah dikorbankan sekedar mengabulkan keinginan akan kendaraan,handphone canggih,sepatu mewah,yang tanpa itu anak-anaknya tak mau berangkat sekolah. Naudzubilah.

#sekolahkinimungkinsekedargayahidup.

#menuntutilmujadiusahamenujuhiduplebihbaik.

#iniopiniku Semoga jadi muhasabah untuk meneguhkan mereka yang terus berusaha meraih cita-cita walau penuh keterbatasan. ajizsulaeman.wordpress.com

2 tahun FMKS Mengabdi

FMKS saat pesta rahayat  Mei 2014Ajizsulaeman_Sukajaya- 01 Maret 2016 menjadi tahun ke 2 FMKS hadir sebagai komunitas aksi sosial di Kec. Sukajaya Kab. Bogor. Beberapa hal telah dilakukan namun perjuangan pengabdian masih harus terus dilanjutkan. Masih banyak yang menjadi target aksi ke depan, terutama di bidang sosial kemasyarakatan, pendidikan, pengembangan potensi pemuda, dan banyak lagi yang lainnya.

Tiada daya dan upaya yang dapat kami lakukan selain karena kehendak-Nya, Allah SWT sebagai pemberi kekuatan atas segala impian dan upaya yang dilakukan. Terima kasih atas dukungan dan kerja sama dalam setiap kegiatan sosial yang dilaksanakan. Terutama kepada Bapak Drs.H.Nana Mulyana,M.Si. (Inspirator lahirnya FMKS, Dewan Pembina), rekan-rekan seperjuangan, pemuda Sukajaya, Kepala Desa se-Kecamatan Sukajaya, rekDrs.H.Nana Mulayan,M.Si Dewan Pembina FMKSan media, para sponshorship kegiatan, rekan komunitas, UMC motor Club, Keong Hutan Advanture, KakiJabar, Scoutlight, Forum Alumni Smanell47, keluarga besar alumni SMANSKA, DKR Sukajaya, rekan-rekan pasca sarjana Universitas Pakuan terutama kelas A.P 1.1, dan banyak lagi pihak-pihak yang telah mensupport aksi-aksi yang dilakukan baik perorangan maupun lembaga yang mohon maaf tidak kami sebutkan satu persatu.

Semoga diusia yang ke 2 tahun mengabdi ini, FMKS bisa terus menjadi bagian dalam proses percepatan pembFMKS bersama pengisi acara di pesta rahayat Mei 2014angunan daerah di Sukajaya khususnya dan Kabupaten Bogor pada umumnya.

Semoga Allah SWT mencatat setiap upaya kecil yang dilakukan sebagai bagian amal bhakti kami terhadap-Nya, terhadap ibu pertiwi NKRI negeri yang sama-sama kita cintai.

Dengan terus berpegang pada semangat pengabdian MENGGUGAH NURANI BERSAMA BERAKSI MEMBERI ARTI.

Forum Muda Kreatif Sukajaya (FMKS)

Ajiz Sulaeman, S.Pd. (Ketua)

Ade Rustan, S.Kom. (Sekretaris)

Jajaran Pengurus dan Anggota FMKS

01 Maret 2016 FMKS genap Berusia 2 Tahun Mengabdi

Logo FMKSAjizsulaeman_Sukajaya-Lahir atas kesadaran akan peran pemuda sebagai agent of change dan keinginan untuk turut berperan aktif dalam percepatan pembangunan Kecamatan Sukajaya dengan aksi-aksi bersipat solutif dan inovatif beberapa orang pemuda tanggal 01 Maret 2014 bersepakat membuat komunitas aksi sosial bernama FMKS. Kini tepat 01 Maret 2016 FMKS genap berusia 2 tahun dalam pengabdiannya.

Forum Muda Kreatif Sukajaya (FMKS) merupakan komunitas aksi sosial di wilayah Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor. Lahir sebagai sebuah komunitas sosial, FMKS telah melakukan berbagai kegiatan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat di Kecamatan Sukajaya. Semangat dengan  motto pengabdian “menggugah nurani, beraksi bersama  memberi arti” FMKS bergerak dengan sejumlah pemuda yang secara sukarela melakukan kegiatan seperti bhakti sosial.

Selama kurun waktu dua tahun FMKS dengan menjalin koordinasi dan kerjasama dengan berbagai pihak, baik pihak Pemerintah Kecamatan Sukajaya, pemerintahan desa, swasta, komunitas aksi baik dari lingkungan Bogor maupun dari luar Bogor, telah melakukan berbagai aksi-aksi sosial dianataranya :

  1. Program Peduli Pendidikan Al-Qur’an (P3A) melalui program wakaf al-qur’an di tahun 2014. Tidak kurang dari 1.400-an Al-Qur’an, 1.600-an Juz Amma dan 500-an IQRO yang diperoleh dari wakaf/bantuan dari para hamba Allah yang secara sukarela menitipkan bantuannya ke FMKS dan berhasil disebar ke pengajian dan majlis taklim di lingkungan Kecamatan Sukajaya.
  2. Program Peduli Sanitasi Lingkungan, dengan membangun dua kamar mandi di Kp. Sidoger Desa Sukajaya Kecamatan Sukajaya. Kegiatan dilakukan bersama masyarakat yang secara sukarela bergotong royong membangun MCK dari yang sebelumnya sangat memprihatinkan.
  3. Pesta Rahayat Sukajaya 2014 di tanggal 26 – 28 Mei 2014. Gelaran hajat pesta rahayat yang dilaksanakan selama 3 hari 3 malam sukses melaksanakan pasar murah bagi warga Sukajaya, sosialisasi dan perlombaan permainan tradisional, tabligh akbar dan gelaran wayang golek semalam suntuk.
  4. Program Peduli Pendidikan Anak Pelosok sukses dilaksanakan pada tanggal 31 Januari 2015 dengan menyelesaikan bangunan yang terbengkalai di MI Nurul Huda Gunung Leutik dengan gerakan komunitas bersama, tidak kurang 20 komunitas sosial di Jabodetabek bergabung di kegiatan ini dengan koordinasi apik bersama komunitas Keong Hutan Advanture.
  5. Program Peduli Pendidikan Madrasah di 26 Januari 2016 bersama 16 komunitas aksi sosial dengan koordinasi apik dengan komunitas KakiJabar, Scoulight, DKR Sukajaya, Purnapaskibra SMANSKA, berhasil menyebar kaos kaki dan alat tulis ke 11 MI di Kecamatan Sukajaya.

Banyak harapan diusianya yang ke 2 tahun beraksi bergenre pengabdian. Para pemuda yang tergabung dalam komunitas Forum Muda Kreatif Sukajaya masih banyak hal yang masih harus dilakukan terutama untuk mendorong dan mendukung proses percepatan pembangunan di Sukajaya. Kini diusianya yang ke 2 tahun FMKS terus bergerak membantu kegiatan-kegiatan sosial terutama bagi masyarakat, pelajar dan pemuda. Khusus untuk pemuda dan pelajara FMKS kini berupaya untuk memberikan sosialisasi dan motivasi dalam pemerataan pemahaman tentan perkembangan IT, workshop blog mandiri bagi pemuda dan pelajar, pendampingan pemuda penggerak pariwisata, inventarisasi dan dokumentasi pariwisata wilayah Sukajaya.

Ucapan terima kasih tak terhingga kami haturkan ke Bapak Drs. H. Nana Mulyana, M.Si, Camat Sukajaya sebagai Dewan Pembina FMKS, para Kepala Desa se-Kecamatan Sukajaya yang terus memberikan dukungan disetiap kegiatan, rekan-rekan pemuda Sukajaya dari berbagai komunitas, komunitas aksi sosial di luar Sukajaya yang terus mendukung. Semoga setiap aksi yang dilakukan menjadi satu kegiatan bernilai ibadah. Aamiin. (Sule)

68 Pramuka Penegak Sukajaya dilantik menjadi Bantara secara massal

68 penegak dilantik menjadi bantaraAjizsulaeman_Sukajaya-Gerakan Pramuka Sukajaya kembali membuktikan eksistensinya, dengan semangat kebersamaan dan sadar dengan fungsinya sebagai pandu rakyat yang mendorong proses percepatan pembangunan di Kecamatan Sukajaya, Dewan Kerja Ranting (DKR) Sukajaya dan beberapa pembina gudep di 4 sekolah di Sukajaya menginisiasi pelantikan bersama bagi 68 penegak menjadi penegak bantara.

Berbeda dari biasanya pelantikan anggota pramuka penegak bantara yang biasanya dilakukan di masing-masing pangkalan, di Kecamatan Sukajaya Jum’at,26/02/2016 sebanyak 68 anggota penegak dari 4 sekolah, yang terdiri dari 17 penegak SMA Negeri 1 Sukajaya, 15 penegak SMK Pesona Dewantara Pasirmadang, 26 penegak SMA Islam PGRI Sukajaya, dan 10 penegak SMK Pesona Dewantara Sukahati, mengikuti kegiatan pelantikan yang dikemas menjadi kegiatan pembekalan materi kepramukaan dan pelantikan bersama. Kegiatan yang dilaksanakan sampai hari Minggu,28/02/2016 ini ditujukan untuk menjalin persatuan antar anggota pramuka sehingga mampu berkontribusi nyata untuk kemajuan Sukajaya.

Ginanjar Asegaf, Pembina Gudep di SMA Negeri 1 Sukajaya sebagai penanggung jawab kegiatan, menyatakan kegiatan ini dimaksudkan untuk mewujudkan persatuan antar anggota pramuka penegak. “Banyak yang dapat kita lakukan apabila semua anggota pramuka terutama pramuka penegak dapat disatukan,sebagai bagian dari pemuda mereka mampu mengaktualisasikan pengalamannya dalam gerakan pramuka di lingkungan masyarakatnya, selain itu karena datang dari berbagai sekolah, hal ini dapat menghilangkan fanatisme sekolah yang sering menimbulkan perpecahan pelajar dan terjadinya tawuran antar pelajar.” Ujarnya.

Riska Arisandi, Ketua DKR Sukajaya sangat bangga atas terlaksananya kegiatan yang baru kali pertama dilakukan di Sukajaya ini terlebih diusianya yang belum genap 2 bulan Dewan Kerja Ranting (DKR) Sukajaya secara resmi dikukuhkan. “Kegiatan ini sangat bagus, selain memberikan pembekalan materi bagi peserta, juga dapat menjalin silaturrahmi antar penegak yang ada di Kwartir Ranting Sukajaya. Harapannya semoga gerakan pramuka di Sukajaya semakin maju dan semakin eksis terutama dalam aksi-aksi pengabdian.” Pungkasnya. Seperti diketahui saat ini gerakan pramuka sedang melaksanakan upaya pembangunan jembatan pramuka di Kp. Urug Desa Urug Kecamatan Sukajaya.

Kegiatan pelantikan bersama ini meliputi kegiatan-kegiatan pembinaan mental dan pembekalan materi tentang kepramukaan dan motivasi tentang daya juang dan keterampilan melaksanakan aktifitas di alam bebas. Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari 2 malam ini meliputi, pengembaraan melewati 4 desa dengan jalur penjelajahan kurang lebih sejauh 20 km dengan kondisi alam yang masih asri khas pemandangan daerah pegunungan di Sukajaya, pengambilan Tanda Kecakapan Umum (TKU) Bantara yang tersebar di makam keramat Cibuluh dan TPU Jugaraksa. Selain itu setiap peserta juga melakukan kegiatan menyatu bersama masyarakat.

Ade Rustan, penanggung jawab lapangan menyatakan “pramuka harus menyatu dengan masyarakat, dikegiatan ini setiap peserta tidak membuat tenda tapi selama penjelajahan mereka istirahat di selasar rumah penduduk di setiap kampung  yang dilewati. Hal  ini dimaksudkan untuk mencetak generasi muda yang menyatu dengan masyarakat dan memiliki sikap patriotisme yang tinggi juga memiliki mental juang baja dalam upaya kaderisasi pemuda yang berkarakter seperti yang termaktub dalam trisatya dan dasa dharma.” Tuturnya.

Sementara saat ditanya tentang kesannya mengikuti kegiatan ini, Tiara (16) anggota pramuka penegak dari SMK Pesona Dewantara Pasir madang, yang berhasil melewati kegiatan selama 3 hari 2 malam, ini merasa senang dan bangga telah menjadi bantara. “saya sangat terharu tadi saat mendapatkan TKU bantara saya, akhirnya semua perjuangan dapat saya selesaikan, saya sangat senang karena dapat berbaur dengan teman dari sekolah lain, dapat saling mengenal satu sama lain dan setelah menjadi bantara saya akan menjadi pribadi yang lebih baik dan dapat lebih berguna untuk masyarakat.” Ungkapnya

Selain pembina dan panitia dalam kegiatan ini juga hadir pengurus dan anggota Dewan Kerja Ranting (DKR) Sukajaya, anggota PMR dari SMA Negeri Sukajaya dan SMA Mandala leuwiliang, Alumni SMANSKA, Pramuka Penegak SMK Bina Mandiri Cigudeg, Pramuka Penegak SMK Insan Madani, dan Pramuka Penegak SMA PGRI Leuwiliang.

Ade Rustam (26) mengungkapkan “Pramuka Sukajaya harus bisa satu visi, sebagai pandu rakyat yang mendharma-bhaktikan hidupnya untuk masyarakat, sehingga tidak ada sekat antar pramuka di masing-masing gugus depan maupun lembaga atau instansi, pramuka Sukajaya harus lebih maju kelak di kemudian hari.” Pungkasnya. (Sule)

Alumni Ponpes Tarbiyatul Falah laksanakan Reuni Santri

Para Alumni Tarbiyatul Falah Bersama pengasuh ponpesAjizsulaeman_Leuwisadeng-Hampir satu dasawarsa tidak bertemu, alumni pondok pesantren Tarbiyatul Falah Kp. Peuteuy Leuwisadeng adakan reuni santri. Sabtu malam 27/02/2016 sekitar 15 orang santri berasal dari berbagai daerah dan berbagai angkatan berkumpul di pondok pesantren tempat dahulu mereka menimba ilmu, yang kemudian dilanjutkan dengan kunjungan silaturrahmi ke kediaman pengasuh pondok pesantren K.H. Ujang Taqiyyudin.

Ujang Suherman, salah satu alumni yang kini menjadi pengajar di salah satu SDIT di Bekasi sebagai penggagas kegiatan reuni santri ini menyatakan kegiatan ini dimaksudkan untuk kembali menjalin tali silaturrahmi antar para santri dan pengasuh pondok pesantren.

“Setelah beberapa tahun tidak bertemu, masing-masing santri alumni pondok pesantren Tarbiyatul Falah tersebar di beberapa daerah dengan masing-masing aktifitasnya, ada yang menjadi ustadz dan memiliki yayasan pendidikan Islam, guru, pegawai bahkan pengusaha. Kegiatan reuni ini menjadi pengobat atas rasa kangen untuk kembali mengenang masa-masa menimba ilmu di pondok dulu, sekaligus melalui reuni ini selain bisa bertemu dengan teman-teman juga bersilaturrahmi langsung dengan guru kami dan turut membantu mensyiarkan pondok pesantren supaya bertahan sebagai lembaga pendidikan Islam yang saat ini mulai kurang diminati.” Ujarnya.

K.H. Ujang Taqiyyudin, pengasuh pondok pesantren Tarbiyatul Falah yang kini sudah menjadi yayasan dan melaksanakan pendidikan formal seperti Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (TKQ) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) merasa terkejut atas kedatangan para santrinya yang tidak memberi kabar terlebih dahulu. Layaknya orang tua, Kang Haji begitu sapaan dikalangan para santri merasa bahagia sekaligus bangga melihat para santrinya mampu berperan dalam syiar agama.

“Kita harus senantiasa bersyukur atas berkah ilmu yang diberikan, sekecil apapun ilmu yang kita miliki semoga bisa diamalkan baik dalam syiar terhadap orang lain terlebih dilaksanakan sebagai aktifitas ibadah sehari-hari, sebagai apapun pekerjaan dan posisi kita saat ini. Perhatikan atas setiap rizky yang didapat, tatkala ada rizky yang tidak halal yang kita makan itu akan berpengaruh terhadap tingkat kualitas ibadah, orang yang di dalam tubuhnya ada barang yang tidak halal, akan merasa enggan dan berat melaksanakan ibadah misalnya sholat terlebih sholat berjamaah.” Amanatnya.

Selain kegiatan silaturrahmi, pertemuan para santri lawas itupun merencanakan berbagai agenda ke depan. Kegiatan pengajian setiap tiga bulan dan pelaksanaan syiar agama di pondok pesantren pada peringatan hari besar Islam, juga bantuan untuk operasional pondok pesantren menjadi beberapa hal yang menjadi hasil diskusi dalam pertemuan itu.

Ust. Tarmidzi, yang kini menjadi pengasuh pondok pesantren di Parung, menyatakan kegiatan ini sangat bagus dilaksanakan selain untuk kembali menjalin tali silaturrahmi sekaligus menjadi media diskusi untuk pengembangan pondok pesantren ke depan.

“Kondisi zaman dewasa ini, menuntut kita untuk proaktif dalam syiar pendidikan pondok pesantren, bukan tidak mungkin ke depan pondok pesantren Tarbiyatul Falah juga melaksanakan pendidikan formal seperti sekolah, sehingga bisa menjadi lembaga yang mampu mengakomodir layanan pendidikan yang dibutuhkan masyarakat bahkan menjadi tempat mengabdi bagi para alumni yang saat ini belum memiliki pekerjaan.” Ungkapnya.

Pondok Tarbiyatul Falah beralamat di Kp. Peuteuy Desa Leuwisadeng Kecamatan Leuwisadeng Kabupaten Bogor. Sekitar 1 km dari kantor Kecamatan Leuwisadeng. Selain memiliki para santri yang menimba ilmu agama dan khusus bermukim di pondok, sejak dahulu pondok pesantren inipun diisi oleh para pelajar yang sekolah di beberapa sekolah di sekitar Leuwisadeng dan Leuwiliang, karena lokasinya yang mudah dijangkau disebabkan lokasinya tepat dipinggir jalan dengan sarana transportasi yang memadai. (Sule)

Filosofi Tunas Kelapa dalam Revitalisasi Gerakan Pramuka di Daerah

Ajiz sulaemanAjizsulaeman_gerakan Pramuka sebagai pandu rakyat, lahir, hidup dan berkembang bersama rakyat. Sebuah pemikiran dengan filosofi besar ketika para pendahulu Gerakan Pramuka memilih tunas kelapa sebagai tanda kehormatan dan jati diri Gerakan Pramuka.

Dipilihnya tunas kelapan tentu lahir dengan harapan besar para pendahulu bangsa, cita-cita besar untuk menjadikan generasi bangsa setelahnya terlahir dan terbentuk sebagai pribadi yang mampu hidup  dan berkembang dalam situasi kondisi dan lokasi dimanapun berada dengan selalu memiliki kemampuan untuk memaksimalkan dirinya untuk dapat sebesar-besarnya bermanfaat untuk lingkungannya.

Kini menjelang 50 Tahun Gerakan pramuka ini tertanam dan tumbuh. Tunas kelapa yang dahulu kini telah menjadi pohon-pohon yang kokoh berdiri. Tegak dalam hidup dan berkembangnya tentu dituntut untuk mampu memberikan nilai manfaat bagi masyarakat. Selain mampu melahirkan tunas kelapa – tunas kelapa muda, tunas kelapa yang kini telah kokoh berdiri itu dituntut mampu melahirkan saripati penuh arti berguna dan bermanfaat dalam keteguhan nilai-nilai Trisatya dan Dasa Dharma sebagai karakter jati dirinya.

Tunas kelapa muda yang berkualitas unggul tentu hanya akan lahir dari tunas kelapa terdahulunya yang berdedikasi, berkemampuan meneguhkan pengabdian berlandas Trisatya dan Dasa Dharma. Kalaupun suatu saat sang tunas kelapa itu pun mati, ia akan tersenyum bahagia ketika generasi Tunas Kelapa mudanya mampu menjaga dan melanjutkan sebuah amanah suci guna menjadi pandu rakyat yang bermanfaat.

Sebagai tunas kelapa yang tangguh dan mampu hidup dalam kondisi apapun, Gerakan Pramuka harus peka dan menjadi bagian dari setiap perkembangan dan perubahan zaman. Pramuka dituntut dapat beradaftasi terhadap kondisi faktual dari perubahan zaman dewasa ini. Kenyataan tentang diberlakukannya zona Masyarakat Ekonomi ASEAn (MEA), dan modernisasi dan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi harus dijawab dengan aksi nyata. Pramuka kini harus menjadi pelaku atas perkembangan zaman. Program-program kepramukaanpun tentu harus mulai disusun apik sehingga para tunas kelapa benar-benar mampu hidup dan berkembang dalam setiap perubahan zaman.

“Mari bangkit, bukan sekedar berdiri menyongsong perubahan, tapi mulailah bergerak menjadi bagian dari perubahan itu sendiri.”(Sule)

Dorong Percepatan Pembangunan Camat Sukajaya Kumpulkan pemuda dari 11 Desa

Camat Sukajaya paparkan Prospek Pembangunan Sukajaya
Camat Sukajaya paparkan Prospek Pembangunan Sukajaya

Ajizsulaeman-Sukajaya_ Nana Mulyana kembali membuat gebrakan, kali ini setelah melakukan percepatan pembangunan fisik dan insprastruktur di daerahnya, Camat Sukajaya mengumpulkan perwakilan pemuda dari 11 desa di wilayah Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor. Hampir 150 pemuda hadir di aula kecamatan untuk mendapatkan sosialisasi dan berdiskusi tentang prosfek pembangunan Sukajaya ke depan.

Kegiatan yang diprogramkan oleh Nana Mulyana tersebut dilaksanakan pada Sabtu malam (30/01/2016) merupakan upaya untuk menjalin tali silaturrahmi antar pemuda se-Kecamatan Sukajaya agar masing-masing pemuda bisa saling mengenal dan dapat memupuk jiwa gotong royong. Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menjadi ajang mensosialisasikan semua program pembangunan daerah yang tengah dan akan dilaksanakan di Kecamatan Sukajaya. Selain pemuda hadir pula Apih Ujang tokoh pemuda Sukajaya yang juga Kepala Desa Cileuksa, Kades Pasirmadang, Kades Sukamulih dan beberapa Sekretaris Desa.

Pemuda antusias mengikuti pemaparan prospek pembangunan
Pemuda antusias mengikuti pemaparan prospek pembangunan

“Pemuda harus menjadi garda terdepan atas upaya percepatan pembangunan yang digalakkan oleh pemerintah, pemuda dapat mengambil peran atas manfaat pembangunan, bukan hanya sebagai penonton tapi pelaku kemajuan daerahnya,” Tutur Camat Sukajaya

Ketua Pemuda dari Desa Sukamulih Ibro, menyambut baik kegiatan yang digagas Camat Sukajaya. Menurutnya pemuda harus bersama-sama semua pihak yang berusaha membangun Sukajaya agar lebih maju. Menurutnya pemuda harus tahu apa yang sedang digalakkan untuk pembangunan Sukajaya.

“Pemuda harus mendukung setiap upaya pembangunan yang dilaksanakan pemerintah untuk masa depan anak keturunan kita ke depan, pemuda dari seluruh desa harus bersatu jangan ada hal-hal yang mendorong terjadinya perpecahan,” Tutur Ibro mengajak para pemuda untuk bersatu.

Sementara itu, Kepala Desa Cileuksa Apih Ujang yang juga tokoh pemuda Sukajaya mengingatkan untuk penggerak pemuda untuk selalu menjaga semangat pengabdiannya.

”Pemuda jangan berdiam diri atas pembangunan daerah, ke depan sosialisasi rencana pembangunan diharapkan dilaksanakan secara estafet di desa-desa se-Kecamatan Sukajaya, kunjungan pemuda ke tiap desa akan meningkatkan tali persaudaraan antar pemuda, dan pemuda Desa Cileuksa siap berperan serta agar Sukajaya menjadi daerah yang maju.” Tutur Apih Ujang saat diminta komentarnya. (Sule)

16Jejaring dan Komunitas Sosial sebar 1.700 kaos kaki di 11 MI di Sukajaya

Siswa MI terima kaos kai dan alat tulis
Siswa MI terima kaos kai dan alat tulis

Ajizsulaeman-Sukajaya_Komunitas Kaos Kaki Jabar bersama Forum Muda Kreatif Sukajaya dan 16 Jejaring komunitas sosial melaksanakan kegiatan bakti sosial bertajuk pemuda peduli pendidikan. Kegiatan yang digagas oleh Yudi Hamzah koordinator KakiJabar

yang berlokasi di Bandung dan Ajiz Sulaeman Ketua FMKS sebagai koordinator lokal di Kecamatan Sukajaya menyerahkan bantuan berupa kaos kaki, alat tulis, alat olah raga, buku bacaan, Al-Qur’an dan IQRO ke 11 MI di Sukajaya, Paud Harapan, satu taman baca dan satu pondok pesantren.

Keseluruhan donasi merupakan bantuan dari rekan-rekan komunitas sosial selain Kakijabar dan FMKS juga bergabung komunitas Scoutlight, Sejuta Buku, Sekolah Raya, Jurnal Khatulistiwa, mahasiswa Pascasarjana Universitas Pakuan, Alumni SMA N 1 Leuwiliang dan Komunitas pemuda dan organisasi yang ada di Sukajaya diantaranya DKR Sukajaya, Forum Alumni SMAN 1 Sukajaya, dan Paskibra Sukajaya.

Persiapan tim penyebar bantuan
Persiapan tim penyebar bantuan

Sekitar pukul 14.00 wib di hari Jum’at 26 Januari 2016, rombongan tim dari Kakijabar tiba di Sukajaya dan langsung diterima oleh Bapak Saeful Kasie Trantib Kecamatan Sukajaya. Dalam sambutannya Kasie Trantib mengucapkan selamat datang dan mengucapkan terima kasih atas kegiatan yang dilaksanakan dan tentu akan bermanfaat bagi warga terutama siswa di 11 MI di Sukajaya.

Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 29 sampai 31 Januari 2016 selain menyerahkan bantuan berupa barang juga melakukan pendampingan keorganisasian kepada hampir 35 pelajar di Sukajaya untuk memupuk jiwa pengabdian di masyarakat dan melakukan sosialisasi singkat terkait penanggulangan bencana berbasis masyarakat bagi Pemuda Desa di Kecamatan Sukajaya.

“Pemuda harus menjadi inisiator dan inovator atas permasalahan di masyarakat, pemuda harus peka juga mampu memberikan aksi nyata untuk membantu masyarakat dan berperan aktif dalam program pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah, untuk itu sinergitas harus dibentuk sehingga aksi pemuda melahirkan manfaat bagi masyarakat dan terjalin kerjasama dengan pemerinta,” Tutur Ajiz Sulaeman yang juga sekretaris PK KNPI Sukajaya.

Kegiatan baksos kaki jabar di Sukajaya merupakan kali ke tujuh baksos yang dilakukan komunitas yang dibentuknya dengan daerah yang berbeda di Propinsi Jawa Barat. Berkaitan dengan bantuan kaos kaki yang menjadi pokok kegiatan baksosnya Yudi Hamzah menyatakan banyak filosofi tentang gerakan penyebaran kaos kaki.

“Kaos kaki adalah bagian kecil atas terjaganya kesehatan anak-anak, kaos kaki yang bagi sebagian orang terutama yang ada diperkotaan mungkin bukanlah barang yang istimewa, tetapi bagi siswa di pelosok, bukan hal mudah untuk anak-anak mendapatkannya, kaos kaki juga jadi pembuka untuk menjalin silaturrahmi dengan para siswa dan memberikan motivasi untuk meraih cita-citanya,” Ungkap Yudi

Untuk Penyebaran bantuan kaos kaki dan lainnya dilaksanakan secara serentak pada hari Sabtu, 30 Januari 2016 diserahkan oleh komunitas yang tergabung dan dibagi ke dalam lima kelompok.

“Kami menyatukan semua komunitas baik dari luar sukajaya maupun komunitas lokal yang terlibat untuk secara bersama-sama dalam waktu yang bersamaan membagikan bantuan ke titik lokasi tujuan baksos, selesai kegiatan baksos rekan-rekan komunitas diajak berkunjung ke lokasi-lokasi pengembangan wisata alam di Sukajaya diataranya lokasi di Cibatu Hideung Kiarasari, Bukit Pasir Gocap Pasirmadang, Kampung Adat Urug dan Gunung Nyuncung di Sipayung dan Sukamulih,” Tutur Ajiz Sulaeman menjelaskan agenda kegiatan.

Kepala MI Sirojul athfal 02 Yayan, di Kampung Satu Desa Kiarapandak menyambut tim penyebaran wilayah Kiarapandak dan Cisarua, sangat berterima kasih atas kegiatan bakos yang datang ke madrasahnya yang kondisinya sangat memperihatinkan dengan jumlah siswa 112 siswa dan hanya tersedia dua ruang kelas.

“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan komunitas para pemuda,terutama yang datang dari Bandung, semoga aksi yang dilakukan memberi inspirasi dan semangat baru buat anak-anak kami untuk semangat belajar,” Tandas Yayan

Saat ditanya tentang kondisi alam di Sukajaya, Maya yang juga pegawai di Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Bogor mengungkapkan kekagumannya akan banyaknya potensi wisata yang dapat dikembangkan di Sukajaya.

“Sukajaya sangat indah dan berpotensi untuk sektor pariwisata, tinggal para pemuda mau membentuk pemuda pegiat pariwisata di masing-masing desa, banyak hal yang dapat dilakukan dan pemerintah sudah menyediakan peluang untuk membantu pengembangan wilayah di sektor pariwisata,” Ungkap Maya yang merupakan salah satu alumni kegiatan pembinaan pemuda di Gerakan Masyarakat Jawa Barat tersebut. (Sule)

MIN Sadeng bentuk siswa berakhlakul Karimah melalui Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw.

Yazid Al-Bustomi Siswa MIN Sadeng memberikan tausiahAjizSulaeman_Sadeng-Kamis, 28 Januari 2016 Madrasah Ibtidaiyah Negeri Sadeng laksanakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw, bertajuk tema tingkatkan iman dan taqwa untuk membentuk akhlakul karimah. Seluruh siswa sejak pukul 07.00 wib dengan berpakaian busana muslim hidmat mengikuti acara yang digelar di aula kelas. Iringan sholawat seluruh siswa yang dipimpin oleh Ajiz Sulaeman salah seorang guru di madrasah unggulan itu menambah hidmatnya acara. Siswa serempak mengikuti sholawat nabi yang juga dipopulerkan oleh wafiq ajizah berjudul Sholatunn bissalam.

Agus Tomi, S.Pd.,M.Pd. sebagai ketua pelaksana mengungkapkan kegiatan ini merupakan kegiatan rutin dalam agenda Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) yang diprogramkan oleh MI Negeri Sadeng setiap tahunnya. “Kami berharap melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw, siswa dapat lebih mengenal Rosulnya dan mampu meneladani dan mengaktualisasikan akhlak Rosul dalam kehidupan sehari-hari.” Tutur guru yang meluncurkan buku program hapalan juz amma siswa di MIN Sadeng tersebut.

Nadya dan Mia MC acaraHadir dalam acara tersebut seluruh siswa dari kelas satu sampai dengan kelas enam, seluruh guru dan staf Tata Usaha dan para orang tua/wali murid. Kepala Madrasah M. Darum, S.Ag.,M.Pd.I. dalam sambutannya menuturkan “Kegiatan Peringatan Maulid Nabi menjadi agenda rutin tahunan yang dilaksanakan sebagai upaya madrasah dalam memberikan pelayanan terbaik untuk seluruh siswa dan menjadi bagian proses pendidikan dan pembelajaran terhadap siswa terkait nilai-nilai agama Islam, terutama dalam pembentukan akhlakul karimah berdasarkan contoh tauladan Nabi Muhammad Saw. Melalui kegiatan ini siswa dilatih untuk menjadi da’i dan mampu berbicara dihadapan khalayak umum.” Masih dikesempatan yang sama M.Darum juga mengucapkan terima kasih atas partisipasi orang tua/wali murid yang secara sukarela membantu terlaksananya kegiatan.

Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an dengan saritilawah dua bahasa
Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an dengan saritilawah dua bahasa

Selain menampilkan siswa-siswa pilihan sebagai pembawa acara, pembaca ayat suci al-qur’an dengan saritilawah dua bahasa yaitu bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, dan penceramah. Panitia kegiatan juga mengundang penceramah dari Bogor Ustadz Muhammad Hafidz Usman, S.Ag. atau dikenal dengan Ustadz Sholawat. Dalam tausiahnya Ustadz Sholawat mengajak seluruh hadirin untuk selalu mendawamkan sholawat sebagai tanda cinta kasih ummat terhadap kekasihnya yaitu Nabi Muhammad Saw. “Ada empat sifat Rosulullah yang patut kita ketahui dan teladani yaitu sifat sidik, amanah, tabligh, dan fatonah. Nabi Muhammad memiliki sifat benar, jujur dan dijuluki al-amin. Kejujuran dan akhlak baik Rosulullah bukan

Ust M Hafidz Usman, S.Ag atau Ustadz Sholawat
Ust M Hafidz Usman, S.Ag atau Ustadz Sholawat

saja diakui dan diteladani oleh ummatnya tapi diakui oleh orang-orang di seluruh dunia. Dalam buku yang ditulis oleh Michael H. Hart yang merupakan seorang keturunan Yahudi menuliskan buku berjudul “The 100“ buku yang memuat 100 tokoh yang memiliki pengaruh terkuat dalam sejarah manusia tersebut secara nyata menempatkan Nabi Muhammad Saw di urutan pertama dan menjadi panutan seluruh masyarakat dunia hingga saat ini.” Tutur Ustadz Hafidz Usman dalam tausiahnya. (Sule)

Gunung Nyuncung Destinasi Wisata Alam Desa Sipayung Kecamatan Sukajaya

Gunung Nyuncung Berdampingan Gunung Gede
Gunung Nyuncung Berdampingan Gunung Gede

Ajizsulaeman-Sukajaya_Minggu 24 Januari 2016 bersama beberapa rekan Forum Muda Kreatif Sukajaya (FMKS) dan penggalang dari SMP dan MTs di Sukajaya, saya kembali menyisir pelosok daerah. Kali ini saya berkunjung ke Desa Sipayung sekitar 2 Km dari kantor Kecamatan Sukajaya. Seperti perjalanan-perjalanan sebelumnya, saya dan beberapa rekan mencoba memotret, merangkum berbagai potensi terpendam dari wilayah yang kami cintai. Berharap upaya yang sangat sederhana yang kami lakukan kelak menjadi bagian kecil atas sebuah cita-cita bertajuk percepatan pembangunan daerah mengejar ketertinggalan.

Bersama Ade Rustam Sekjen FMKS dkk menuju Gunung Nyuncung
Bersama Ade Rustam Sekjen FMKS dkk menuju Gunung Nyuncung

Desa Sipayung adalah satu desa dari 11 (sebelas) desa di Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor. Pusat pemerintahan berbatasan dengan desa Sukajaya sekitar 2 Km dari kantor Kecamatan. Desa Sipayung yang kini dipimpin oleh Kepala Desa Sukatma dengan sapaan akrab Jaro Engko ini menyimpan satu mutiara terpendam dalam untaian jamrud potensi sumber daya alam yang apabila dikembangkan dapat menjadi destinasi wisata dengan tetap mempertimbangkan kearipan lokal. Bukan hal mustahil apabila potensi itu digarap dengan balutan inovasi dan kreatifitas akan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakatnya terutama di bidang perekonomian.

Hamparan sawah yang menghijau menemani setiap langkah menuju lokasi yang kami tuju. Udara sejuk yang masih terjaga menambah asrinya alam pedesaan. Keramah tamahan penduduk desa tak segan membantu setiap pengunjung yang datang. Adalah pertama kali sayapun berkunjung ke lokasi ini. Tidak sulit menjangkau tujuan kali ini karena jalan desa sudah cukup baik, hanya di beberapa titik ditemukan kerusakan jalan namun tetap tidak terlalu mengganggu apabila menggunakan sepeda motor.

Situ HIang di kaki Gunung Nyuncung
Situ HIang di kaki Gunung Nyuncung

Setelah kurang lebih 20 menit perjalanan dari Kantor Kecamatan Sukajaya, sampailah kami di Perkampungan bernama Kampung Cikondang Rt. 03 Rw. 09 Desa Sipayung. Dengan petunjuk satu orang warga, kami menuju lokasi yang menjadi tujuan perjalanan kami kali ini. Kurang lebih 30 menit menyusuri petak sawah dan perkebunan warga kami sampai di lokasi pertama dari perjalanan kali ini. Situ Hiang begitu warga menyebut lokasi ini. Dengan hamparan batu-batu besar dimungkinkan merupakan runtuhan batu dari gunung yang berada di atasnya. Situ Hiang merupakan lokasi sumber mata air diantara batu-batuan, airnya masih sangat terjaga hanya disaat tertentu saja masyarakat mengambil air dari lokasi ini karena ketersediaan air di perkampungan dirasa cukup. Hanya dikarenakan tidak adanya perawatan, di saat memasuki lokasi ini ada tempat pembuangan sampah penduduk.

Track Menuju GUnung Nyuncung
Track Menuju GUnung Nyuncung

Cukup di lokasi Situ Hiang perjalanan dilanjutkan ke lokasi lain, melewati perkebunan penduduk dengan jalanan yang terjal, curam dan menanjak kami sampai di lokasi kedua yaitu kaki Gunung Nyuncung hamparan padang rumput menjadi pemandangan awal di atas perkampungan Cikondang. Dari titik ini mulai terlihat beberapa kampung di sekitar gunung yang berdampingan dengan Gunung Gede.

Masih dengan jalur pendakian yang curam, pendakian kami lanjutkan menuju lokasi Bukit Genteng. Dengan kecuraman sekitar 20 derajat perjalanan memerlukan konsentrasi dan kehati-hatian mengingat jalan setapak begitu terjal dan di samping berupa jurang curam. Sampai di titik bukit Genteng hamparan perkampungan dan perkebunan sangat memanjakan pandangan, seperti terbayar segala lelah saat sampai di lokasi yang dimanfaatkan warga untuk mendirikan kolecer (baling-baling).

Bukit Genteng_Gn. Nyuncung
Bukit Genteng_Gn. Nyuncung

Puas dengan pemandangan alam yang memukau, kami kembali menuruni bukit (hujan mulai turun) bukan hal mudah untuk menuruni bukit bahkan lebih sulit dirasakan dibanding ketika saat menaikinya. Keinginan untuk mengeksplore potensi wilayah Sukajaya, kami mencoba mencari informasi terkait keberadaan Gunung Nyuncung di Kampung Cikondang Rt. 03 Rw. 09 Desa Sipayung Kecamatan Sukajaya. Sembari melepas lelah dengan pakaian yang basah kuyup kami dipertemukan dengan Pak Ukat Ketua RT 03 Kampung Cikondang. Dari beliau kami mendapatkan informasi ternyata di lokasi yang sama masih banyak potensi wisata. “di area gunung Nyuncung sebenarnya masih banyak lokasi lain, diantaranya ada Citaman, Gunung Geulis, Gunung Putri atau Bukit Genteng, dan Situ Hiang” tutur Ukat mengawali percakapan kami di warung kecil miliknya.

Seperti di tempat lain Gunung Nyuncung masih dipercaya oleh

Melepas lelah di bukit Gn. Nyuncung
Melepas lelah di bukit Gn. Nyuncung

masyarakat sekitar memiliki mitos yang menyertainya. Masih menurut Pak RT Ukat di atas bukit Gunung Nyuncung dipercaya ada semacam patilasan atau makam yang sampai saat ini masyarakat belum berani untuk membukanya. “ Menurut cerita orang tua, di Gunung Nyuncung ada lokasi bernama Panggulaan menurut cerita yang berkembang diwaktu-waktu tertentu apabila melewati lokasi di Gunung Nyuncung akan wangi gula kaung (gula aren) mitos yang berkembang pernah ada orang yang diberi gula kaung tersebut oleh sosok orang tua di sana, namun saat sampai ke rumah gula tersebut berubah menjadi batu karang.” Tutur Pak RT Ukat setelah kami menyampaikan maksud tujuan berkunjung ke lokasi Gunung yang nampak dari rumahnya.

Pa RT Ukat bersama Ajizsulaeman
Pa RT Ukat bersama Ajizsulaeman

Selain mitos tentang Panggulaan di Gunung Nyuncung juga ada yang dikenal dengan Batu Goong. Menurut mitos yang dipercaya masyarakat di sana, apabila di waktu-waktu tertentu kita melwati lokasi tersebut akan terdengar suara Gong. “Dahulu pernah ada peneliti dari Bandung berkunjung ke Lokasi Gunung Nyuncung dan menurut peneliti tersebut dari atas bukit nampak Setu dengan air yang besar di bawah Kaki Gunung Nyuncung dan membuat peneliti itu tidak dapat melewatinya” Ucap RT Ukat.

Setelah lelah terobati dan informasi tentang lokasi wisata di Kampung Cikondang tersebut dirasa cukup kamipun kembali melanjutkan perjalanan untuk pulang. Sepanjang perjalanan kami berdiskusi dengan beberapa rekan akan begitu melimpahnya potensi wisata dan pertanian di Kecamatan Sukajaya. Dibutuhkan aksi bersama yang inovatif dalam mewujudkan cita-cita mengejar ketertinggalan, namun dengan tetap berlandaskan pertimbangan basis kearipan lokal masyarakat. Pembangunan harus seimbang dengan budaya dan alamnya.

Bagi yang ingin mengunjungi Gunung Nyuncung dapat ditempuh dari Bogor menuju Cigudeg, masuk ke arah Kecamatan Sukajaya kemudian menuju Desa Sipayung. Jalanan Dapat ditempuh menggunakan sepeda motor maupun kendaraan roda empat (tidak disarankan menggunakan kendaraan ceper). Bagi yang tidak membawa kendaraan dapat menggunakan jasa ojek dari pangkalan ojek Cigudeg (para tukang ojek banyak yang mengenal daerah Gunung Nyuncung). (sule)

Menjaga kemurnian hati untuk bisa tulus mengabdi sama halnya dengan menjaga anak bangsa ini untuk terus bercita-cita dan berusaha menggapai asanya.

Setiap manusia tentu memiliki cita‬-cita, tapi sedikit yang bersungguh-sungguh untuk menggapainya.

Masih ingatkah berapa teman anda saat duduk di bangku seklah dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) kemudian hitung berapa teman yang bersama anda melanjutkan ke bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau MTs. Selanjutnya berapa teman yang menyelesaikan pendidikannya sampai di tingkat SMA atau nama lainnya. Bahkan berapa dari teman SD/MI saat anda sekolah yang sekarang bersama menyelesaikan pendidikan tinggi.

Ketakutan dan mudah menyerah akan nasib , lemah dan cenderung apatis terhadap perubahan baik teknologi maupun pendidikan melahirkan berjuta alasan untuk melengkapi kuatnya rasa malas dalam mengaktualisasikan setiap cita-cita yang dimiliki.

Adversity intellegency membagi karakter manusia dalam tiga kelompok.
1. Quitters
2. Campers
3. Climbers

Suksesmu bergantung kepada seberapa kuat kita hadapi rintangan dan terampil dalam problem solving.

Bukankah pelaut ulung tidak lahir dari laut yang tenang.??

Hiduplah seperti apa yang kita cita-citakan.

Please jangan hiasi hari di masa kecil generasi bangsa ini dengan kekerasan, pertikaian, permusuhan.

‪#‎tanamkankasihsayanguntukgenerasibangsahebat‬

Agenda Kegiatan Baksos Pemuda Peduli Pendidikan

Ajizsulaeman_Sukajaya_Forum Muda Kreatif Sukajaya disingkat FMKS merupakan komunitas aksi pemuda di wilayah Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor yang berdiri sejak awal tahun 2014 dan secara formal dikukuhkan pada tanggal 01 Maret 2014. Memiliki visi SEBAGAI KOMUNITAS MUDA YANG CERDAS, KREATIF, MANDIRI DAN BERMANFAAT. Mengangkat semangat pengabdian Menggugah Nurani, Beraksi Bersama Memberi Artimerupakan kesatuan aksi sosial pemuda yang bersifat independen yang bertujuan menjadi komunitas pemuda yang secara aktif turut mendorong percepatan pembangunan di wilayah Kecamatan Sukajaya.

FMKS sebagai komunitas aksi sosial dengan menjalin kemitraan bersama Pemerintah Kecamatan maupun Desa di wilayah Sukajaya, kerja sama antar komunitas sosial dan masyarakat selama kurun waktu dua tahun telah melakukan beberapa kegiatan diantaranya : Pesta Rahayat Sukajaya di Tahun 2014, Program Peduli Pendidikan Al-Qur’an berupa kegiatan wakaf al-qur’an, Program Peduli Sarana Sanitasi Lingkungan, Baksos Program Peduli Pendidikan Pelosok, dan beberapa kegiatan sosial lainnya.

Dengan mengangkat semangat pengabdian bersama komunitas Kaos Kaki Jabar dan beberapa komunitas lain yang turut serta. FMKS mengawali tahun 2016 kembali melakukan kegiatan Bhakti Sosial dengan sasaran kegiatan 9 Madrasah Ibtidaiyah (MI), pelajar dan pemuda di wilayah Kecamatan Sukajaya.

Kegiatan yang akan dilaksanakan bertajuk Bhakti Sosial Peduli Pendidikan Menuju Percepatan Pembangunan Daerah Berbasis Pemuda dengan agenda kegiatan sebagai berikut :

  1. Pembagian Kaos kaki, alat tulis, buku bacaan, Iqro dan bantuan alat olahraga secara gratis ke 9 MI di Kecamatan Sukajaya.
  2. Clinical Student Education bagi siswa madrasah berupa permainan karakter
  3. Sharing pengalaman dan motivasi pengabdian pemuda Jabar
  4. Sharing pengalaman Tanggap Bencana, pengenalan Rafling dan Survival bagi pelajar dan Pramuka
  5. Malam Keakraban Pemuda Jabar
  6. Publikasi destinasi wisata Sukajaya
  7. Lokakarya IT menuju pemuda Go Blogging
  8. Gelaran Kesenian “Ngadalang Sorangan” oleh Dalang Muda Armanda S.

Komunitas yang turut serta :

  • Scoutlight RR 88 Bogor
  • Jurnal Khatulistiwa Bekasi
  • UMC Motor Trail Sukajaya
  • Sagalaya Indonesia
  • Anggota DKR Gerakan Pramuka Sukajaya
  • Keluarga Besar Alumni SMA Negeri Sukajaya
  • Ikatan Pemuda Kiarasari

 

Menjadi sebuah kewajiban setiap pihak yang memiliki potensi manfaat untuk dapat bermanfaat bagi masyarakat sekelilingnya. Manusia yang beruntung saat kesempatan hidup yang diberikan Allah Swt. bisa menjadi kesempatan untuk bisa bermanfaat terhadap makhluk hidup lainnya. Motivasi tersebut mendorong kami para pemuda yang tergabung dalam Komunitas aksi pemuda di Forum Muda Kreatif Sukajaya (FMKS) untuk terus berkiprah dalam pengabdian.

 

AGENDA ACARA

KEGIATAN BAKSOS PEMUDA PEDULI PENDIDIKAN

MENUJU PERCEPATAN PEMBANGUNAN DAERAH BERBASIS PEMUDA

TAHUN 2016

No Hari/Tanggal Waktu Uraian Kegiatan Pelaksana Sasaran Manfaat
1. Juma’at,

29-01-2016

07.00 – …. Rombongan komunitas Kaoskaki Jabar berangkat dari Bandung #KaoskakiJabar
2 14.00 – 15.00 –     Chek in komunitas peserta baksos di Kec. Sukajaya

–     Penerimaan komunitas oleh Camat Sukajaya

#FMKS panitia lokal
3 15.00 – 16.00 –     Seluruh komunitas menuju Desa Kiarasari (Pos 1)

–     Komunitas diterima oleh Kepala Desa Kiarasari

#FMKS panitia lokal
4 16.00 – 18.00 –     Istirahat

–     Pantau lingkungan

Seluruh komunitas
5 19.00 – 22.00 –      Pemaparan program baksos

–      Malam Keakraban antar komunitas

–      Pembagian team sebar baksos

–      Packing barang untuk baksos

–      Sharing pengalaman tanggap bencana antar komunitas dan pemuda Desa Kiarasari

–     Kang Yudi Kaos Kaki Jabar

–     Kang Ajiz FMKS

–     Scoutlight

–     Seluruh Komunitas

–     Pemuda Desa

–     Pramuka Penegak MA Al-Ghiffari

6 22.00 – …… Istirahat
7 Sabtu,

30-01-2016

05.00 – 07.00 –      Persiapan penyebaran agenda baksos ke MI Semua Komunitas
8 07.00 – 12.00 –      Baksos pemberian kaos kaki dan ATK ke MI Semua Komunitas –     Siswa Madrasah

–     Madrasah Tujuan

9 12.00 – 15.00 –      Kunjungan komunitas ke destinasi wisata di Kec Sukajaya

–      Curug di Batu Hideung Kiarasari

–      Bukit Pasir Gocap

–      Kampung Adat Urug

–      Gunung Nyuncung

Semua Komunitas dibantu pemuda Sukajaya –     Semua Komunitas

 

10 15.00 – 16.30 –     Komunitas menuju Pos 2 Aula Kecamatan Sukajaya

–     Beberesih di Sungai Cidurian

–     Istirahat

Semua Komunitas
11 18.00 – 19.00 Sholat Magrib Berjamaah Semua Komunitas
12. 19.00 – 23.00 –     Malam Keakraban

–     Evaluasi Program

–     Gelar Kesenian Ngadalang Sorangan

–     Sharing Pengalaman Pengabdian Pemuda Jabar

–     Workshop IT dan Pemuda Go Blogging

–     Presentasi tanggap siaga bencana dan survival

–     Nonton Bareng

Semua Komunitas –     Pemuda Kec. Sukajaya

–     DKR Gerakan Pramuka Kwaran Sukajaya

–     Siswa SMA N 1 Sukajaya

13 06.00 – 08.00 –     Jalan sehat

–     Senam bersama

Semua Komunitas
14 08.00 – 09.00 –     Persiapan Penutupan Semua Komunitas

 

Dokcil MIN Sadeng Gelar Jajanan Sehat

Marketday TP UKS MI Negeri Sadeng
Para Siswa membeli produk jajanan sehat yang dijajakan para dokcil

Ajizsulaeman_Sadeng_Senin 18 Januari 2016 berbeda dari biasanya, setelah melaksanakan kegiatan upacara bendera siswa MI Negeri Sadeng ramai di samping ruang UKS. Beberapa siswa dengan label Dokcil (dokter kecil) lengkap dengan seragam putih-putih berjualan aneka jajanan bagi siswa lainnya. “Hari ini sedang diadakan kegiatan Market day  Produk Jajanan Sehat Tim Pelaksana Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) MI Negeri Sadeng” Ungkap Nadya Zahra Ketua Pelaksana Kegiatan sekaligus sebagai Ketua Dokcil di madrasah ibtidaiyah negeri di kecamatan Leuwisadeng.

Kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu upaya para dokter kecil untuk mengkampanyekan produk jajanan sehat di madrasah. Selain itu melalui kegiatan market day ini siswa dilatih untuk memiliki jiwa interpreneur sejak dini. Market day PROJASA adalah nama dari kegiatan ini yang berarti Hari berjualan Produk Jajanan Sehat dengan prasyarat semua produk jajanan yang dijual memenuhi standar makanan sehat yaitu berbahan dasar yang sehat, bersih dan tidak berbahaya, diolah secara higienis, dan dikemas menggunakan kemasan yang melindungi produk jajanan dari lalat dan debu. Produk jajanan yang dijual merupakan hasil kerjasama siswa dan orang tua di rumahnya yang kemudian dibawa ke madrasah untuk dijual. Tentu bukan semata-mata untuk memperoleh keuntungan namun lebih dari itu mendidik anak untuk mampu mandiri dan mengaplikasikan materi-materi kesehatan yang diperoleh melalui kegiatan dokcil terutama untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat.

IMG_20160118_080935
M. Darum Kepala MIN Sadeng ikut membeli produk jajanan sehat

Saat ditemui, Kepala MI Negeri Sadeng M. Darum,S.Ag.,M.Pd.I menyambut baik kegiatan market day produk jajasan sehat yang dilaksanakan oleh anak didiknya. “Kegiatan ini merupakan kegiatan yang bagus dalam memberikan pengalaman kepada siswa untuk belajar mandiri, kreatif dan inovatif,  dan kedepan akan dikembangkan sebagai kegiatan rutin yang terprogram dengan memerankan siswa yang lebih banyak untuk mendidik anak memiliki jiwa wirausaha. Wirausaha dalam artian anak memiliki kemandirian dalam melaksanakan kegiatan belajar selain mendapatkan pengalaman nyata dalam aktifitas berjualan.” Ungkap kepala madrasah yang selalu memberikan ruang kepada guru untuk berinovasi tersebut.

Saat dihubungi melalui dr. Widya pendamping UKS dan dokcil di Kecamatan Leuwisadeng, dr. Farida kepada UPT Puskesmas Leuwisadeng mengungkapkan rasa bahagia dan bangga akan kegiatan yang dilaksanakan oleh anak-anak dokcil di MI Negeri Sadeng. “Kami senang melihat anak-anak bisa mengamalkan ilmunya, insyaAllah untuk kegiatan UKS kami dari pihak puskesmas akan selalu membantu, dan siap memberikan materi lanjutan kepada para dokcil di sekolah-sekolah.” Ungkap dokter yang memberi perhatian besar terhadap kegiatan UKS dan dokcil di sekolah.

Sebagai informasi MI Negeri Sadeng pada tahun 2015 menjadi juara umum pada kegiatan pembinaan UKS dan Dokcil tingkat Kecamatan Leuwisadeng yang dilaksanakan oleh UPT Puskesmas Leuwisadeng. (sule)

 

Sukajaya menuju destinasi wisata religi

IMG_20151227_165211Ajizsulaeman-Sukajaya_ 99 MESJID DUNIA BERDIRI DI SUKAJAYA, demikian salah satu media menuliskan berita Sukajaya dalam halaman utamanya. Project besar untuk mendongkrak pembangunan daerah bidang pariwisata berskala internasional ini diharapkan menjadi upaya percepatan pembangunan daerah khususnya di Bogor Barat. Persiapan menunjang project inipun terus dilaksanakan oleh pemerintah untuk menunjang cita-cita besar tersebut. Pelebaran jalan bahkan pembukaan jalan menuju lokasi di Pasir Gocap disiapkan untuk terlaksananya pembangunan tersebut.

img-20130916-00049Harapan besar tentunya datang dari masyarakat Sukajaya yang telah sangat lama merindukan sebuah kemajuan daerahnya. Camat Sukajaya Nana Mulyana mengajak semua elemen masyarakat untuk menjadi bagian dari visi besar bertajuk percepatan pembangunan di Kecamatan Sukajaya, bukan hanya di bidang pariwisata, namun di sektor pertanian, pendidikan, kesehatan dan perekonomian guna terwujudnya warga masyarakat Sukajaya nu beunghar (yang mampu dan berdaya saing). Menurut Nana Mulyana ketika masyarakat sudah memiliki tingkat perekonomian yang tinggi maka daya beli akan meningkat, keinginan melanjutkan pendidikan anak-anaknya akan berkembang, taraf kesehatan keluargapun akan meningkat. Kelak masyarakat Sukajaya mampu menjadi masyarakat mandiri dan berdaya saing dan bersahaja. Ujarnya. (sule)

Pemberitaan tentang mimpi besar ini telah juga ditulis dalam rubrik-rubrik media informasi. Berikut beberapa informasi yang terkait dengan pembangunan 99 miniatur mesjid dunia di Sukajaya yang diambil dari beberapa sumber media online.

Bogor – Untuk meningkatkan kerukunan antarumat beragama dan meningkatkan pembangunan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akan membangun wisata religi di daerah Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Hal itu disampaikan Bupati Bogor, Nurhayanti pada rapat pertemuan di Pendopo Bupati Bogor, Jumat (8/1).

Nurhayanti mengatakan, wisata religi tersebut akan dibangun di tanah seluas 215 hektar di Pasir Madang Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor. Pembangunan wisata religi ini untuk mewujudkan tiga misi Kabupaten Bogor, yakni kesalehan sosial, kesejahteraan masyarakat, serta mengembangkan ekonomi dan pariwisata di Kabupaten Bogor.

“Ini diharapkan jadi magnet pengembangan pembangunan wilayah Bogor Barat. Nantinya program ini akan dikembangkan melalui program padat karya, program ini merupakan hasil kerja sama dengan Yayasan Amanah.” kata Nurhayanti.

Ia akan melakukan berbagai pelatihan kepada masyarakat wilayah setempat mengingat wisata religi ini bisa mendatangkan berbagai wisatawan dari seluruh Indonesia, bahkan tidak menutup kemungkinan mendatangkan wisatawan asing.

“Maka warga setempat nantinya harus ramah terhadap para wisatawan, ini juga bisa menjadi solusi mengentas angka pengangguran di Kabupaten Bogor. Dengan ini tentunya bisa menciptakan lapangan kerja, serta mampu merubah kultur masyarakat di sana untuk lebih peduli dengan pendidikan,” tuturnya.

Ketua Yayasan Amanah, Harono Limin menuturkan, pembangunan akan dimulai setelah musim hujan. Konsep wisata religi ini akan dibangun miniatur-miniatur masjid dunia di mana masjid utama terbesar mampu menampung sekitar 200 ribu orang pengunjung, untuk miniaturnya hanya menampung 300 orang pengunjung.

“Kami akan bangun 99 miniatur masjid dari 26 negara di dunia. Untuk tahap awal akan kami bangun 86 miniatur dahulu, nantinya di setiap halaman depan miniatur tersebut akan dibangun wisata kuliner sesuai dengan asal masjid negara itu,” tandas Harono.

Dia menerangkan, untuk pembangunan akan memakan waktu minimal enam tahun maksimal 12 tahun. Wisata religi ini tidak hanya untuk umat muslim, tetapi dibuka untuk umum tanpa memandang agamanya. Sumber : http://www.beritasatu.com/megapolitan/339894-bogor-segera-bangun-wisata-religi.html

 

METROPOLITAN.ID – Pemerintah Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, terus berupaya mempersatukan seluruh elemen masyarakat di wilayahnya demi mengembangkan potensi pariwisata alam Bukit Pasir Gocap di Desa Kiarapandang. Hal ini dilakukan demi meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayahnya dengan mengaplikasikan destinasi wisata alam untuk dikenalkan ke dunia luar.
Camat Sukajaya Nana Mulyana mengatakan, dengan mempromosikan potensi wisata Kabupaten Bogor akan membangun infrastruktur agar dapat mendorong para wisatawan mengunjungi tempat pariwisata di Sukajaya. “Seperti di Bukit Pasir Gocap yang berada di Desa Kiarapandak yang akan dibangun kawasan wisata religi berskala Internasional sekaligus pusat interaksi umat Islam di dunia,” ujar Nana kepada Metropolitan, kemarin.
Menurut dia, akan ada 99 miniatur masjid di dunia yang akan dibangun di atas lahan 200 hektare. Pembangunan tersebut dilakukan yayasan amanah dan Pemerintah Kabupaten Bogor dengan dana yang bersumber dari investor luar negeri.
“Objek wisata ini tidak hanya dibangun miniatur masjid, namun juga sarana objek wisata lainnya seperti tempat rekreasi, Universitas Islam, museum perpustakaan Islam serta lokasi kuliner dan suvenir khas dari negara di mana miniatur mesjid tersebut berasal,” paparnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhandi menuturkan, sebelum proyek ini dimulai, maka terlebih dahulu dibuka akses jalan yang merupakan faktor penunjang wilayah. “Saya berharap dengan adanya objek wisata tentunya akan dapat menyerap tenaga kerja dari masyarakat dan juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” pungkasnya. (ads/b/yok/wan)

Sumber : http://www.metropolitan.id/2015/10/99-masjid-bakal-dibangun-di-bukit-pasir-gocap/

 

Bisnis.com, BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor akan menggenjot wisata religi dengan membangun miniatur sejumlah mesjid terbaik dunia di daerah Pasir Madang Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, sebagai langkah rencana jangka panjang sektor pariwisata pada 2016.

Bupati Bogor Nurhayanti mengatakan puluhan miniatur mesjid terbaik dunia tersebut akan dibangun di lahan seluas 215 hektare guna mewujudkan tiga misi Kabupaten Bogor, yakni kesalehan sosial, kesejahteraan masyarakat, serta mengembangkan ekonomi dan pariwisata di wilayah tersebut.

“Kami berharap rencana pengembangan wisata religi ini akan mendorong percepatan pembangunan dan perekonomian wilayah Bogor Barat,” ujarnya, Jumat (8/1/2015).

Nurhayanti mengatakan pembangunan pariwisata tersebut menggandeng pihak swasta yakni Yayasan Amanah yang sudah bergerak di beberapa sektor antara lain pendidikan, ekonomi dan pariwisata.

Menurutnya, dalam waktu dekat pihaknya akan meningkatkan sumber daya manusia dengan menggaet masyarakat sekitar sebagai tenaga managerial dan pemandu agar wisata religi tersebut bisa mendatangkan berbagai wisatawan domestik dan asing.

Dia mengatakan wisata religi tersebut harus menjamin wisatawan betah dan tertarik untuk terus datang berkunjung dibarengi dengan pelayanan optimal yang diberikan warga setempat.

“Kehadiran wisata religi ini akan memberikan solusi menekan angka pengangguran di Kabupaten Bogor. Dengan ini tentunya bisa menciptakan lapangan kerja, serta mampu merubah kultur masyarakat disana untuk lebih peduli dengan pendidikan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Amanah Harono Limin memaparkan, wisata religi akan dibangun dengan konsep miniatur-miniatur mesjid dunia dengan daya tampung pengunjung mencapai 200.000 orang. Adapun, miniature yang akan dibangunnya mencapai 300 orang pengunjung.

“Kami akan bangun 99 miniatur masjid dari 26 negara di dunia. Untuk tahap awal akan kami bangun 86 miniatur dahulu, nantinya disetiap halaman depan miniatur tersebut akan dibangun wisata kuliner sesuai dengan asal masjid negara itu berasal,” ujarnya.

Dia menambahkan pembangunan miniatur-miniatur mesjid akan memakan waktu enam hingga 12 tahun. Menurutnya, wisata religi tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi kaum muslim saja, tetapi di buka untuk wisatawan umum.

Sumber : http://kabar24.bisnis.com/read/20160108/78/508228/wisata-religi-pemkab-bogor-siap-bangun-miniatur-masjid-terbaik-dunia

 

Publikbogor.id (Sukajaya) – Pemerintah Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, terus berupaya mengintegrasikan segenap elemen yang ada untuk mengembangkan potensi pariwisata alam serta memperkuat promosi pada sasaran pengguna pariwisata potensi alam di wilayah Sukajaya.

“Diantara langkah tersebut diharapkan terbangun koordinasi yang baik dengan para kepala desa sekecamatan sukajaya dan membangun sinergitas lintas sektoral guna meningkat kan perekonomian masyarakat diwilayah dengan mengaplikasikan destinasi wisata alam untuk dikenalkan kedunia luar,” tutur Camat Sukajaya, Drs. Nana Mulyana, Kamis (8/10/2015).

Untuk mempromosikan potensi wisata, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akan membangun insfratruktur agar dapat mendorong para wisatawan untuk mengunjungi tempat pariwisata di Kecamatan Sukajaya nantinya.

“Lokasi Bukit Pasir Gocap di Desa Kiarapandak, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, saat ini dalam masa proses pembangunan kawasan wisata religi berskala internasional, sekaligus sebagai pusat interaksi umat Islam di dunia,” tutur Nana.

Nana menjelaskan, di atas lahan 200 hektar itu, akan dibangun sebanyak 99 miniatur mesjid dunia dalam bentuk arsitektur yang akan dibangun oleh Yayasan Amanah Kita. Untuk dana pembangunan, Pemkab Bogor menggandeng investor luar negeri seperti Saudi Arabia, Qatar, Yordania Malaysia dan Brunei.

“Selain membangun miniatur mesjid, akan dibangun juga berbagai fasilitas penunjang lainnya seperti, rekreasi, Universitas unggulan Islam, museum perpustakaan Islam serta lokasi kuliner dan souvenir khas dari negara dimana miniatur mesjid tersebut berasal,” beber pria yang gemar menunggangi motor trail.

Dia menambahkan, keberadaan objek wisata Bukit Pasir Gocap, tentunya akan menyerap banyak tenaga kerja yang berasal dari masyarakat lokal, secara otomatis bisa meningkatkan ekonomi masyarakat Sukajaya dan sekitarnya.

“Saya berterimakasih kepada seluruh elemen pemerintahan Kabupaten Bogor dan juga kepada Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ade Ruhandi  yang telah memfasilitasi,” pungkasnya. Sumber : http://publikbogor.id/2015/10/bukit-pasir-gocap-sukajaya-wisata-religi-international/

 

 

 

 

 

 

MIN Sadeng Juara 1 Lomba Dokcil

jabar.kemenag.go.id – Rabu, 7 Oktober 2015, 19:02 – Kab. Bogor, Kemenag Kab/Kota

MIN Sadeng Juara 1 Lomba Dokcil Leuwisadeng-Kabupaten Bogor

info dokciljabar.kemenag.go.idTinta emas kembali diukir para siswa MIN Sadeng, itu setelah mereka menjadi juara 1 dalam loba Dokter Cilik (Dokcil) yang dihelat tim kesehatan Kecamatan Leuwisadeng. Pemberian juara tersebut berbarengan dalam pelantikan 500 Dokcil dari 50 SD/MI se Kecamatan Leuwisadeng di Aula Kecamatan Leuwisadeng, Rabu (07/10).

Camat Leuwisadeng Mad Hasan mengungkapkan, keberadaan Dokcil merupakan salah satu upaya menciptakan generasi sehat, artinya dengan adanya Dokcil kesehatan sejak dini mampu terjaga.

“Dokcil bisa menjadi upaya awal bagaimana menjaga kesehatan pada diri sendiri dan lingkungan sekitar,” kata Hasan.

Bagaimanapun, sambung dia, menjaga kesehatan merupakan hal utama untuk keberlangsungan pendidikan baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. “Kami yakin kalau di sekolah para anak-anak sudah bisa berlaku hidup sehat, tentunya nanti di rumah dan masyarakatnya bisa hidup sehat juga,” imbuhnya.

Sedangkan, Kepala UPT Puskesmas Kecamatan Leuwisadeng Farida Indriawati mengatakan pelantikan Dokcil ini merupakan bagian dari program UKS dan PHBS dimana lembaga pendidikan wajib menerapkan budaya sehat.

“Karena UKS melalui Dokcilnya bisa membudayakan hidup sehat,” kata Farida. Upaya yang terus dilakukan pihaknya, tambah dia, dengan memberikan wawasan atau materi  kepada para Dokcil ini diantaranya materi mengenai P3K, penyakit menular, kesehatan gigi dan lingkungan.

“Kita datangani mereka, selain materi kita juga berikan praktek kepada mereka misalnya gosok gigi bersama dan kegiatan cuci tangan bersama,” pungkasnya.

Sementara Itu, Pembina UKS MIN Sadeng Ajiz Sulaeman merasa bangga anak asuhnya berhasil menjadi juara 1 dalam lomba Dokcil tahun ini. “Kami berharap ini jadi motivasi mereka untuk terus hidup bersih dan sehat baik disekolah maupun dirumahnya,” kata Ajiz. (dei)

Sumber : http://jabar.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=295483

SD Perjuangan Terpadu Ajak Siswa TK kembangkan Bakat Seni

Kegiatan lomba mewarnai tingkat TK
Open House lomba mewarnai tingkat TK di SD Perjuangan Terpadu-Depok

Ajizsulaeman-Depok_Banyak upaya dunia pendidikan memacu kreatifitas siswa di bidang kesenian sebagai wujud peran aktif sekolah dalam menyiapkan siswa yang kreatif menuju masyarakat peradaban dunia. Salah satunya seperti yang dilaksanakan oleh SD Perjuangan Terpadu yang beralamat di Jl. Kopo Barat No. 1 Rangkapan Jaya-Depok. Bertajuk kegiatan Open House SD Perjuangan Terpadu-Depok mengundang siswa Taman Kanak-Kanak untuk mengikuti Kegiatan Open House Lomba Mewarnai tingkat TK. Kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan ini akan dilaksanakan pada Minggu 24 Januari 2016 dan direncanakan akan diikuti oleh lebih dari 300 siswa dari sekitar 30 Taman Kanak-Kanak di sekitar Depok.

Dengan mengangkat tema Kreasi membangun Prestasi, kegiatan ini dimaksudkan untuk menjalin silaturrahmi antar sekolah sekaligus mengenalkan SD Perjuangan Terpadu kepada siswa Taman Kanak-kanak. Rita Marliana Kepala sekolah SD Perjuangan Terpadu saat dihubungi mengungkapkan kegiatan ini ditujukan untuk mengembangkan bakat dan minat anak di bidang kesenian sejak dini, karena dengan berkesenian siswa bisa mengukir prestasi. Ungkapnya.

Masih menurut Rita Marliana SD Perjuangan Terpadu memiliki visi melahirkan generasi muda yang berkarakter, memiliki kesadaran beribadah, cinta IPTEK dan Tanah Air Indonesia, saat ini menjadi basis percontohan di bidang kesenian di gugus Depok. SD yang berada dalam naungan yayasan Perjuangan Khalifah ini memiliki akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional dan bersertifikat ISO 9001-2008 dan pada tahun depan direncanakan membuat sekolah alam dengan tujuan agar siswa bisa belajar science secara langsung. (sule)

Mengenal Google

GoogleAjizsulaeman_Di era modern seperti saat ini siapa yang tidak mengenal Google? Layanan internet ini seperti telah menjadi bagian dari kegiatan keseharian yang kita lakukan. Layanan fasilitas internet ini menjadi alat bantu jitu bagi semua kalangan mulai dari pelajar, mahasiswa, pendidik, pengusaha dan lainnya, hampir tak ada satu aktifitas organisasi di dunia modern ini yang tidak menggunakan layanan internet ini. Berikut penulis akan memaparkan tentang layanan internet google yang dikutip dari beberapa sumber.

Apa itu Google ?

GOOGLE artinya ialah mesin pencari di Internet dan merupakan nama search engine di Internet. Nama Google sendiri sebenarnya adalah plesetan dari kata Googol yang berarti 10 pangkat 100, yang berarti angka 1 dan diikuti seratus angka nol yang dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa di Google ada banyak sekali informasi yang hampir “tak terhitung” banyaknya. (http://annisanurafiani.blogspot.co.id)

Google didirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin saat masih mahasiswa Ph.D. di Universitas Stanford. Mereka berdua memegang 16 persen saham perusahaan. Mereka menjadikan Google sebagai perusahaan swasta pada tanggal 4 September 1998. Pernyataan misinya adalah “mengumpulkan informasi dunia dan membuatnya dapat diakses dan bermanfaat oleh semua orang”, dan slogan tidak resminya adalah “Don’t be evil“. Pada tahun 2006, kantor pusat Google pindah ke Mountain View, California.

Google Inc. adalah sebuah perusahaan multinasional Amerika Serikat yang berkekhususan pada jasa dan produk Internet. Produk-produk tersebut meliputi teknologi pencarian, komputasi web, perangkat lunak, dan periklanan daring. Sebagian besar labanya berasal dari AdWords. Sejak didirikan, pertumbuhan perusahaan yang cepat telah menghasilkan berbagai produk, akuisisi, dan kerjasama di bidang mesin pencari inti Google. Perusahaan ini menawarkan perangkat lunak produktivitas daring (dalam jaringan), termasuk surat elektronik (surel), paket aplikasi perkantoran, dan jejaring sosial. Produk-produk komputer mejanya meliputi aplikasi untuk menjelajah web, mengatur dan menyunting foto, dan pesan instan. Perusahaan ini memprakarsai pengembangan sistem operasi Android untuk telepon genggam dan Google Chrome OS untuk jajaran netbook Chromebook. (https://id.wikipedia.org)

Apa saja produk layanan Google ?

Google telah membuat layanan dan peralatan untuk lingkungan bisnis dan masyarakat; termasuk aplikasi web, jaringan periklanan dan solusi bagi bisnis. Layanan tersebut dibedakan dalam beberapa kategori :

Layanan aplikasi pencarian

  1. Google Search – Google dikenal luas karena layanan pencarian webnya, yang mana merupakan sebuah faktor besar dari kesuksesan perusahaan ini.
  2. Google Maps – Layanan untuk melihat peta pada aplikasi mobile, dan juga tersedia untuk PC.
  3. Google Earth – Layanan dari Google untuk melihat peta Bumi. Merupakan sebuah program pemetaan interaktif yang disediakan oleh satelit dan fotografi udara yang mencakup keseluruhan planet Bumi. Google Earth dianggap sangat akurat dan lebih mendetail.
  4. Google Books – Layanan dari Google untuk melihat dan mencari buku.

Layanan komunikasi

  1. Gmail – Pada tahun 2004, Google meluncurkan layanan email berbasis web gratisnya, disebut sebagai Gmail.
  2. Google Drive – Layanan dari Google untuk menyimpan data, yang terhubung dengan layanan Google Docs.
  3. Google Docs – Layanan dari Google untuk menyimpan dokumen-dokumen.
  4. Google Chrome – Google juga meluncurkan Google Chrome yaitu sebuah browser. Browser ini cukup cepat dan tampilannya minimalis.

Untuk mengenal lebih jauh tentang sejarah perkembangan Google kita dapat mengunjungi http://www.google.co.id/about/company/history/

 

 

Motivasi dalam Dunia Kerja

Kinerja = ƒ (Motivasi x Kompetensi x Kesempatan)

Ajizsulaeman_Motivasi dalam dunia kerja menjadi tonggak awal tingkat kualitas kinerja personal dan organisasi atau perusahaan. kemampuan manajer menciptakan kondusifitas dan pemberian kesempatan meningkatkan kompetensi dan inovasi di lingkungan kerja menjadi indikator pengembangan peningkatan kualitas pelayanan lembaga.

(Dr.H. ADIE E. YUSUF, SPd.MA. dalam blognya)
Dalam konteks pekerjaan, motivasi merupakan salah satu faktor penting dalam mendorong seorang karyawan untuk bekerja. Motivasi adalah kesediaan individu untuk mengeluarkan upaya yang tinggi untuk mencapai tujuan organisasi (Stephen P. Robbins, 2001). Ada tiga elemen kunci dalam motivasi yaitu upaya, tujuan organisasi dan kebutuhan. Upaya merupakan ukuran intensitas. Bila seseorang termotivasi maka ia akan berupaya sekuat tenaga untuk mencapai tujuan, namun belum tentu upaya yang tinggi akan menghasilkan kinerja yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan intensitas dan kualitas dari upaya tersebut serta difokuskan pada tujuan organisasi. Kebutuhan adalah kondisi internal yang menimbulkan dorongan, dimana kebutuhan yang tidak terpuaskan akan menimbulkan tegangan yang merangsang dorongan dari dalam diri individu. Dorongan ini menimbulkan perilaku pencarian untuk menemukan tujuan, tertentu. Apabila ternyata terjadi pemenuhan kebutuhan, maka akan terjadi pengurangan tegangan. Pada dasarnya, karyawan yang termotivasi berada dalam kondisi tegang dan berupaya mengurangi ketegangan dengan mengeluarkan upaya.

Dikutip dari : https://teknologikinerja.wordpress.com/2008/05/06/pengaruh-motivasi-terhadap-peningkatan-kinerja/

Mengenal DISLEKSIA sejak dini

Taare Zameen parAjizsulaeman_Kisah ini dimulai ketika saya bersama anak-anak di kelas inspiratif (saya menyebut kelas 6 di MI Negeri Sadeng) menonton Film Taare Zameen Par yang saya download dari https://www.youtube.com/watch?v=9du4qjSnR80 film yang mengisahkan tentang seorang anak bernama Awasthi Ihsan (Darshel safary) yang mengalami Disleksia, dimana ia mempunyai dunianya sendiri, suka berimajinasi, dan seorang anak yang pemberani. Ihsaan sering mendapatkan tekanan dari teman-temannya, dari orang tuanya, bahkan dari guru-gurunya, mereka tidak memahami kondisi ihsaan yang sebenarnya mengalami disleksia. Ihsaan selalu mendapatkan nilai buruk di sekolahnya, ia pernah bolos dari sekolah dan akibat perbuatannya dia di kirim ke asrama. Diasrama barunya Ihsaan di perlakukan sama dengan di sekolah lamanya, setiap guru yang mengajarnya tidak ada yang mengerti kondisi yang di alami oleh Ihsaan. Di asrama ini Ihsaan sering mendapatkan tekanan dari guru-gurunya dan teman-temannya. Dengan perlakuan kasar yang di berikan guru-gurunya Ihsan menjadi lebih defresi lagi, ia membuang semua buku-bukunya dan selalu merasa ketakutan, ia merasa dirinya tidak ada yang peduli, merasa sendiri, dan hilangnya percaya diri. Hingga datang seorang guru yang enerjik mengajar kesekolah tersebut. Ia bernama Ram Shankar Nikumbh (Amir Khan). Ram Shankar Nikumbh adalah sebagai guru pengganti di sekolah itu dan dia juga mengajar di sebuah sekolah yang menangani Anak Berkebutuhan Khusus. Ram yang kemudian melihat ada keganjilan atas diri Ihsaan, kemudian menelaah aktifitas dan kepribadian Ihsaan. Berlatar belakang yang sama sebagai seorang disleksia akhirnya Ram dapat melihat potensi istimewa dari seorang Ihsaan dan mengembalikan kepercayaan diri Ihsaan sekaligus memberikan pemahaman kepada semua orang untuk menghargai dan memberikan ruang untuk Ihsaan yang disleksia.

Lewat film yang awalnya saya harapkan menjadi motivasi untuk anak-anak agar percaya diri akhirnya bertambah satu pengetahuan tentang disleksia yang kemudian mendorong saya mengetahui lebih dalam tentang disleksia. Menurut saya semua pihak, khususnya orang tua dan guru sangat perlu mengetahui apa disleksia dan gejalanya. Sehingga perlakuan buruk dan diskriminatif terhadap anak dapat kita hindari.

Berikut paparan tentang disleksia yang saya kutip dari beberapa sumber.

(https://www.docdoc.com)_Apa kesamaan antara Alexander Graham Bell, Albert Einstein, dan Leonardo da Vinci? Selain sama-sama merupakan salah satu figur paling terkenal dalam sejarah dan ilmu pengetahuan, mereka semua juga sama-sama menunjukkan tanda-tanda menderita disleksia.

Disleksia adalah gangguan kemampuan membaca dan menulis. Disleksia seringkali dianggap sebagai gangguan pada kemampuan membaca, kondisi ini juga meliputi ketidakmampuan dalam menulis dengan baik. Dengan kata lain, disleksia telah dianggap sebagai sebuah gangguan pada kemampuan belajar, bukan hanya dalam membaca.

Disleksia sudah ada sejak waktu yang lama dan sangat umum ditemui di masyarakat. Bahkan, di Amerika Serikat, sekitar 80% dari mereka yang tidak dapat membaca dengan baik dipercayai menderita disleksia. Selain itu, perbedaan etnis, jenis kelamin, dan latar belakang sosioekonomi tidak berpengaruh terhadap kondisi ini.

Meskipun telah terdapat berbagai riset dan penelitian tentang disleksia, masih banyak orang yang tidak memahami kondisi tersebut dengan baik. Berlawanan dengan kepercayaan populer, disleksia bukanlah sebuah tahapan belajar yang dialami oleh anak pada usia tertentu. Disleksia adalah sebuah kondisi seumur hidup, dan bisa menjadi sangat parah. Namun kini telah ada beberapa metode perawatan yang sangat efektif untuk mengatasi masalah tersebut.

http://www.go4healthylife.com_Penyandang disleksia kerap disangka bodoh karena lambat dalam mencerna kalimat. Gejala paling umum pada penyandang disleksia adalah kesulitan membaca dan mengeja. Namun gejala ini bisa dikenali sebelum anak belajar membaca, agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

Berbeda dengan gangguan belajar biasa, kesulitan mengeja pada penyandang disleksia bukan disebabkan oleh kurangnya kecerdasan. Gangguan ini merupakan kelainan genetik yang dialami individu dengan Intelegency Quotient (IQ) normal atau bahkan di atas rata-rata.

Menurut International Dyslexia Association, disleksia merupakan ketidakmampuan/gangguan dalam mempelajari bahasa yang berdampak pada kemampuan individu untuk membaca, menulis, mengeja dan mengucapkan kata-kata.

Gangguan disleksia merentang dari kadar ringan hingga berat, di mana diperkirakan 15-20 persen populasi memiliki gejala-gejala disleksia. Sejauh ini belum jelas apa sejatinya penyebab gangguan ini. Namun sejumlah studi mengungkap bahwa penyandang disleksia perkembangan otaknya berbeda dengan orang yang tidak menyandang disleksia.

Berlawanan dengan kepercayaan umum, penyandang disleksia tidak membaca secara terbalik.

Umumnya gangguan ini sering terlambat diketahui, sehingga disleksia banyak memberi dampak pada masalah belajar di sekolah. Selain nilainya merosot, tak jarang penyandang disleksia mengalami tekanan psikologis karena tidak percaya diri atau bahkan menjadi korban bullying (kekerasan) dari teman-teman sekolahnya.

Disleksia biasanya diketahui pada usia 7 tahun, ditandai dengan merosotnya prestasi belajar. Padahal dampaknya bisa dikurangi jika terdeteksi pada usia prasekolah, saat anak belum mulai belajar membaca, demikian diungkapkan dr Purboyo Solek, SpA (K) dalam Simposium Nasional Dyslexia Awareness, di Kementerian Pendidikan Nasional, Jakarta, Sabtu (31/7).

Sejumlah tanda bisa dikenali sebagai gejala awal disleksia pada anak, antara lain:

  1. Kesulitan membedakan sisi kanan dan kiri yang dialami saat anak berusia 3 tahun
  2. Bisa juga dari cara si anak bertutur atau menceritakan pengalaman.

“Setiap kali anak ditanya bagaimana tadi di sekolah? Terus dia menjawab ya, pokoknya gitu deh, orangtua harus waspada,” pesan Purboyo.

Dalam kesempatan yang sama, dr Kristiantini Dewi, SpA menambahkan beberapa gejala disleksia bisa dikenali pada anak sesuai tahapan usia perkembangannya. Beberapa gejala yang dimaksud adalah sebagai berikut.

Prasekolah:

  1. Kidal atau tidak terampil jika hanya menggunakan 1 tangan saja
  2. Bingung membedakan sisi kanan dan kiri
  3. Terburu-buru atau tidak melakukan sesuatu tanpa terorganisir
  4. Miskin kosa kata, banyak menggunakan kata ganti ‘ini-itu’
  5. Kesulitan memilih kosa kata yang tepat, misalnya ‘kolam yang tebal’ padahal maksudnya ‘kolam yang dalam’.

Antara 5-8 tahun

  1. Kesulitan mempelajari huruf (bentuk dan bunyinya)
  2. Kesulitan menggabungkan huruf menjadi sebuah kata
  3. Kesulitan membaca
  4. Kesulitan memegang alat tulis

Meski tidak bisa diobati, gangguan ini bisa diatasi dengan penanganan yang tepat. Purboyo mengatakan ada 2 jenis penanganan untuk disleksia yakni remedial dan akomodasi.

  1. Remedial berarti mengulang-ulang materi belajar sampai benar-benar paham.

Kadang-kadang pengulangan dilakukan untuk mempelajari kebutuhan penyandang disleksia, terkait cara yang bersangkutan dalam memahami suatu hal.

“Kalau anak normal mudah memahami huruf A dari bentuknya yang demikian, penyandang disleksia belum tentu seperti itu. Cara otak memahami sesuatu bisa berbeda, misalnya A dipahami sebagai sebuah bangun dengan sudut-sudut tertentu,” ujarnya.

  1. Penanganan akomodasi, yakni memenuhi kebutuhan khusus penyandang disleksia.

dr Purboyo mencontohkan, ujian untuk penyandang disleksia bisa diberikan dengan waktu yang lebih longgar dan soalnya dicetak dengan huruf yang tidak terlalu rapat.

Sejumlah orang terkenal di dunia yang mengidap disleksia namun sukses menempuh karir antara lain Alexander Graham Bell, Albert Einstein, Keira Knightley, Whoopi Goldberg, Ingvar Kamprad (pendiri IKEA), Alyssa Milano Ozzy Osbourne, Cher, Orlando Bloom, Agatha Christie, Tom Cruise, Leonardo da Vinci, Michelangelo, Pablo Picasso, Vincent Van Gogh, Steven Spielberg, Zsa Zsa Gabor, Dustin Hoffman, Jack Nicholson.

Penting bagi setiap orang dewasa, orang tua dan guru pada khususnya mengetahui sejak dini setiap gejala yang dialami oleh anak. Perlakuan yang salah terhadap satu gejala yang dialami anak akan menimbulkan kesalahan yang baru dan berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak.(sule)

MEA kompetisi kualitas tenaga kerja dan tantangan dunia pendidikan

ninaazzahra23.blogspot.comAjizsulaeman_Tahun 2016 menjadi tahun yang istimewa dalam peradaban generasi muda dewasa ini (semoga saya tidak terlalu berlebihan). Terealisasinya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sebagai wujud integrasi kawasan ekonomi negara-negara di wilayah asia tenggara termasuk Indonesia di dalamnya, dengan sejumlah tantangan dan peluang, hambatan dan ancaman didalamnya menjadi hal tidak mungkin dielakkan oleh seluruh masyarakat di negara-negara ASEAN.


 “Apa sih MEA itu ?”

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community (AEC) merupakan kesepakatan negara-negara ASEAN dalam meningkatkan kerja sama bidang perekonomian diberlakukan pada 31 Desember 2015. Bentuk kerja sama ini bertujuan agar terciptanya aliran bebas barang, jasa, dan tenaga kerja terlatih, serta aliran investasi yang lebih bebas. (www.kompasiana.com)


Diantara sejumlah pengaruh atas diberlakukannya MEA baik pengaruh positif maupun pengaruh negatif yang mengikutinya. MEA menjadi babak baru dari kompetisi kualitas tenaga kerja antar bangsa negara-negara di wilayah asia tenggara. Termasuk Indonesia tahun 2016 menjadi tantangan dan peluang bagi setiap generasi muda, mereka yang memiliki knowledge, skill dan attitude yang sesuai dengan harapan dunia kerja saja yang mampu bersaing dan menjadi bagian dari pelaku MEA ini. Walaupun banyak kajian menyatakan bahwa bangsa ini belum siap mengikuti kompetisi terbuka dalam perekonomian antar bangsa ini. Salah satunya diungkapkan oleh M.S Hidayat sebagai berikut.


TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Perindustrian Mohamad Suleman Hidayat mengatakan upaya Indonesia untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) belum terlalu konkrit dan jelas. Sebab, Indonesia belum memiliki solusi yang tepat untuk memenangi kompetisi dalam MEA. Meskipun memiliki jumlah penduduk terbesar di ASEAN, kata Hidayat, Indonesia tidak menempati urutan teratas dalam hal produksi dan kualitas. “Indonesia berada di urutan kelima,” kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat, 15 Agustus 2014.”

 ” Menurut Hidayat, Indonesia pasti menjadi target pasar dalam MEA karena sekitar 50 persen penduduk ASEAN ada di sini. Karena itu, Indonesia harus melindungi profesi, seperti akuntan dan dokter. “MEA akan menerapkan standarisasi tertentu dalam jasa, dan itu sudah ditetapkan,” ujarnya, “Dari sekarang harus kita garap supaya profesi bagus tidak lepas dari tangan Indonesia.” (http://bisnis.tempo.co)


Masih lemahnya kualitas tenaga kerja kita tentu berakar dari lemahnya tatanan pengelolaan pelayanan pendidikan di negeri ini. Mungkin dianggap terlambat jika saat ini guru baru menelaah tentang tantangan dan peluang dari MEA bagi penduduk negeri ini dan siswa-siwa kita pada umumnya. Namun bukankah terlambatpun masih sebuah aksi daripada tidak melakukan hal apapun. Kemudian apa yang harus ditelaah oleh setiap guru di negeri ini untuk mulai melakukan revolusi dalam pelayanan pendidikannya bagi anak negeri ini.


Ada dua trend utama di dunia yang menimbulkan tantangan mendasar dan banyak kesempatan untuk sistem pendidikan kita. Salah satunya adalah dunia bergeser dari ekonomi industri ke ekonomi pengetahuan. Yang lainnya adalah meningkatnya generasi yang dibesarkan di Internet yang sangat berbeda motivasinya dalam belajar.

Dr. Tony Wagner, co-director of Harvard’s Change Leadership Group, memaksa kita untuk reconceptualize pendidikan di negeri ini. Dalam analisis mendalam tentang kebutuhan industri masa depan dan studi kesiapan pendidikan, Dr. Wagner telah mengidentifikasi apa yang disebutnya “kesenjangan prestasi global,” yang merupakan lompatan antara apa yang diajarkan oleh sekolah, dan keterampilan yang diperlukan di masa depan, yang populer dengan sebutan Seven Skills Students Need for Their Future, antara lain :

  • Berpikir kritis dan pemecahan masalah
  • Kolaborasi di seluruh jaringan dan memimpin dengan pengaruh
  • Kelincahan dan kemampuan beradaptasi
  • Inisiatif dan kewirausahaan
  • Komunikasi lisan dan tertulis efektif
  • Mengakses dan menganalisis informasi
  • Rasa ingin tahu dan imajinasi

Dr Wagner menunjukkan bahwa di era digital saat ini, “generasi Net” adalah, antara lain, terbiasa kepuasan instan dan penggunaan web untuk memperluas persahabatan, bunga-driven, belajar mandiri; dan terus-menerus terhubung, menciptakan, dan multitasking dalam multimedia dunia-mana-mana kecuali di sekolah.

Dalam rangka memotivasi dan mengajarkan generasi ini, sistem sekolah harus diciptakan kembali untuk bertanggung jawab atas apa yang paling penting. Itu berarti untuk melakukan pekerjaan – mengajar, belajar, dan menilai – dengan cara baru.


Diperlukan terobosan yang efektif dari sebuah gerakan bernama revolusi pendidikan untuk menjawab tantangan dunia yang akan dihadapi oleh generasi bangsa ini. Kini guru yang hanya menyajikan materi dengan cara-cara konvensional dengan dalih bahwa pendidikan hanya sekedar mentransfer materi ajar dari guru sebagai center of learning bukan menjadi solusi atas kebutuhan dari apa yang diperlukan anak didik kita dewasa ini. Guru yang ketika hadir hanya bermodal buku pelajaran tanpa konsep metode dan strategi penyajian pelayanan pendidikan yang tidak terprogram akan menyia-nyiakan kesempatan dan kemampuan yang dimiliki anak didik kita. Generasi zaman ini merupakan generasi istimewa yang memiliki keingin tahuan yang tinggi dari apa yang dirasakan dan dilaluinya. Ketidaktahuan orang tua dalam tumbuh kembang potensi anak, idealnya dapat dijawab oleh guru sebagai insan intelektual yang memiliki profesi mulia dengan kompetensi yang dimiliki. Guru yang hadir dalam kehidupan anak didik kita dituntut untuk memiliki kemampuan tentang bagaimana bakat,potensi dari tumbuh kembang anak didik yang merupakan subjek pelayanannya. Perlulah kiranya kita memahami kembali konsep Learning Revolution.


Belajar cara revolusi akan efektif apabila anak mengalami pembebasan dalam menuangkan ide dan mengeksplorasi (menerangkan) pikirannya. Belajar secara revolusioner adalah menjungkir-balikkan keyakinan yang telah membelenggu pikiran manusia tentang belajar yang harus di dalam kelas dan mendengarkan keterangan yang diberikan oleh guru. Belajar revolusioner memberikan ruang kepada setiap anak untuk belajar secara kreatif sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.[4]

Untuk membantu belajar revolution, digunakan untuk menentukan tindakan dan fikiran yang diyakininya. GURU BERPERAN SEBAGAI FASILITATOR DAN TEMAN BERDISKUSI SECARA SEPADAN TANPA MENAKUTKAN BAGI ANAK DIDIK. Seluruh alam menjadi media pembelajaran efektif dengan menjadikan dunia sebagai kelas. Dengan demikian akan mampu menciptakan kreasi baru setiap saat. Modifikasi dari hal-hal yang lama adalah mutlak diperankan oleh anak untuk terus memodifikasi karya-karya baru. Pelajaran tidak berfokus dalam sistem kelas dari 09.00 – 15.00 setiap Senin sampai Sabtu, namun berubah sesuai dengan kemampuan anak yang berbeda-beda. Setiap manusia punya keunikan untuk menentukan kapan dan berapa lama ia belajar. Bagi usia anak-anak belajar dengan cara bermain sungguh mengasyikkan. Mereka akan kreatif dengan latihan-latihan yang tidak pernah gagal.

Manusia adalah makhluk berfikir dan berimajinasi, ini juga telah disebutkan dalam Al Qur’an. Jadi, setiap manusia pasti berfikir jika ingin berubah karena otak manusia adalah komputer terhebat di dunia.[5] Bisa dengan meningkatkan pendidikan. Dan agar pengajaran bisa efektif, pendidik hendaknya menggunakan hal-hal seperti diskusi kelompok kecil, penelitian, prestasi, debat, latihan pengalaman, lapangan, simulasi, studi kasus.[6] Maka akan menghasilkan apa yang kita inginkan, apalagi ditambah dengan otak serta fisik kita yang memiliki potensi yang luar biasa. Sehingga dari semua kita punya akan menghasilkan kecerdasan yang bisa diperoleh antara lain dari gerakan, karena gerakan adalah bagian tak terpisahkan dari belajar dan berfikir.[7] Sehingga siswa bisa merespon dari semua yang telah disampaikan dan bisa melahirkan ide-ide baru. Otak manusia memiliki bagian yang berbeda, sehingga manusia bisa berfikir dan melatih otak tersebut agar berfungsi. (http://jgatraya.blogspot.co.id/2009/03/learning-revolution.html)


Mengawali semester dua di tahun pelajaran 2015-2016 bertepatan dengan awal tahun 2016 sebagai awal dimulainya MEA, mari sejenak kita para guru menelaah lebih dalam akan visi dalam pelayanan pendidikan terhadap anak didik kita. Berikan pelayanan terbaik bagi generasi bangsa yang istimewa bukan untuk saat ini namun demi kehidupan yang akan dihadapinya kelak. Jadikan kelas menjadi tempat menyenangkan bagi anak didik kita dengan segala konsep dan suasana yang kita ciptakan bersama anak didik. Bukan saatnya kita mengadopsi pemahaman bahwa anak didik hanya kertas kosong atau botol kosong tanpa isi. Kini diluar kelas kita, anak didik telah banyak belajar dari apa yang mereka saksikan di dunia maya lewat internet maupun dunia nyata lewatbtanyangan televisi, tulisan di banner bahkan di lingkungan masyarakatnya. Melalui kewajiban kitalah mereka mendapatkan attitude yang baik dengan skill dan knowledge yang diharapkan di kehidupannya. (sule)

Disadur dari berbagai sumber :
http://asiasociety.org/seven-skills-students-need-their-future
http://bisnis.tempo.co/read/.../m-s-hidayat-indonesia-belum-siap-hadapi-mea
http://jgatraya.blogspot.co.id/2009/03/learning-revolution.html)

 

2 bulan 566 pengunjung

report blog 2015Ajizsulaeman_Berawal dari keinginan mengaktualisasikan visi diri untuk bisa bermanfaat bagi orang lain dan tanah kelahiran pada khususnya. Dengan dorongan rekan dan sahabat (terima kasih untuk bunda fatih n prabu yang rela sebagian perhatiannya teralihkan untuk menulis, kang adepati yang terus memberikan arahan,kang asep hijri, S.Kom, rekan kuliah pascaunpak,dan kang zafra konsep yang terus mensupport demi tampilan yang lebih kekinian), dan sahabat dumay yang telah mengunjungi blog yang amat sederhana ini sehingga belum genap dua bulan blog ini telah dikunjungi 566 pengunjung selama tahun 2015 dan terakhir mandapatkan report yang dikirimkan team wordpress.com yang sudah menyediakan layanan gratis untuk membuat blog ini.

Mengawali tahun 2016 semoga akan banyak tulisan dan publikasi yang bermanfaat bagi kita semua. Kritik dan saran tentu dengan senang hati saya terima demi memberi tampilan dan sajian yang lebih baik ke depan.

Sebagai bentuk tanggung jawab, saya juga mempersilahkan para sahabat untuk bisa mengisi blog ini tentu dengan mengirimkan artikel ke ajizxule@gmail.com dan dengan penuh kerendahan hati khusus bagi pelajar dan pemuda yang ingin memiliki blog sendiri saya dengan senang hati bersedia berbagi,semoga amal baiknya tercurah pula kepada rekan-rekan yang membantu saya mengenal dan membuat blog ini.(sule)

 

Mari kembangangkan potensi diri dengan blog pribadi

Assalamualaikum

Semangat pagi,semangat mengabdi 

Maraknya aksi-aksi di sosial media mulai dari publikasi amoral,penghinaan dan pencemaran nama baik,pelecehan bahkan sampai pada aksi kriminal,menjadi indikasi banyak dari penduduk negeri ini sekedar menjadi follower dari kemajuan IT.

Dilatarbelakangi dimulainya interaksi masyarakat dunia lewat MEA (masyarakat ekonomi asean) dengan segala tantangan dan peluang bagi generasi bangsa (baca : http://m.kompasiana.com/arioneuodia/peluang-dan-tantangan-dalam-persaingan-mea-2015_552c4ab36ea834d04c8b4580 ) juga searah dengan kata bijak “siapa yang menguasai IT ia akan menguasai dunia” dengan maksud mengajak anak negeri melek IT dan mampu mempublikasi setiap potensi daerah ynag dimiliki, kami menawarkan satu program “berkenalan dengan media informasi terkini” lewat pembuatan blog pribadi menggunakan wordpress.

Kegiatan ini gratis dan mengenai waktu silahkan disesuaikan dengan program di madrasah.

 

#ajizsulaeman

Karena hidup adalah aksi nyata

“Kampung Adat Urug” icon wisata budaya Kecamatan Sukajaya

Kampung Adat UrugAjizsulaeman_Kampung adat Urug yang berlokasi di Desa Urug Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor Propinsi Jawa Barat menjadi destinasi wisata budaya bagi pelancong yang ingin menemukan alternatif rekreasi unik di Sukajaya. Tatanan masyarakat yang bertahan dengan tradisi dengan keramah tamahan masyarakatnya menjadi daya tarik tersendiri saat kita menginjakkan kaki di kampung adat Urug. Kondisi alam yang asri dan masih terjaga dengan latar Gunung Manapa menambah pemandangan eksotis yang menyejukkan. Sudah banyak pelajar bahkan peneliti  yang mengamati lebih dalam tentang keunikan kampung adat Urug yang diakui sebagai warisan budaya kerajaan Siliwangi.

Tidak begitu sulit ketika ingin memperoleh tentang informasi Kampung Adat Urug. Sekitar 16.600 hasil pencarian saat penulis mencariAbah Ukat Kokolot Kp. Urug Kampung Adat Urug di mesin pencarian Google. Hal ini membuktikan lokasi wisata budaya yang menjadi icon wisata budaya di Kecamatan Sukajaya telah menjadi perhatian banyak pihak terutama yang ingin berekreasi dengan alam yang masih asri, masyarakat yang memegang teguh tradisi dengan keramah-tamahan yang menyapa setiap pengunjung, tata ruang yang bertahan pada tradisi aturan adat yang tertata, dan pengetahuan tentang budaya yang akan dipaparkan oleh para tokoh adat yang setiap saat dengan ramah bersedia untuk berdiskusi. Pengunjung yang ingin melihat secara langsung beberapa prosesi budaya bisa datang pada saat berlangsungnya acara-acara :

  • Upacara Seren Taun adalah upacara yang dilaksanakan setelah panen setiap tanggal 10 Muharram.
  • Salametan Ngabuli ( upacara tutup taun) dilaksanakan pada bulan Muharram di Gedong Sanghyang Tunggal.
  • Upacara ruwah dilaksanakan setiap tanggal 12 Ruwah.
    Tujuannya adalah untuk “rewah” pada Nabi Adam, memperingati karuhun Adam dan keturunannya.
  • Salametan Maulud dilaksanakan setiap tanggal 12 Maulud di ruang pancaniti gedong sanghyang tunggal. Selamatan ini adalah untuk memperingati kelahiran nabi Muhammad SAW.
  • Upacara sedekah Bumi tidak dipastikan kapan harus dilaksanakan, hanya saat waktu mau tebar saja setahun sekali pada hari rabu.
  • Upacara Salametan Puasa dan Lebaran diadakan sehari sebelum bulan ramadhan dimulai. Setelah menjalankan ibadah puasa sebulan penuh, masyarakat melaksanakan selametan lebaran.
  • Pemilihan Kikolot atau pemimpin desa adat berasal dari upeti dan ilham-ilham dari kekuatan sekitar.

Berikut tulisan yang saya salin dari http://www.disparbud.jabarprov.go.id/wisata

Perkampungan Kp. UrugMasyarakat Kampung Urug menganggap bahwa mereka berasal dari keturunan Prabu Siliwangi, raja di kerajaan Pajajaran Jawa Barat. Bukti dari anggapan tersebut di antaranya menurut seorang ahli yang pernah memeriksa konstruksi bangunan rumah tradisional di Kampung Urug, beliau menemukan sambungan kayu tersebut sama dengan sambungan kayu yang terdapat pada salah satu bangunan di Cirebon yang merupakan sisa-sisa peninggalan Kerajaan Pajajaran.

Salah seorang keturunan Prabu Siliwangi yang dianggap leluhur kampung Urug bernama EmRumah adat Kp. Urugbah Dalem Batutulis atau Embah Buyut Rosa dari Bogor. Mereka tidak berani menyebut Embah Buyut Rosa, katanya “teu wasa bisi kasiku” (tidak berani takut kena bencana). Asal-usul Kampung Urug berdasarkan latarbelakang sejarahnya memiliki beberapa versi. Perbedaan tersebut bukan terletak pada siapa dan darimana Ieluhur mereka itu, akan tetapi terletak pada masalah tujuan atau motivasi yang menjadi penyebab berdirinya Kampung Urug.

Kata Urug dijadikan nama kampung, karena menurut mereka berasal dari kata “Guru”, yakni dengan mengubah cara membaca yang biasanya dari kiri sekarang dibaca dari sebelah kanan. Kata “Guru” berdasarkan etimologi rakyat atau kirata basa adalah akronim dari digugu ditiru. Jadi seorang guru haruslah “digugu dan “ditiru”, artinya dipatuhi dan diteladani segala pengajaran dan petuahnya.

Jarak tempuh Kampung Urug dari Ibukota provinsi Jawa Barat lebih kurang 165 kilometer ke arah barat. Jarak dari Ibukota Kabupaten Bogor lebih kurang 48 kilometer, dari kota kecamatan Sukajaya lebih kurang 6 kilometer, sedangkan dari kantor Desa Kiarapandak lebih kurang 1,2 kilometer. Kondisi jalan dari kantor kecamatan Sukajaya ke Kampung Urug berbelok-belok naik turun mengikuti lereng bukit dengan badan jalan yang sempit. Sepanjang jalan dari kantor kecamatan ke kantor kepala desa Kiarapandak sudah beraspal, namun sebagian besar rusak berat. Jalan dari kantor desa ke kampung Urug, beraspal dan kondisinya cukup baik.

Ke lokasi dapat menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Adapun menggunakan angkutan umum dari pertigaan Cigudeg menuju ke Cipatat. Dipertigaan jalan raya Cipatat dan jalan desa bisa menggunakan ojeg sampai ke kampung Urug, atau bisa juga menggunakan mobil Carry dari Cigudeg sampai ke kampung Urug.

Lokasi:

Koordinat : 6° 34′ 42″ S, 106° 29′ 28″ E

Saat ini Kampung adat Arah menuju Kp. Urugurug yang semula berada di wilayah Desa Kiarapandak menjadi desa mandiri sejak dimekarkan menjadi Desa Urug. Pembukaan akses jalan menuju Kampung Adat Urug tengah di perlebar menjadi 12 meter. (sule)

Naskah Drama Siswa MI Negeri Sadeng “berjudul IBU”

Naskah ini pernah ditampilkan pada waktu Kenaikan kelas di MI Negeri Sadeng Tahun 2014 oleh siswa kelas 4-b.

Narator         :    Suatu hari di tempat pengajian Putri dan temannya berjalan menuju tempat ngajinya. Sambil berjalan mereka berbincang‐incang tentang pekerjaan rumah yang diberikan ibu guru tadi saat di sekolah.

 

Santri 1         :    Eh… besok pagi kita kerja kelompok yuk….!!

Santri 2         :    Kerja kelompok apa?

Santri 3         :    Oh iya, ada PR ya di sekolah? Ayo yu…!

Santri 1         :    Iya hayu, beresnya sebelum pergi sekolah, kita main dulu. Mau ga?

Semua santri : Iya hayu.!!(Semua santri serenta terkecuali Putri)

Satri 4           :    Kamu juga ikut ya Put…!(Sambil menepuk pundak Putri)

Putri              :    Aaaa…. eeeeu… aku ga bisa ikut.

Santri 5         :    Kenapa..?

Putri              :    Ibu aku lagi sakit, aku harus jaga Ibu..!!

Santri 2         :    Ibu kamu sakit apa Put..?

Putri              :    Demam

Santri 1         :    Ah… cuma demam, ga akan apa‐apa. Udah hayu lah, lagian kan Cuma ngerjain tugas!

Santri 6         :    Iya Put… Ayo lah…

Santri 3         :    Hai, udah jangan paksa Putri kaya gitu..!! Kasian kan kalo ibunya kenapa‐napa.

Santri 4         :    Ih kamu apaan sih.. udah jangan didenger dia mah..!!

Santri 5         :    Iya.. besok aku samper ya! Jangan lupa.

 

Narator         :    Setibanya di masjid, mereka berdo’a terlebih dahulu. Setelah itu mereka mengaji. Tak lama kemudian ibu Guru masuk.

Guru             :    Assalamu’alaikumm….!!

Semua           :    Wa’alaikum salam warohmatullohi wabarokatuh…. (serentak)

Guru             :    Udah pada ngaji belum..?

Semua           :    Udaaahhh…!

Guru             :    Ya udah… sekarang kita belajar menghafal surat Al‐Ashri. Tolong di baca yaaa….nanti ibu bacakan artinya.

Semua           :    Iya… (serentak)

Guru             :    Yu mulai…!Semua : (Membaca surat Al‐Ashri)

Guru             :    (Membaca Artinya)

 

Narator         :    Pengajian pun selesai. Mereka segera sholat isya dan kemudian pulang ke rumah masing‐masing. Setibanya Putri di rumahnya, Putri melihat ibunya terbaring lemah.

 

Putri              :    Assalamu’alaikummm…!!

Ibu                :    Wa’alaikum salam… udah pulang nak..!!

Putri              :    Iya bu..!

Narator         :    Putri pun tidur. Keesokan harinya teman Putri sudah menjemput Putri ..

Santri 5         :    Puttttrrriiiiiii…… (Teriak dari luar pagar)

Ibu                :    Putrinya sedang di kamar mandi. Ayo masuk..!

Santri 4         :    Iya bu terimakasih di sini saja..

Ibu                :    Tunggu yaa..!

 

Narator         :    Tak lama kemudian Putri pun menghampiri teman‐temannya yang sejak tadi menunggu.

Putri              :    Buu… Putri pergi dulu yaa.. Assalamu’alaikum…

Ibu                :    Putri… putri… tunggu nak… Ibu mau minta tolong siapkan air hangat dulu untuk ibu mandi.. (berteriak)

Putri              :    (Menghiraukan panggilan ibunya tadi)

 

Tetangga 1    :    Putri.. itu ibunya panggil‐panggil..

Putri              :    Iya bu…

 

Narator         :    Sesampainya di rumah teman Putri, mereka pun belajar bersama. Namun tak lama kemudian mereka malah bermain. Hingga lupa waktu dan PR-nya!

Ibu 2(Orang tua teman Putri)  : Putri… bukannya ibumu sedang sakit?

Putri              :    Iya bu… Tapi sudah mendingan kok..!!

Ibu 2             :    Ohh..

 

Narator         :    Tok… tok… tok… Pintu rumah temannya Putri terdengar ada yang mengetuk. Ibunya pun menghampirinya !

Tetangga 2    :    Assalamu’alaikum..

Ibu 2             :    Wa’alaikum salam! Ada apa?

Tetangga 3    :    Ada Putri tidak bu?

Ibu 2             :    Oh ada… Tunggu sebentar saya panggilkan dulu ! (Sambil menghampiri Putri kemudian menuntunnya ke Pintu)

Tetangga 2    :    Ibumu Put… Ibumu…..

Putri              :    Ada apa dengan Ibu..?

Tetangga 3    :    Ibumu me.. me.. meninggal….!!!!!

Putri              :    (Kaget) Bohong….!!! (Putri pun pergi menuju rumahnya sambil menangis)

 

Narator         :    Setibanya Putri di rumahnya. Terlihat ibunya sudah tergeletak tak berdaya. Airmata pun tumpah tak tertahankan.

Putri              :    Ibuuuuuuu…………..!!!Hik.. hik… hikk…Bangun buuuu……..!!!

Tetangga 4    :    Sabar nakk…Sudah yaa… sabar… Meskipun Ibumu sudah tiada, tapi kamu harus yakin kalau beliau sudah tenang di alam sana! Sudah jangan menangis..!!

Narator         :    Putri pun di gopoh menuju kamarnya oleh tetangganya. (Semua pemeran kemudian naik ke atas panggung) Pesan yang dapat di ambil dari drama ini adalah… hargailah ibumu… Sayangi beliau sebagaimana beliau menyayangi kita . selama beliau masih hidup dan sebelum semuanya terlambat…

 

Miskonsepsi pendidikan gejala tidak efektifnya quality control profesi guru

Miskonsepsi terdiri dari dua kata, yaitu Mis dan Konsepsi. Mis berarti salah atau kesalahan. Konsepsi berarti pemikiran atau pemahaman. Jadi Miskonsepsi dalam arti terminologi adalah salah pemahaman. Kata ini digunakan juga dalam bidang disiplin ilmu yang lain, seperti miskomunikasi (salah berbicara), mispersepsi (salah berpendapat) mis-informasi (salah dengar) dan lain-lain. Sedang menurut arti etimologinya adalah pandangan dan pengertian yang salah memahami peristiwa atau penjelasan yang terjadi disebabkan oleh bimbingan dan pengajaran yang tidak benar.

Novak dan Gowin dalam Yuliati (__:248) menyatakan bahwa miskonsepsi merupakan suatu interpretasi konsep-konsep dalam suatu pernyataan yang tidak dapat diterima. Sementara itu, Brown dalam Suparno, 2005:4 dalam Yuliati (__:248) menyatakan bahwa miskonsepsi merupakan penjelasan yang salah dan suatu gagasan yang tidak sesuai dengan pengertian ilmiah yang diterima para ahli. Berdasarkan dua pengertian ahli tersebut dapat dikatakan bahwa miskonsepsi (yang disebabkan guru) merupakan interpretasi atau pemahaman guru yang kurang tepat terhadap suatu konsep. Miskonsepsi-miskonsepsi apabila dibiarkan dan tidak segera diperbaiki akan menjadikan siswa melaksanakan konsep yang salah itu terus sepanjang hidupnya selama tidak ada perbaikan. (Nur Wijayanto dan Agus Zaenal Fanani- http://nur-berbagiilmu.blogspot.co.id)

Keberadaan miskonsepsi terkadang luput dari pemikiran guru itu sendiri maupun orang tua. Kondisi orang tua yang sibuk, tingkat pendidikan orang tua dan komunikasi orang tua dan siswa dalam pendidikan menjadi salah satu penyebab tidak terdeteksinya miskonsepsi dalam pendidikan anak.

Selain sebagai kesalahan pemahaman, miskonsepsi bisa lahir dari beberapa penyebab yang timbul dari guru. Kurangnya pengetahuan guru akan materi ajar, ketidak terampilan guru mengelola kegiatan pembelajaran, kondisi guru yang tidak menguasai kondisi psikologi anak dan tingkat perkembangannya, menjadi beberapa penyebab terjadinya miskonsepsi.

Sebagai bentuk layanan masyarakat, layanan pendidikan dan guru sebagai pelaksana layanan terhadap masyarakat hendaknya memiliki suatu quality control yang baik dan berstandar. Sehingga para penerima jasa layanan (orang tua dan siswa) baik secara pribadi maupun lembaga mendapatkan kualitas pelayanan yang terbaik bagi pelayanan pendidikannya. Hal seperti ini hendaknya pendidikan berkaca kepada layanan kesehatan dengan quality control yang dilakukan secara ketat. Sehingga setiap kesalahan malpraktek yang dilakukan pelaksana jasa layanan kesehatan dapat lebih mudah ditelusuri dan diadukan baik kepada penanggung jawab jasa layanan maupun institusi hukum.

Miskonsepsi pendidikan seharusnya menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat secara umum. Kesalahan pemahaman yang tidak terkontrol baik berasal dari sumber belajar maupun guru itu sendiri dapat menjadi kesalah pemahaman konsep yang akan bertahan sepanjang hidup anak didik. Hal ini tentu berbahaya baik bagi pribadinya maupun sebagai satu generasi bangsa. Miskonsepsi pendidikan yang tidak segera dideteksi sejak dini akan terus melahirkan miskonsepsi yang baru,selebih jika anak didik kita menjadi pendidik bagi anak didik lain atau keluarganya.

Sehubungan dengan hal ini, saya teringat dengan seorang dosen saat kegiatan perkuliahan di program pascasarjana universitas Pakuan tempat saya kini menimba ilmu. Beliau menyayangkan tidak adanya quality control yang baik dalam penyediaan guru di Indonesia. Seharusnya guru sebagai pemberi layanan pendidikan harus diseleksi dan dikontrol secara berkala oleh perguruan tinggi tempatnya mendapatkan sertifikasi guru. Jika quality control dilakukan secara ketat oleh perguruan tinggi, pemerintah dapat lebih mudah dalam rekruitmen guru dan pada saat terjadi kesalahan yang dilakukan guru baik kode etik maupun miskonsepsi pendidikan. Perguruan tinggi dapat mencabut sertifikasi guru hasil produknya. Hal ini seperti jaminan kualitas yang dilakukan perguruan tinggi terhadap produk yang dihasilkannya.

Seleksi sumber daya manusia dalam rekruitmen mahasiswa di jurusan keguruanpun belum terseleksi dengan baik. Jurusan keguruan saat ini menjadi jurusan yang sangat diminati bagi siswa lulusan sekolah menengah atas. Regulasi tentang kepastian kesejahteraan bagi guru menjadi salah satu alasan orang tua mengharapkan anaknya menjadi guru tanpa melihat kemampuan tingkat kecerdasannya. Menjamurnya pemberi layanan pendidikan tingkat tinggi (perguruan tinggi) yang menyediakan jasa layanan pencetak guru juga menjadi hal yang harus dikontrol. Kualitas dosen dan layanan yang dilakukan dalam mencetak guru menjadi hal yang harus diperhatikan serius oleh pemerintah.

Tatkala quality control terhadap guru dan penyedia layanan pencetak guru sudah dilakukan, diharapkan kelak pendidikan di negeri ini bisa lebih baik. Anak-anak didik yang kelak diharapkan menjadi guru haruslah anak-anak generasi yang cerdas. Guru bukan sekedar menjadi profesi dengan alasan daripada, daripada nganggur atau daripada tidak kuliah. Guru yang memberi layanan pendidikan haruslah yang benar-benar mendapatkan pendidikan keguruan sehingga mereka mempunyai kemampuan pemahaman materi dan didaktik metodiknya. Pada akhirnya harapan guru profesional dapat diperoleh sebagai harapan perubahan generasi ke depan yang lebih baik. (sule)

Dokumentasi Kegiatan Program Peduli Sarana Sanitasi

Program Peduli Sanitasi Lingkungan digagas pemuda yang tergabung dalam Forum Muda Kreatif Sukajaya  (FMKS) bekerja sama dengan CSR Djarum dan masyarakat. kemudian membangun sarana sanitasi berupa MCK di Kp. Sidoger Desa Sukajaya Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor pada bulan Mei 2014 dalam rangkaian kegiatan Pesta Rahayat Sukajaya 2014.

Berikut foto kegiatan yang dilaksanakan. Semoga kegiatan tersebut dapat dilaksanakan kembali mengingat masih banyak sarana MCK yang tidak layak terutama dipelosok pemukiman padat.

Terima kasih atas segala partisifasi semua pihak yang terlibat semoga Allah SWT menjadikan kegiatan ini bernilai ibadah. aamiin. (sule)

Kp.Sidoger Desa Sukajaya

warga gotong royong bangun mck  DSCN1229DSCN1192 IMG02552-20140426-1133IMG02547-20140426-1130  IMG02578-20140428-1605 mck 29042014 Nanggung-20140505-00555 Nanggung-20140505-00557

Program Peduli Pendidikan Al-Qur’an 2016

PROGRAM PEDULI PENDIDIKAN AL-QUR’AN (P3A)

FORUM MUDA KREATIF SUKAJAYA (FMKS)

TAHUN 2016

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S Al-Hasyir:18)

Al-Qur’an sebagai pedoman hidup manusia seyogyanya jadi tuntunan atas setiap langkah kehidupannya. Mempelajarinya merupakan sebuah nilai ibadah, memeliharanya merupakan sebuah keniscayaan demi memePenyerahn al qur'an dari pewakaplihara kemashlahatan kehidupan manusia.

“Dan Al-Quran itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.”
(Kami turunkan al-Quran itu) agar kamu (tidak) mengatakan: “Bahwa kitab itu hanya diturunkan kepada dua golongan saja (Kaum Yahudi dan Nasrani) sebelum kami. Dan sesungguhnya kami tidak memperhatikan apa yang mereka baca. “ (Q.S. Al-An’aam :155-156)

Setelah sukses melaksanakan program ini di tahun 2015 dengan menyebarkan hampir 1.000 al-qur’an, 1.600 juz amma da hampir 400 iqro yang berasal dari donatur (muakif) yang bersifat pribadi dan dengan keyakinan akan kewajibannya sebagai pemuda, pemudIMG02150-20140209-1319a yang tergabung dalam komunitas aksi sosial Forum Muda Kreatif Sukajaya Kabupaten Bogor, kembali mengimplementasikan keprihatinannya terhadap kebutuhan Al-Qur’an di majlis taklim (pengajian anak-anak) di wilayah Kecamatan Sukajaya Kab. Bogor dengan program PENGGALANGAN 1.000 AL-QUR’AN pada Program Peduli Pendidikan Al-Qur’an (P3A). Dengan membawa tema “WAKAF AL-QUR’AN, JUZ AMMA DAN IQRO”.  “1 TEMAN 1 AL-QUR’AN”  berharap banyak saudara-saudara seiman baik pribadi maupun lembaga untuk berpartisipasi dalam program wakaf Al-Qur’an dalam rangka mewujudkan masyarakat gemar mengkaji Al-Qur’an. Lebih jauh dari itu kami bersedia menyalurkan bantuan lain untuk aksi kepedulian untuk pendidikan al-qur’an baik itu sarana prasarana maupun bangunan fisik yang tentu kami hanya menyambungkan antara pihak penerima dan donatur itu sendiri.

Hidup adalah aksi, dengan aksi kita akan berasa hidup penuh arti

Bagi saudara seiman yang tergerak hatinya bisa menghubungi :

Sdr. Ajiz Sulaeman, 085697314238 E-Mail : Ajizxule@gmail.com

Tugas Pasca sarjana UNPAK

Berikut ini beberapa tugas kuliah yang dikumpulkan untuk memenuhi tugas mata kuliah di program pasca sarjana Universitas pakuan jurusan Administrasi Pendidikan semester 1 tahun 2015.

MAKALAH :

Makalah Hakikat Filsafat Ilmu 072115020 AJIZ SULAEMAN

Makalah Sosiologi Pendidikan_Fungsi Sosiologi dalam Pendidikan

LAPORAN OBSERVASI SLB TUNAS KASIH 1 LEUIWILIANGMAKALAH PSIKOLOGI

PENDIDIKAN_KECERDASAN ADVERSITAS

MAKALAH SOSPEND_Pengaruh Pendidikan terhadap terbentuknya stratifikasi sosial

Makalah Sospend_PENDIDIKAN DAN PERUBAHAN BUDAYA

 

PRESENTASI POWERPOINT

Presentasi Hakikat Filsafat

Fungsi Sosiologi dalam Pendidikan_Pasca Unpak

LAP Observasi_SLB Tunas Karya 1 LWL

 

 

 

Kemenag Programkan 24 T untuk Peningkatan Mutu Madrasah

IMG03777-20141110-0746Kementerian Agama terus berupaya agar madrasah menjadi lembaga pendidikan Islam yang lebih baik dan kompetitif. Harapannya, madrasah berkembang menjadi lembaga pendidikan yang dipilih masyarakat karena memang lebih baik dan bermutu.

Terkait ini, Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin menegaskan bahwa perencanaan arah kebijakan peningkatan mutu madrasah menjadi penting. Untuk itu, pihaknya telah menyusun desain besar peningkatan mutu madrasah untuk lima tahun ke depan. “Berbagai program telah dirumuskan dalam upaya peningkatan mutu madrasah dan semua itu sudah tertuang secara sistematis dalam sebuah Grand Design yang akan menjadi rujukan dan guidance bersama,” tegasnya, Rabu (12/08).

Hadir dalam kesempatan ini Direktur Pendidikan Madrasah M. Nur Kholis Setiawan, Perwakilan dari Australia’s Education Partnership with Indonesia, Abdul Munir.

Grand Desain Peningkatan Mutu Madrasah untuk lima tahun ke depan sudah selesai disusun oleh Tim Direktorat Pendidikan Madrasah, Ditjen Pendidikan Islam, Kemenag. Agar dipahami bersama oleh jajaran Kemenag, pusat di daerah, Grand Desain ini akan dilaunching, Rabu (12/08) malam ini, di hadapan para Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kemenag dan stakeholders pendidikan Islam. Harapannya, Grand Design ini dapat segera dipahami untuk kemudian dijadikan sebagai rujukan bersama dalam menetapkan kebijakan, perencanaan, dan penganggaran program peningkatan mutu madrasah.

“Untuk lima tahun ke depan, setidaknya diperlukan biaya hingga 24 T,” kata Kamaruddin Amin. Menurutnya, sedikitnya ada tiga komponen besar program penguatan mutu pendidikan madrasah dalam lima tahun ke depan, yaitu: pertama, peningkatan kompetensi untuk lebih dari 1.200.000 guru madrasah, staf pendukung, manajer, dan personil penjaminan mutu.

Kedua, bantuan untuk lebih dari 45.000 madrasah dalam memenuhi Standar Nasional Pendidikan sebagai dasar akreditasi (termasuk air bersih dan fasilitas sanitasi) dan Standar Pelayanan Minimal. “Bantuan ini bersifat stimulant untuk melengkapi sumber pendanaan lain,” jelasnya.

Ketiga, rehabilitasi lebih dari 110.000 ruang kelas yang rusak, fasilitas khusus untuk pendidikan inklusif dan kebutuhan fasilitas serta bantuan teknis yang berkualitas tinggi.

Kamaruddin Amin menambahkan bahwa Grand Design ini disusun untuk menyediakan peta arah bagi peningkatan kualitas pendidikan madrasah selama lima tahun ke depan dalam rangka mewujudkan visi Kementerian Agama. “Kami ingin mengembangkan pendidikan Islam yang toleran, moderat, inklusif di Indonesia serta menjadi model bagi dunia internasional,” terangnya.

Terkait kebutuhan anggaran yang mencapai Rp24T, Guru Besar Ilmu Hadits UIN Alauddin Makassar ini menegaskan bahwa akan memaksimalkan anggaran dari APBN untuk melakukan peningkatan mutu secara sistematis dan komprehensif. “Perencaan yang baik menjadi kunci yang ditindaklanjuti dengan tahapan pelaksanaan program Ditjen Pendidikan Islam yang jelas dan terukur dalam lima tahun ke depan,” tuturnya.

“Penjaminan mutu untuk setiap kegiatan akan diperkuat sehingga dampak dari setiap program bisa terukur,” tambahnya.

Selain itu, lanjut Kamaruddin Amin, Grand Design ini juga dirancang untuk memaksimalkan dukungan keuangan dari sumber lain, antara lain: meningkatkan kontribusi Pemerintah Daerah. “Menjadi kewajiban Pemda juga untuk membiayai fasilitas madrasah negeri dan swasta untuk memenuhi Standar Pelayanan Minimal,” katanya.

“Kemenag juga mengundang partisipasi berbagai pihak, baik dalam maupun luar negeri untuk berkontribusi dalam peningkatan mutu madrasah yang menyumbang sekitar 20% dari total jumlah lembaga pendidikan secara nasional,” tambahnya.

Ditjen Pendidikan Islam juga akan proaktif dalam membangun kerjasama strategis dengan semua pihak untuk bersama-sama meningkatkan mutu pendidikan madrasah. Beberapa aspek yang bisa dikerjasamakan, menurut Kamaruddin Amin antara lain: penguatan kompetensi guru, penguatan kerjasama dan advokasi ke Pemda untuk pendanaan madrasah, pengembangan madrasah vokasional, pengembangan perilaku toleransi dan pluralisme di madrasah, dan lainnya. (http://www.kemenag.go.id Pinmas)

Mampu bila Mau

pemuda

Setiap orang tentu pernah mengalami kondisi lelah dalam menjalani kehidupan, sakit hati atas ketidakadilan,kecewa atas pengkhianatan, marah atas ketidak berdayaan. Setiap kondisi tersebut titik awal menuju kejenuhan, hilangnya semangat hidup akan menjauhkan peluang sukses yang akan diraih yang Allah persiapkan.

Peluang kesuksesan lahir bagi siapa saja yang melakukan sesuatu. Berdiam diri bukan sebuah upaya meraih asa. Jangan pernah berhenti melakukan apa yang kita inginkan. SETIAP MANUSIA MAMPU DAN BISA MENDAPATKAN APA YANG KITA MAU. KALAU MAU.!  kata-kata itu mengingatkan seorang dosen di kelas Pasca Srajana Universitas Pakuan. Kalau kita mau kita dapat lakukan banyak hal, dan bukan tidak mungkin mendapatkan banyak hal yang kadang diluar jangkauan dari apa yang kita pikirkan.

  • Berbahagialah
  • Selalu Berpikir Positif
  • Berteman dalam komunitas orang-orang yang memiliki cita-cita
  • Baca buku, lihat tayangan yang menginspirasi
  • Lupakan hal-hal kecil yang akan mengganggu motivasi
  • Bahagiakan orang lain di sekitar kita
  • Bersedekah

Beberapa hal yang dapat kita lakukan yang efektif mendorong datangnya kebahagiaan atas sukses yang diraih.

Semoga bermanfaat.

Beberapa slide motivasi yang pernah di sampaikan dalam training motivasi penulis.

Impian vs Kenyataan

PEMUDA DAN PROBLEMATIKANYA

presentasi motivasi IMPIAN VS KENYATAAN MINSA

SEBUAH ARTI

Pentingkah?

Sampai detak jantung berhenti
Ada desah nafas mengawali
Saat temaram datang
Ada mentari yang sabar menyapa
Bahkan terpaksa harus pergipun
Selalu datang yang mempertemukan

Harapan…
Setidaknya itu yang lahirkan kata bertahan
Bermimpi saat terjaganya tidur
Yang tak pernah pasti terbangun

Angan….
Membawa asa wujudkan penafsiran
Pada sinofsis kecil cerita kehidupan

Pentingkah?
Seberapa penting?
Untuk siapa?
Memberi arti?
Kadang tidak !

Tak penting‎
Bahkan untuk hal kecil
Tak satupun yang anggap itu berarti
Sampai saat itu tiba
‎Kematian …
Pada penyesalan tanpa mampu memberi arti
Bukan tentang seberapa penting
Ataupun seberapa berarti
Atau untuk siapa
Karna menjadi berarti
Kan jadi kisah indah
Saat kau mati nanti

Informasi Sertifikasi Guru

Kriteria

  • Berstatus sebagai Guru Tetap, dibuktikan dengan Surat Keputusan (SK) dari kementerian Agama atau Dinas Pendidikan bagi PNS. Bagi guru bukan PNS yang mengajar pada RA/Madrasah swasta, SK sebagai guru tetap diterbitkan oleh penyelenggara pendidikan/kepala satuan pendidikan, sementara guru bukan PNS yang mengajar pada madrasah negeri, SK dapat diterbitkan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota atau Kepala Madrasah yang bersangkutan.
  • Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).
  • Aktif mengajar di RA/Madrasah, negeri maupun swasta, yang menjadi satuan administrasi pangkal (satminkal, atau tempat tugas induk/pokok) dan sekurang-kurangnya mempunyai beban kerja 6 (enam) jam tatap muka per pekan.
  • Berusia maksimal 58 (lima puluh delapan) tahun pada tanggal 31 Desember 2014.
  • Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) dari program studi yang memiliki izin penyelenggara.
  • Guru RA/Madrasah yang belum sarjana (S-1) tidak bisa mengikuti sertifikasi tahun 2014, kecuali pada tahun 2013, telah berusia 50 (lima puluh) tahun per 1 januari 2013 dan mempunyai pengalaman kerja minimal 20 (dua puluh) tahun sebagai guru; atau mempunyai golongan IV/a.
  • Jika mengajar tidak sesuai latar belakang keahlian yang dimiliki, harus memiliki pengalaman 5 tahun mengajar pada mata pelajaran yang diampu.
  • Memiliki masa kerja sebagai guru (PNS aau bukan PNS) minimal 8 tahun per 31 Desember 2013 pada satuan pendidikan formal secara akumulatif, atau sudah menjadi guru RA/madrasah per 30 Desember 2005 sampai sekarang secara terus-menerus.
  • Data calon peserta sertifikasi tahun/kuota 2014 diambil berdasarkan data hasil verifikasi dan validasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melalui program PADAMU NEGERI.
  • Guru RA/Madrasah atau guru yang diangkat dalam jabatan pengawas dapat diberi sertifikat pendidik secara langsung (PSPL) apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut :
    1. Memiliki kualifikasi akademik magister (S-2) atau doctor (S-3) dari perguruan tinggi terakreditasi dalam bidang kependidikan atau bidang studi yang relevan dengan mata pelajaran atau rumpun mata pelajaran atau tugas kepengawasan yang diampunya dan mempunyai golongan sekurang-kurangnya IV/b, atau
    2. Memiliki golongan serendah-rendahnya IV/c.

Prosedur

  • Pola Sertifikasi Guru RA/Madrasah Tahun 2014 berdasarkan Petunjuk teknis sertifikasi guru Kemenag tahun 2014 akan dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 11 Tahun 2011, Guru dalam jabatan yang telah memenuhi persyaratan dapat mengikuti sertifikasi melalui salah satu dari pola berikut :
    1. Pemberian Sertifikasi Pendidik Secara langsung (PSPL)
    2. Portofolio (PF)
    3. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PKPG)
    4. Pendidikan Profesi Guru (PPG)
  • Pola Sertifikasi kecuali untuk PPG yang diatur oleh Kemenag secara terpisah

(http://jabar.kemenag.go.id/)

HARUS BANYAK ORANG YANG DATANG KE SUKAJAYA

foto0026.jpgajizsulaeman_senin sore 21 Desember 2015 penulis kembali berkunjung ke kantor Kecamatan Sukajaya. Beberapa staf dan kepala desa nampak masih berada di rumah dinas camat yang disulap menjadi kantor camat mengingat kondisi kantor kecamatan yang ada sudah sangat mengkhawatirkan. Seperti biasa sore itu penulis sengaja berkunjung sekedar berdiskusi dengan sosok camat muda yang memilliki visi revolusioner tentang percepatan pembangunan daerah Kecamatan Sukajaya. Nana Mulyana camat yang terhitung tanggal 23 Juli 2013 mengemban jabatan sebagai camat Sukajaya itu mulai mengawali perbincangan disela kesibukannya sembari menuliskan beberapa idenya di sebuah koran di atas meja di ruang stafnya. Dengan kesederhanaannya beliau mengungkapkan beberapa hal yang menjadi visinya dalam menjalankan amanahnya di Kecamatan Sukajaya kepada penulis.

Tiga permasalahan mendasar yang memerlukan solusi cepat dan cerdas di lingkungan Kecamatan Sukajaya yang dialami masyarakatnya. Pertama masalah rendahnya kualitas pendidikan, kedua kualitas kesehatan masyarakat dan ketiga daya beli masyarakat yang masih rendah. Ungkap Nana Mulyana mengawali diskusi kami.

Tiga permasalahan tersebut ditemui Nana Mulyana dari kegiatan-kegiatan saba desa dan nyaba lembur yang dilakukannya selama melaksanakan tugasnya. Camat yang memiliki hoby adventure menggunakan sepeda dan motocross tersebut mengatakan melalui kegiatan mengelilingi wilayah Kecamatan Sukajaya ternyata banyak potensi yang dapat dijadikan kekuatan dan peluang dalam menyelesaikan permasalahan yang ada sekarang ini.

Sambil menuliskan idenya, Nana Mulyana mengatakan beberapa potensi yang dimiliki daerah Sukajaya yang menjadi modal dalam mewujudkan programnya untuk percepatan pembangunan daerah Sukajaya, pertama lahan yang masih luas membentang, Kedua pemandangan alam yang indah, ketiga suhu yang sejuk, keempat oksigen yang “KW-1”, kelima potensi wisata yang mendukung dan belum terekspos, keenam lingkung budaya dengan kearifan masyarakat desa yang kental dengan keramah tamahan, ketujuh sawah yang luas. Beberapa potensi tersebut menjadi modal dasar dalam usaha mewujudkan percepatan pembangunan daerah Sukajaya yang mampu menjadi titik terang dalam kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera dan mandiri di kemudian hari. Namun potensi tersebut terkendala oleh satu permasalahan mendasar, yaitu inprastruktur jalan yang belum memadai. Sehingga alur pergerakkan ekonomi dan mobilisasi masyarakat dengan berbagai hasil karyanya menjadi terhambat. Hal ini berakibat pada rendahnya aktifitas perekonomian di wilayah Sukajaya yang berimbas pada rendahnya daya beli masyarakat. Sehingga pembukaan dan pelebaran akses jalan sepanjang jalur Kirabeha,Harkatjaya dan Kiarapandak sampai Cisarua yang tengah dilakukan saat ini diharapkan dapat menjadi langkah awal menjawab permasalahan dan membuka peluang potensi yang ada.

Dengan melihat potensi dan permasalahan yang ada maka ada beberapa solusi yang tengah dilakukan dan terus dikembangkan saat ini, lanjut Camat yang lulus STPDN tahun 1994 tersebut. Diantaranya di sektor pertanian dengan melihat potensi lahan kosong dan sawah yang masih sangat luas dilakukan beberapa program diantaranya, pertama peningkatan produktifitas tanaman pokok seperti padi dari yang saat ini hanya mampu menghasilkan gabah dua ton per satu hektar sawah, menjadi enam sampai delapan ton untuk setiap satu hektar sawah. Kedua gerakan budidaya komoditas unggulan tanaman pala, dengan alasan tanaman pala memiliki multifungsi sebagai fungsi konservasi, tanaman bernilai ekonomis tinggi dan sebagai perindang.

Untuk sektor pariwisata, Camat Sukajaya Nana Mulyana mengungkapkan beberapa program pengembangan potensi wisata yang dilakukan, yaitu ; pengembangan wisata alam, wisata budaya, wisata religi, agro wisata, dan wisata adventure, dari beberapa kegiatan yang telah dilakukan ternyata potensi-potensi wisata alam dan advanture yang ada di Sukajaya menjadi alternatif dan kalau dikembangkan akan menjadi primadona yang akan mendatangkan peluang usaha dan peningkatan penghasilan masyarakat. Sehingga perkembangan perekonomian masyarakat Sukajaya akan lebih berkembang. Masih menurut Nana Mulyana beliau menganalogikan apabila perputaran uang hanya terjadi diantara masayarakat Sukajaya saja, maka keuangan yang bergerak di Sukajaya akan stagnan, namun akan berbeda apabila datang masyarakat luar yang datang ke Sukajaya untuk rekreasi atau melakukan kegiatan ekonomi lainnya maka pergerakan ekonomi dan keuangannya akan meningkat dan bertambah.

Selain peningkatan pergerakan perekonomian di wilayah Sukajaya melalui pengembangan sektor wisata, juga akan melahirkan sektor perekonomian baru tatkala inprastruktur dan pengembangan pariwisatanya telah terbentuk. Peningkatan gairah untuk meningkatkan pertanian hortikultura, home industri, usaha kecil menengah (UKM), usaha penunjang pariwisata seperti perhotelan, rumah makan dan sektor usaha jasa non formal lainnya akan secara otomatis akan turut berkembang. Ungkap Nana Mulyana dengan penuh keyakinan. Walaupun tantangan saat ini datang dari masyarakat itu sendiri, mau atau tidak berperan aktif dalam program percepatan pembangunan daerahnya. Masyarakat harus didorong untuk mengembangkan potensinya sendiri seperti di bidang pertanian dengan mulai optimalisasi pengelolaan tanaman holtikultura. Sehingga tatkala pengembangan pariwisata terbentuk dan membutuhkan semua unsur pendukungnya, Sukajaya dapat berswasembada pangan dan swasembada sumber daya masyarakatnya yang berpendidikan.

Khusus untuk sektor pendidikan, Camat yang merupakan alumni SMA Negeri 3 Bogor tahun 1991 itu mengungkapkan dua program mendasar, yang pertama mendekatkan pelayan pendidikan langsung ke wilayah dan lingkungan masyarakat. Sehingga tidak ada lagi alasan anak-anak Sukajaya tidak sekolah dan tidak melanjutkan pendidikannya. Kini di setiap desa di Kecamatan Sukajaya sudah ada layanan pendidikan sekolah menengah pertama baik SMP maupun MTs, berdirinya sekolah menengah atas diantaranya SMA Negeri 1 Sukajaya, SMK dan Madrasah Aliyah (MA) merupakan usaha untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mendukung percepatan pembangunan di daerah Sukajaya. Selain itu pendidikan harus dikembangkan sejak usia dini, program pendampingan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi program yang terus didukung oleh pemerintahan kecamatan dan diteruskan ke pemerintahan desa di wilayah Kecamatan Sukajaya, apalagi kini pelayanan pendidikan anak usia dini dapat dialokasikan dari dana desa. Ungkapnya

Di sektor kesehatan, Nana Mulyana memberikan perhatian yang sangat besar. Melalui kerjasama dengan pihak pelaksana dan penanggung jawab pelayanan kesehatan, seperti UPT Puskesmas Sukajaya dan UPF Puskesmas Kiarapandak, Nana Mulyana mendorong peningkatan pelayanan kesehatan masayarakat di tingkat terdekat dengan masyarakat seperti optimalisasi pelayanan kesehatan di Puskesmas Pembantu (Pustu) dan peningkatan kegiatan pelayanan kesehatan berbasis POSYANDU. Dengan otimalisasi pelayanan kesehatan berbasis Posyandu permasalahan kesehatan dapat ditekan sejak dini. Permasalahan Gizi buruk, kesehatan balita, kesehatan ibu hamil dan menyusui menjadi perhatian awal dalam usaha meningkatkan kualitas angka harapan hidup dan kesehatan masyarakat.

Akhirnya tatkala permasalahan yang ada dijawab dengan potensi yang dimiliki dengan solusi yang terus dilakukan secara berkelanjutan dengan peran serta semua pihak terkait baik pemerintah daerah, desa dan masyarakat itu sendiri, maka kedepan kualitas masyarakat Sukajaya diyakini akan meningkat baik di sektor pendidikan, kesehatan maupun daya beli, yang kemudian melahirkan tatanan masyarakat Sukajaya yang sehat, berpendidikan, sejahtera dan mandiri akan tercapai. Ucap Nana Mulyana menutup diskusi sore itu. (sule)

WASPADA 10 PENYAKIT SAKIT SAAT PANCAROBA

Bulan-bulan sekarang ini di Indonesia dikenal dengan bulan pancaroba. Yaitu bulan dimana cuacanya sering berganti-ganti alias tidak tentu. Seringkali panas dan hujan. Akibatnya kondisi kesehatan kita terganggu. Hal ini terlihat dengan munculnya berbagai macam penyakit yang sering menyertai kita di musim pancaroba.

Musim pancaroba adalah musim panennya berbagai macam penyakit, mulai dari yang ringan hingga yang berat. Biasanya, ketika pancaroba, banyak di antara kita yang terserang berbagai macam penyakit. Tak jarang berakibat pada kematian bila tidak ditangani dengan baik. Kalaupun tidak sampai merenggut nyawa, penyakit yang diderita saat musim pancaroba tersebut bisa mengganggu aktivitas keseharian kita.

Ini adalah 10 penyakit yang muncul saat musim pancaroba :
1.     Diare

Gejala yang biasanya ditemukan adalah buang air besar terus menerus disertai dengan rasa mulas yang berkepanjangan, dehidrasi, mual dan muntah. Diare kebanyakan disebabkan oleh beberapa infeksi virus tetapi juga seringkali akibat dari racun bakteria.

2.     Influenza

Influenza, yang lebih dikenal dengan sebutan flu, merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus RNA dari famili Orthomyxoviridae (virus influenza), yang menyerang unggas dan mamalia. Gejala yang paling umum dari penyakit ini adalah menggigil, demam, nyeri tenggorok, nyeri otot, nyeri kepala berat, batuk, kelemahan, dan rasa tidak nyaman secara umum. Influenza dapat menimbulkan mual, dan muntah, terutama pada anak-anak. Biasanya, influenza ditularkan melalui udara lewat batuk atau bersin.

3.     Kanker Kulit

Di musim panas ini, sinar matahari bersinar dengan terik. Teriknya sinar matahari di satu sisi menyehatkan karena banyak mengandung vitamin D yang berguna untuk pembentukan kalsium. Di sisi lain sinar matahri bisa berbahaya karena mengandung ultraviolet. Nah, Salah satu bagian tubuh yang terkena paparan langsung sinar matahari adalah kulit. Paparan matahari yang mengandung sinar ultraviolet ternyata sangat berbahaya bagi kulit manusia. Sinar ultraviolet pada sinar matahari bisa menyebabkan kanker.

Seperti diketahui kanker merupakan sebuah penyakit dimana terjadi pembelahan sel-sel yang berlebihan, pembelahan yang tak terkendali ini akan menyerang jaringan biologis tubuh. Maka dari itu kanker baik jenis apapun harus dihindari terlebih lagi kanker kulit. Apalagi pemicu kanker kulit adalah sinar matahari yang pastinya setiap hari kita terkena paparan secara langsung. Kanker kulit biasanya ditandai dengan kulit kasar, mudah berdarah, terjadi perubahan warna pada kulit dan timbul rasa gatal dan nyeri pada kulit.

Sebenarnya kanker kulit ini bisa dihindari oleh manusia, cara menghindari yaitu dengan menghindari paparan sinar matahari secara langsung. Atau menggunakan sun block.

4.     Jerawat

Di musim panas ini apakah anda sering mengkonsumsi es krim sebagai pelepas dahaga ? Jika ya, maka es krim yang banyak mengandung lemak bisa memicu jerawat pada wajah, bahu, dada atas dan punggung atas. Jerawat atau yang dikenal dengan sinonim agne vulgasri, merupakan sebuah pembengkakan kulit yang kadang disertai dengan rasa sakit dan gatal. Jerawat sebenarnya tidak muncul pada musim kemarau saja. Karena jerawat bisa dipicu oleh berbagai makanan yang mengandung lemak seperti gorengan dan kacang serta makanan lain. Penanganannya pun sederhana, kita dianjurkan untuk selalu membersihkan wajah sehabis melakukan aktivitas pekerjaan. Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit mengenai penanganan tingkat lanjut bila kulit kita berjerawat.

5.     ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut)

Yang termasuk gejala dari ISPA adalah badan pegal pegal (myalgia), beringus (rhinorrhea), batuk, sakit kepala, sakit pada tengorokan. Penyebab terjadinya ISPA adalah virus, bakteri dan jamur. Kebanyakan adalah virus. Diagnosis yang termasuk dalam keadaan ini adalah, rhinitis, sinusitis, faringitis, tosilitis dan laryngitis.

6.     Demam Berdarah

Demam berdarah (DB) adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue, yang masuk ke peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, misalnya Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Penyakit yang sudah banyak memakan korban jiwa ini mempunyai gejala seperti demam tinggi, rasa nyeri pada tulang, munculnya bintik merah pada kulit, serta pendarahan dari hidung dan telinga.

7.     Chikungunya

Chikungunya merupakan penyakit sejenis demam virus yang disebabkan alphavirus yang disebarkan oleh gigitan nyamuk dari spesies Aedes aegypti. Gejala utama terkena penyakit Chikungunya adalah tiba-tiba tubuh terasa demam diikuti dengan linu di persendian. Bahkan, karena salah satu gejala yang khas adalah timbulnya rasa pegal-pegal, ngilu, juga timbul rasa sakit pada tulang-tulang, ada yang menyebutnya sebagai demam tulang atau flu tulang.

8.     Leptospirosis

Leptospirosis adalah penyakit akibat bakteri Leptospira sp. yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia atau sebaliknya (zoonosis). Leptospirosis merupakan penyakit yang dapat ditularkan melalui air (water borne disease. Urin (air kencing) dari individu yang terserang penyakit ini merupakan sumber utama penularan, baik pada manusia maupun pada hewan. Kemampuan Leptospira untuk bergerak dengan cepat dalam air menjadi salah satu faktor penentu utama ia dapat menginfeksi induk semang (host) yang baru.

Hujan deras akan membantu penyebaran penyakit ini, terutama di daerah banjir. Gerakan bakteri memang tidak memengaruhi kemampuannya untuk memasuki jaringan tubuh namun mendukung proses invasi dan penyebaran di dalam aliran darah induk semang. Di Indonesia, penularan paling sering terjadi melalui tikus pada kondisi banjir. Keadaan banjir menyebabkan adanya perubahan lingkungan seperti banyaknya genangan air, lingkungan menjadi becek, berlumpur, serta banyak timbunan sampah yang menyebabkan mudahnya bakteri Leptospira berkembang biak.

Air kencing tikus terbawa banjir kemudian masuk ke tubuh manusia melalui permukaan kulit yang terluka, selaput lendir mata dan hidung. Sejauh ini tikus merupakan reservoir dan sekaligus penyebar utama Leptospirosis karena bertindak sebagai inang alami dan memiliki daya reproduksi tinggi. Beberapa hewan lain seperti sapi, kambing, domba, kuda, babi, anjing dapat terserang Leptospirosis, tetapi potensi menularkan ke manusia tidak sebesar tikus. (http://d-natural.com/)

Desa Kiarasari Menuju Desa Wisata

Kiarasari nama salah satu desa di Kecamatan Sukajaya di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun. Desa dimana beberapa tahun menimba banyak pengalaman, berawal tahun 2005 mengabdi sebagai guru kontrak di MI Al-Amanah Pasirbendera,menemukan sang mantan yang kini jadi bunda dari Fatih dan Prabu, mendampingi bunda Fatih dan Prabu di Puskesmas Pembantu dan akhirnya kembali ke kampung halaman di tahun 2011.

Ikatan emosional yang sarat dengan kenangan yang panjang dan segudang cerita persahabatan dan persaudaraan yang tumbuh di sana membuat penulis merasa terus berada di Kiarasari sampai kini (mudah-mudahan kang JP berkenan). 

Jaro Peloy yang akrab penulis sapa Kang JP sosok inspiratif salah satu Kepala Desa yang bekerja keras untuk membangun daerahnya (bahkan belum tentu bisa penulis lakukan apabila ada di posisinya). 

Berjuang dengan berbagai keterbatasan mampu membawa Desa Kiarasari menjadi desa yang maju saat ini. Terbukanya sarana pendidikan sampai tingkat menengah atas, pengelolaan pemerintahan yang tertata secara modern dengan memiliki web sendiri di http://kiarasari.desa.id/
menjadi salah satu indikator penulis memberi apresiasi yang tak terhingga kepada desa ini.

Banyak cerita di desa ini yang sangat panjang bila diungkapkan. Cukuplah gambaran umum membuka cerita baru dikala mengunjungi desa ini.

Desa Kiarasari dapat ditempuh dari Kecamatan Nanggung atau lewat Jalan Raya Cigudeg-Sukajaya, dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat atau kendaraan roda dua. Hanya kurangnya sarana transportasi umum menjadi kendala jika kita menggunakan kendaraan umum pada waktu sore hari.

Sekilas saya tampilkan spot pariwisata yang masih perawan yang layak dikunjungi.

LABU,Buat anak senang membaca

Labu, buah tanaman merambat yang biasa tumbuh di pekarangan atau belakang rumah dan di kebun. mengandung banyak nutrisi, karbohidrat dan vitamin. menjadi makanan wajib bagi beberapa orang terutama di bulan Ramadhan.

Namun kali ini labu yang dimaksud bukan tanaman, namun kegiatan kecil yang dilakukan di lingkungan tempat tinggal saya. Labu alias Lapak Buku adalah taman baca yang tengah dirintis oleh penulis. Dilatarbelakangi tidak adanya tempat anak-anak membaca sebagai tempat belajar dan mencari referensi belajar. Maka atas bantuan teman-teman yang mau memberikan buku-buku yang sudah tidak dibaca di rumah untuk diberikan ke Lapak Buku. 

Telah banyak buku yang didapatkan dari sumbangan teman-teman lewat sosial media dan langsung dijemput ke lokasi. kini Labu  tengah berbenah diri. Harapannya suatu saat nanti Labu dapat memiliki saung baca yang refresentatif, menarik dan menjadi tempat anak belajar, bermain dan bersosialisasi untuk mewujudkan saatu cita-cita kecil lainnya yaitu mewujudkan kampung juara. Labu kini berlokasi di Kp. Sirnagalih Rt. 01/01 Desa Sukajaya Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor.

Dalam  beberapa kesempatan Labu kini digelar beralaskan tikar. Semangat anak untuk membaca memotivasi penulis untuk berusaha mewujudkan saung baca bagi anak-anak.

menjadi berarti itu sebuah kehormatan diri

Apa yang sudah anda lakukan hari ini untuk lingkunganmu.? Pertanyaan sederhana dengan sejuta aksi yang mestinya dilakukan oleh setiap diri.

 

Manusia yang beruntung adalah mereka yang mampu mengoptimalkan potensi yang dianugrahkan kepadanya untuk menginspirasi dan memberi arti untuk orang lain.

 

Bukanlah ketika anak melakukan kesalahan menjadi perilaku penyimpangan,namun mungkin ada peran yang tidak dilakukan oleh orang dewasa di lingkungannya.

 

Peduli adalah aksi,retorika bagai rencana,peduli tanpa aksi bagai beretorika tanpa arti.

 

Perjuangan adalah upaya mewujudkan kata-kata.IMG-20140203-01088

Pengabdian dan Kesederhanaan Guru Honorer di Kaki Gunung Halimun

IMG_20140922_003454

“ Sisihkan Honor untuk membeli Buku Tulis Anak Didiknya “

Seperti halnya daerah lain kisah ini dimulai dari sebuah perjalanan dan pengabdian seorang guru yang mengabdikan dedikasinya di suatu daerah cukup terpencil yaitu Sukajaya yang berada di ujung Barat Kabupaten Bogor. Untuk melihat lebih jauh kisang sang guru, penulis mencoba mengikuti jejak langkah sang pengabdi. Saat ini memang kondisi cuaca bukan memasuki musim penghujan, gemericik air hujan turut mengiringi langkah demi langkah menuju lokasi pengabdian sang guru yang mengabdi di Kaki Gunung Halimun ini, mengapa disebut demikian karena memang letak tempat dirinya mengajar terletak di Kaki Gunung Halimun.

Ya dialah, Adi Priyayi Lira merupakan satu diantara banyak relawan pendidikan yang terus berjuang mengikis problematika minimnya akses pendidikan di pelosok negeri seperti di Kecamatan Sukajaya. Setelah melewati perjalanan panjang dan meliwati perbukitan naik dan turun sambil bercerita berbagai kisah akhirnya perjalanan sampai di MI NURUL HUDA 02 yang beralamat di Kampung Gunung Leutik RT. 02 RW. 06 Desa Kiarasari Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor, tepat di bawah hamparan bukit di kaki gunung Halimun di sebelah barat daya Kabupaten Bogor.

Sayangnya, ketika rombongan datang para siswa MI tersebut sudah pulang lebih awal, sontak saja saya pun bertanya kepada sang guru ini mengapa belum jam pulang sekolah anak-anak sudah dipulangkan. Sahabat saya ini pun langsung menyampaikan permintaan maaf seraya mengatakan ”Anak-anak sudah saya pulangkan, Saya khawatir madrasah ini roboh karena hujan dan angin tadi.” Tentu saja, rasa kecewa dalam hati sedikit muncul karena kita berharap para siswa masih ada dan duduk manis nantinya mendengarkan beberapa materi yang sudah disiapkan salah satunya materi motivasi tentang sebuah impian dan cita-cita bagi anak-anak diperkampungan.

Namun, saya tidak berdiam diri saya mencoba memandangi madrasah yang posisinya memang berada diatas perbukitan ini. Sejenak saya memandang tajam sambil menerawang, namun belum habis tatapan dan pemikiran saya mengenai madrasah ini. Tanpa menunggu lama, sang guru pengabdi ini menunjukkan kondisi madrasahnya. Terperangah dan miris begitu pintu kelas dibuka. Madrasah yang hanya memiliki satu ruang kelas berukuran 8m x 7m yang disekat dengan bilik bambu dan satu ruang kelas kecil berukuran 4m x 7m itu ternyata jauh dari kondisi kelas sewajarnya seperti di madrasah tempat saya mengabdi ya itulah mungkin perbedaan antara madrasah negeri dan swasta. Amsih jauh dari kata layak dan manusiawi.

Madrasah sederhana di kaki gunung Halimun ini hanya berdinding beton yang belum dihaluskan dengan langit-langit (plafon) yang belum ditutup, kayu-kayu penunjangnya pun nampak tidak kokoh karena hanya terbuat dari bambu, wajar apabila saat kondisi hujan siswa sering dipulangkan lebih awal menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Karena memang jika dipaksakan tentunya akan mengancam jiwa anak-anak, bukanya mereka mendapatkan ilmu nanti bisa-bisa mereka mendapatkan celaka.

Saat ini jumlah siswa 79 orang mulai kelas 1 sampai 5. Madrasah itu sulit untuk melaksanakan pembelajaran yang efektif apalagi dalam tuntutan beban alokasi jam belajar. Guru pejuang pendidikan itu menjelaskan kondisi kegiatan belajar mengajar di madrasahnya

“Kami melakukan sistem bergiliran kang, Kelas ini kami bagi menjadi 3 ruang belajar, Ruang kelas berukuran kecil menjadi ruang kelas 5, Satu ruang kelas besar kami sekat dan digunakan bergiliran kelas 1 dan kelas 2 masuk pagi dan pulang jam sepuluh selanjutnya bergantian dengan siswa kelas 3 dan 4 yang kemudian pulang jam satu siang.”.

Saat disampaikan pertanyaan tentang antisipasi tahun depan saat sudah ada kelas 6. Guru yang sederhana itupun terdiam membisu dan tak mampu memberi jawaban seolah-olah tidak ada kata-kata untuk menjawabnya. Akhirnya dia mengalihkan pembicaraan kepada proses pendirian madrasah ini, diceritakanlah awal madrasah itu didirikan, ternyata sebelum madrasah yang dibangun dengan swadaya masyarakat itu ada, proses kegiatan belajar mengajar (KBM) dilakukan dipelataran rumah dan di majlis taklim. Karena saat itu banyak orang tua yang khawatir saat anaknya harus berjalan meniti bukit kurang lebih sepanjang 3 km menuju sekolah dasar sehingga saat musim hujan banyak anak yang akhirnya tidak berangkat sekolah. Dampaknya anak putus sekolah semakin banyak di daerah ini. Maka untuk mengikisnya Madrasah Nurul Huda 02 didirikan.

Lama melihat kondisi madrasah dengan segala lika-liku kisahnya. Akhirnya, sang guru pengabdi yang juga aktifis pencinta alam tersebut mengajak saya ke rumahnya yang tidak jauh dari tempatnya mengabdikan diri. Guru sukarelawan yang hanya mendapatkan honor 350 ribu perbulan ini ternyata menempati rumah yang tidak jauh berbeda dengan madrasahnya. Subhanallah itulah kalimat yang terucap dari bibir saya ini. Di dunia yang serba materi dan ditengah orang-orang yang gelap mata mengumpulkan pundi-pundi harta demi serta mengejar kekuasaan bahkan terang-terangan mengkorupsi uang rakyat  masih ada sosok pribadi  yang dengan ikhlas menjalani pengabdiannya di pelosok negeri dengan kondisi seadanya tanpa kemewahan sedikitpun. Sekali lagi, melihat kondisi sahabatku ini saya tidak bisa berpikir apa-apa, hanya satu kata luar biasa sambil meneteskan air mata.

Ternyata, kisah ini tak cukup terhenti sampai disitu, Sambil menyajikan secangkir teh hangat isteri sahabat saya itu bercerita saat anak-anak murid kehabisan buku tulis, anak-anak muridnya akan datang ke rumah untuk meminta buku tulis, karena menurut orang tua mereka sekolah saat ini sudah digratiskan jadi kalau buku habis mintalah sama pak Guru. Akhirnya setiap sahabat saya itu mendapatkan honor disisihkanlah sebagian honornya untuk membeli buku tulis. Kembali ruang pemikiran saya menerawang, apakah pemahaman masyarakat tentang sekolah gratis itu akibat dari publikasi pendidikan yang secara gamblang menyatakan bahwa sekolah saat ini digratiskan.

Menutup pembicaraan dan kunjungan saya sampaikan satu pertanyaan kepada guru sederhana yan dengan sabar menjelaskan kondisi pendidikan di daerahnya. “Sampai kapan mau menjalani keadaan ini?” Sambil tersenyum beliaupun menjawab “Sekali pengabdian di dunia pendidikan dilangkahkan maka tak dapat mundur satu langkahpun. Saat pilar-pilar madrasah didirikan maka tidak mungkin kita hancurkan kembali, walau kondisi madrasah saat ini masih memprihatinkan, kami selalu saling menguatkan keyakinan suatu saat akan hadir perubahan, anak-anak yang saat ini belajar di madrasah itu kelak akan kembali menggantikan kami memberikan pendidikan bagi adik-adiknya.”

Kemudian siapa yang akan memberikan fasilitas untuk membangun madrasah yang mengkhawatirkan yang memiliki luas tanah wakaf kurang lebih 3.000 meter itu, adalah kewajiban kita bersama untuk memberikan sumbangsih demi pemerataan pendidikan sebagaimana termaktub dalam Undang-Undang Dasar pilar kebangsaan negara kita. Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan Pasal 31 ayat 1 UUD 1945. (*)

Prospek Pariwisata Sukajaya Alternatif Percepatan Pembangunan Daerah

IMG02053-20140201-1357

SUKAJAYA_berada di ketinggian 400 – 1.000 meter di atas permukaan laut dengan luas 12.644,32 hektar, Kecamatan Sukajaya menjadi daerah eksotis diantara pegunungan di daerah dataran tinggi. Terbagi pada sebelas desa dengan lintas batas alam pegunungan, sungai dan dataran menjadi daya tarik tersendiri bagi siapa saja yang berkunjung ke daerah diujung barat Kabupaten Bogor itu.

Wilayah yang berbatasan langsung dengan kecamatan Cigudeg dan Jasinga di sebelah utara, Kecamatan Nanggung dan Cigudeg di sebelah timur, berbatasan dengan Kecamatan Nanggung di sebelah selatan juga Kecamatan Lebak Gadong Kabupaten Lebak di sebelah barat. Menjadikan wilayah ini mudah dijangkau dari Jalan raya Cigudeg maupun Nanggung juga tembus menuju Sukabumi ke arah utara dan Kabupaten Lebak ke arah barat. dengan kondisi jalan yang terus berbenah baik menuju arah utara melewati Desa Harkatjaya, Kiarapandak, Urug, Cisarua sampai ke Desa Kiarasari maupun arah barat melewati Desa Sukajaya, Sipayung, Jaya Raharja, Sukamulih, Pasir madang dan Cileuksa menjadikan wilayah kecamatan sukajaya mudah dijangkau. Kondisi ini membuka berbagai peluang pengembangan perekonomian masyarakat juga sektor pariwisata yang tentu menjadikan daya tarik tersendiri karena Sukajaya berada di daerah dataran tinggi dengan curah hujan 2.650 – 3.00 mm/tahun dengan suhu sejuk rata-rata 160 – 310 C.

Berbagai potensi pengembangan pariwisata menjadi anugerah tak terhingga bagi wilayah kecamatan Sukajaya. Hamparan sawah, deretan pegunungan  dan aliran sungai cidurian, sungai ciberang, maupun sungai cibarengkok dengan keramahtamahan masyarakat pedesaan  dengan suhu dan kondisi alam yang sejuk dan asri menjadi pemandangan pembuka bagi siapa saja yang berkunjung ke Kecamatan Sukajaya. Letak kantor Kecamatan Sukajaya dan Kantor Taman Nasional Gunung Halimun di gerbang wilayah Kecamatan Sukajaya memudahkan arah jejak petualang bagi pengunjung yang ingin berekreasi di daerah ujung barat Kabupaten Bogor ini.

Bagi pengunjung yang memiliki hobi beradvanture menggunakan motor trail maupun mobil yang mampu bermanuver di segala medan, wilayah ini menyediakan track advanture yang tersambung mulai sekitar desa Kiarapandak, Cisarua dan Cileuksa menuju Kabupaten Lebak. Dijamin setiap pengunjung akan dimanjakan dengan alam pegunungan yang asri dan track lintas gunung yang menantang.

Pengunjung yang senang berpetualang di alam, wilayah Taman Nasional Gunung Halimun yang terhampar di desa Kiarasari dan Cisarua dapat menjadi pilihan. Di wilayah ini sudah tersedia spot-spot area petualangan alam pegunungan dengan kondisi yang masih asri dan alami. Dengan hamparan sawah di setiap perjalanan dan deretan pepohonan dan binatang endemik Taman Nasional Gunung Halimun. Layaknya daerah dataran tinggi pegunungan wilayah kecamatan Sukajaya juga lengkap dengan curug-curug yang terbentuk secara alami. Salah satunya adalah keberadaan Curug Cibeureum di Kp. Gunung Leutik Desa Kiarasari dan banyak lagi potensi alam yang masih perawan alias belum terjamah. Hal ini menambah pesona yang menggugah semangat bagi setiap pengunjung yang datang.

Masyarakat yang ramah menjadi ciri khas masyarakat pedesaan. Masyarakat Kampung Adat Urug, adalah salah satu lokasi yang sudah banyak dikunjungi baik oleh wisatawan lokal maupun luar negeri yang ingin menguak nilai-nilai tatanan sejarah dan masyarakat yang terjaga dalam tradisi diantara pertumbuhan masyarakat modern masa kini.

Sebagai wilayah pengembangan pariwisata, wilayah Kecamatan Sukajaya terus berbenah baik dalam pembukaan lokasi-lokasi spot area pariwisata maupun inprastruktur pendukung bagi peningkatan pelayanan pengunjung mulai jalan maupun penginapan sekitar area wisata. Kondisi alam yang  berada di ujung barat jauh dari perkotaan menjadi salah satu problem yang menjadi perhatian stake holder di wilayah ini. Belum adanya angkutan umum yang terintegrasi dengan wilayah sekitar menjadi kendala para pelancong untuk sampai di lokasi tujuan wisata. Penyuluhan maupun pengembangan keterampilan dan pemahaman masyarakat desa masih dirasa minim, sehingga harapan mengangkat pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata belum dipahami secara bersama di masyarakat. Peran publikasi terkait keberadaan daerah-daerah wisata melalui media informasi menjadi hal yang harus terus dimaksimalkan. Sehinggan hamparan anugrah ini dapat menjadi modal alternatif dalam rangka peningkatan harkat derajat hidup masyarakat di Kecamatan Sukajaya baik di sektor sosial, budaya maupun ekonomi.

Diperlukan peran aktif semua pihak dalam upaya pengembangan pariwisata di wilayah Kecamatan Sukajaya. Kerja sama antara semua stake holder yang ada dan masyarakat pada khususnya dengan dukungan pemerintah daerah dan pusat menjadi keinginan besar bagi masyarakat yang ada di ujung kabupaten Bogor ini. Dorongan sarana prasarana pendukung dan penunjang seperti akses jalan yang memadai, alat transfortasi yang terintegrasi dengan wilayah perkotaan, pembukaan akses informasi, penyuluhan dan pendampingan keterampilan dan ekonomi kreatif bagi masyarakat desa merupakan bagian yang amat diharapkan demi peningkatan taraf hidup masyarakat wilayah Kecamatan Sukajaya melalui pengembangan sektor pariwisata. Lanjutkan membaca Prospek Pariwisata Sukajaya Alternatif Percepatan Pembangunan Daerah

Menguak Tabir Pendidikan Karakter Yang Hilang

MENGUAK TABIR-TABIR PENDIDIKAN KARAKTER YANG HILANG

Oleh : Ajiz Sulaeman, S.Pd.

ular naga

Di masa lalu, terutama yang hidup di wilayah pedesaan, anak-anak tentu merasakan keseharian masa kecilnya dengan permainan-permainan tradisional. Permainan galasin, maen gampar, maen juru, tokdal atau gatrik, hahayaman,susumputan, dan yang lainnya. Merupakan beberapa contoh permainan tradisonal yang mengajarkan tentang kebersamaan, strategi, kekompakan yang dikemas dengan keceriaan dengan gelak tawa bagi setiap yang memainkannya. Jarang sekali bahkan tak pernah terjadi pertengkaran dalam permainannya walaupun semua pihak tentu memiliki keinginan untuk jadi pemenang, tapi setelah permainan selesai semua merasakan kebahagiaan dan keakraban.

KESEDERHANAAN, salah satu yang diajarkan dalam permainan tradisional masa lalu, karena semua pihak bisa ikut bermain tanpa harus mengeluarkan biaya. Pada beberapa permainan yang memerlukan alat, tentu alat yang digunakan bisa diambil dari pekarangan. Misalnya saja tokdal atau gatrik membutuhkan sebatang kayu berukuran panjang tak lebih dari 50 cm dan 20 cm, gampar, hanya membutuhkan batu besar dan batu kecil, atau bahkan banyak yang sama sekali tidak membutuhkan alat semisal galasin, hahayaman, susumputan dan masih banyak lagi yang lainnya. Kesederhanaan dalam permainan tradisional masa kecil kita, ternyata menjadi pendidikan karakter saat itu. Apabila dibandingkan dengan permainan-permainan yang sekarang mewabah, tentu berbanding terbalik 1800. Bagaimana anak-anak sekarang lebih asyik duduk di depan video game nya, play station mewabah dengan rental-rental penyewaannya, Poin Blank, atau permainan-permainan yang dahulunya menggunakan alat seadanya semisal rumah-rumahan  yang biasa dilakukan oleh anak-anak perempuan sekarang disediakan alatnya yang tentunya semua baru bisa dimiliki dengan membeli. Hal ini tanpa disadari memberikan pengaruh konsumtif dan hedonis bagi anak-anak. Seakan semua permainan bisa dimainkan apabila ada uang. Kebutuhan yang besar dalam membiayai permainan anak-anak menjadi bagian dalam rangkaian beban ekonomi setiap orang tua masa kini. Bagi orang yang tidak mampu tentu menjadi beban berat untuk memenuhi kebutuhan anaknya. Akhirnya lahirlah strata-strata sosial dalam kehidupan anak-anak. Hal ini tentu tidak terjadi dalam permainan tradisonal masa lalu.

KEBERSAMAAN DAN KEKOMPAKAN, menjadi bagian terpenting dalam permainan tradisional. Sebagai contoh bagaimana permainan galasin minimal membutuhkan 6 orang dalam permainannya, hahayaman, maen juru dan lainnya, tentu dimainkan oleh banyak pemain. Hal ini menciptakan pendidikan karakter bagi setiap pemainnya untuk menjalin kebersamaan dan kekompakan, tanpa ada jarak strata sosial semua membaur satu sama lain. Tidak ada pembedaan antara satu sama lain. Mari kita lirik permainan masa kini, game yang setiap edisinya selalu berubah Play Station edisi 1, kemudian 2 dan play station edisi 3, sebagai contohnya. Menjadikan strata dengan membanggakan setiap edisi terbaru dan tercanggih yang dimilikinya. Tentu hal ini tidak dapat dimiliki oleh setiap anak-anak. Hanya orang tua berpenghasilan lebih besar yang tentu dapat mengabulkan hasrat bermain anak-anaknya, kemudian timbullah strata dalam pergaulan anak-anak. Beberapa anak sekarang bahkan lebih asyik bermain game di warnet, menghabiskan waktu berjam-jam sesuai biaya yang dikeluarkannya, bukan hanya menjauhkan anak dari proses pendidikan sosialnya tetapi lebih jauh dari itu berefek negatif menghabiskan porsi konsentrasi pada waktu belajarnya.

Kesederhanaan, kebersamaan, dan kekompakan di atas menjadi bagian kecil dari banyak pendidikan karakter yang tertanam dalam permainan-permainan tradisional. Proses pendidikan yang tidak perlu dilakukan secara formal di bangku sekolah itu menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter manusia. Tak perlu strategi dan media yang dilakukan seorang guru untuk membuat karakter anaknya. Semua berjalan dalam kaidah-kaidah pendidikan di lingkungan masyarakat.

Bukanlah menjadi salah yang dilakukan anak-anak sekarang tetapi itu dampak kesalahan yang dilakukan kita sebagai orang tua yang  tak pandai memelihara lingkungan dan proses pendidikannya. Jangan mengajarkan anak dengan selalu menilai bahkan memarahi setiap kesalahan anak-anak, tetapi mulailah mengevaluasi diri akan hal yang telah kita lakukan dalam kehidupannya. Bukan tidak mungkin kesalahan yang dilakukan oleh anak adalah bagian dari apa yang telah kita lakukan.

Banyak orang tua masa kini membuai anak-anaknya dengan permainan-permainan modern dengan alasan hadiah atau kompensasi yang diberikan orang tua karena orang tuanya sibuk bekerja. Sehingga bentuk kasih sayangnya dialihkan dalam berbagai hadiah-hadiah yang bersifat materiil. Hal ini telah mengikis kemandirian anak dengan mendapatkan sesuatu secara instan, berbeda dengan masa kecil anak-anak di masa lalu yang perlu usaha untuk mendapatkan mainannya. Nampaknya sepele tetapi apabila anak selalu diajarkan dengan hal-hal yang instan dalam dunianya, maka pembentukan karakter anak akan melahirkan masalah-masalah baru yang lebih rumit. Memudarnya karakter kesederhanaan, kejujuran, kebersamaan, dan kekompakkan, dan kemandirian dalam kehidupan anak, melahirkan problematika masalah generasi muda yang sering kita saksikan saat ini.

Perlulah kita berpikir bahwa tidak setiap warisan masa lalu merupakan hal yang kuno. Banyak hal yang sederhana menjadi cara lingkungan menciptakan hal istimewa bagi yang mengisinya dikemudian hari. Memberikan permainan yang sesuai dengan usianya, memberikan kebebasan anak untuk mengekspresikan potensinya, memberikan lingkungan bermain yang sesuai dengan karakter kekanak-kanakannya, akan melahirkan karakter-karakter anak yang terbentuk secara alami. Bukankah setiap insan diciptakan dalam fitrahnya. Hanya manusia dewasalah yang merubah setiap fitrah itu menjadi lebih baik atau bahkan sebaliknya.

hidup adalah perubahan, setiap hari istimewa dengan aksi nyata